Roti Puding Kalimas Malang, Roti Unik yang Hanya Dibuat Khusus Hari Rabu - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 27 Nov 2022 08:46 WIB ·

Roti Puding Kalimas Malang, Roti Unik yang Hanya Dibuat Khusus Hari Rabu


 Roti Puding Kalimas Malang, Roti Unik yang Hanya Dibuat Khusus Hari Rabu Perbesar

BACAMALANG.COM – Roti adalah makanan yang dibuat dari campuran tepung terigu dan ragi. Roti mulai dikenal di Indonesia sejak masa kolonial, karena pengaruh dari bangsa Eropa yang sehari-harinya memang mengkonsumsi roti.

Pada perkembangannya semakin banyak orang suka makan roti, sehingga orang mulai mendirikan pabrik roti, baik dalam skala kecil maupun menengah.

Semakin banyaknya varian dan semakin terjangkau harganya, membuat roti pada suatu masa hanya dapat dinikmati golongan tertentu saja, sekarang sudah menjadi bahan konsumsi semua kalangan. Saat ini roti mudah ditemui mana-mana, khususnya di toko dan minimarket.

Jito, salah satu sales keliling roti Kalimas siap memasarkan produk-produknya belum lama ini. Menurut Jito, roti puding ini adalah best-seller dari roti-roti yang ia bawa dengan sepedanya. (ned)

Namun ada sejumlah toko roti di Malang yang masih bertahan dengan resep kunonya di tengah gempuran roti-roti produksi massal.
Salah satunya adalah perusahaan roti Kalimas, yang berlokasi di Jl Laksamana Martadinata Kota Malang, Jawa Timur.

Meski demikian, tidak ada papan nama yang terpasang di bagian depan bangunan yang terletak tepat di samping gang Madiun, kawasan Kota Lama ini.

Selain masih bertahan dengan memproduksi roti-roti dengan resep lawas, ada keunikan lain dari Kalimas yang tidak dimiliki perusahaan roti lainnya.

“Kami memproduksi roti puding, yang menjadi salah satu roti yang paling diminati masyarakat,” ungkap Andre, 55, generasi kedua pengelola roti Kalimas belum lama ini.

Uniknya tidak seperti roti lainnya, di Kalimas roti puding ini hanya diproduksi setiap hari Rabu saja.

“Itu pun hanya dalam jumlah tertentu saja,” imbuh Andre.

Ia tidak dapat memberi informasi terkait bahan-bahannya, namun roti berbentuk balok kecil berukuran 6 cm dan tebal sekitar 3 cm cukup rasanya manis dan agak keras ketika digigit, tidak seperti tekstur roti pada umumnya.

Sepintas potongan dan ketebalannya mirip salah satu potongan kue terang bulan yang biasa ditemui sekarang ini.

“Mungkin modelnya lebih mengarah seperti kue, paling enak dinikmati setelah keluar dari pabrik karena masih hangat,” timpalnya.

Andre mengatakan bahwa roti-roti produksinya, baik itu roti tawar, roti isi coklat, keju maupun roti puding ini tidak menggunakan bahan pengawet. Umumnya roti baru matang sekitar jam 13.00 dan segera didistribusikan hari itu juga.
Ia mengaku kue puding ini sudah dibuat oleh ayahnya Ong Jay Tjian, ketika ia masih kecil.

“Waktu saya masih kecil saya sudah ikut membantu bikin roti, termasuk roti puding ini,” ujarnya.

Menurut Andre, sejak dulu roti ini memang tidak diproduksi dalam jumlah besar dan hanya dikeluarkan di hari tertentu.

“Dulu sempat dijual setiap hari Selasa dan Jumat, namun sekarang khusus hari Rabu saja,” terang dia.

Meskipun menjadi tanda tanya terkait hari penjualannya, Andre mengaku tidak ada sesuatu yang khusus. Dia menegaskan bahwa roti puding seharga Rp. 5.000 per bijinya ini dikeluarkan di hari Rabu karena melihat kondisi pasar saja.

“Tidak ada hal-hal khusus, karena saya melihat kondisi penjualan saja,” ungkapnya.

Ia tetap berusaha mempertahankan usaha yang dirintis ayahnya sejak tahun 1968 ini di tengah gerusan roti-roti pabrikan yang diproduksi massal.

Meski demikian menurut Jito, salah satu sales keliling roti Kalimas, roti puding ini adalah best-seller dari roti-roti yang ia bawa dengan sepedanya.

“Roti ini biasanya sudah ada yang pesan, jadi kalau saya pulang langsung habis,” ungkap pria berusia 60-an yang masih kuat berkeliling membawa roti ke dari Bandulan hingga Samaan dengan motornya ini. 

Salah seorang konsumen roti puding Kalimas Irawan Prajitno, mengaku sangat suka dengan rasanya. Selain itu, pria yang aktif dalam kegiatan-kegiatan terkait sejarah maupun heritage di Kota Malang ini juga tertarik dengan sisi historisnya.

“Dalam sejumlah kesempatan roti ini bisa saya bawa dan sajikan sambil menunjukkan keunikannya sebagai kuliner heritage di Malang,” tandas koordinator komunitas Malang Old Photo ini. (ned)

Artikel ini telah dibaca 341 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Viral di Medsos, Kenz’s Hill Cafe & Resto Batu Suguhkan Panorama 360 Derajat, Sunrise hingga Citylight Point

24 Mei 2026 - 05:34 WIB

Bisa Bikin Milkshake Sendiri, Edukasi Coklat Seru di Batu Love Garden

29 April 2026 - 16:49 WIB

Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri

28 April 2026 - 09:41 WIB

Boutique B21 Malang Luncurkan Sarapan Menu Nusantara All You Can Eat di Akhir Pekan

24 April 2026 - 06:37 WIB

Audiensi dengan Mikutopia, Disnaker Kota Batu: Serap 95 Persen Tenaga Lokal, Komitmen Dukung PAD

13 April 2026 - 20:02 WIB

Live Musik Mikutopia Disambut Antusias, Wisatawan Ikut Berkolaborasi

12 April 2026 - 17:47 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !