Museum Pendjara Lowokwaroe, Sepenggal Kisah Kusni Kasdut hingga Hamid Rusdi - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 19 Jun 2020 08:37 WIB ·

Museum Pendjara Lowokwaroe, Sepenggal Kisah Kusni Kasdut hingga Hamid Rusdi


 Museum Pendjara Lowokwaroe, Sepenggal Kisah Kusni Kasdut hingga Hamid Rusdi Perbesar

BACAMALANG.COM – Seperti apakah kendaraan untuk mutasi dan memindahkan napi keo penjara lain di masa lalu? Ingin melihat sepeda onthel yang digunakan sipir untuk patroli? Bagaimana bentuk alat pemadam kebakaran jaman dulu? Atau bagaimana menghitung jumlah penghuni penjara? Hal-hal tersebut sekarang dapat dijumpai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Malang.

Pasalnya, benda-benda bersejarah tersebut dan beberapa benda lainnya ditampilkan dalam Museum Pendjara Lowokwaroe yang berlokasi dalam Lapas. “Termasuk dokumentasi terpidana mati Kusni Kasdut, yang awalnya adalah pejuang kemerdekaan namun menjadi perampok dan buronan nomor satu,” ungkap Kalapas Klas I Malang, Anak Agung Gde Krisna, Kamis (18/6/2020).

Anak Agung mengaku museum ini berawal saat pihak melakukan inventarisasi barang di gudang, dan berlanjut dengan pengerjaan yang memanfaatkan tandon air bikinan Belanda tahun 1918 ini. “Dan sebagai upaya kami sebagai generasi penerus untuk merefleksikan sejarah Lapas ini,” imbuhnya.

Foto: Kalapas Klas I Malang, Anak Agung Gde Krisna menunjukkan mesin tenun koleksi museum. (nedi putra aw)

Anak Agung mengaku bahwa pihaknya masih melakukan identifikasi lebih lanjut kepada para ahli sejarah terkait koleksi yang ada. “Seperti salah satunya, kebenaran informasi yang menyebutkan bahwa pahlawan asal Malang Hamid Rusdi sempat menjadi pengemudi kendaraan mutasi lapas ini,” urainya.

Ia menyatakan, museum yang diresmikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Jawa Timur (Jatim) Krismono pada 16 Juni ini dapat disebut sebagai yang pertama di Indonesia.

Menurut dia, tujuan lainnya tentu saja untuk mengedukasi masyarakat tentang sejarah dan perubahan pada Lapas Klas I Malang, dengan masa tiga zaman, yakni mulai penjajahan Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan.

“Namun museum ini belum dibuka untuk umum, mengingat saat ini masih pandemi, selain masih banyak persiapan yang harus dilakukan, baik terkait protokol kesehatan maupun protokol keamanan dan keselamatan pengunjung,” katanya.

Anak Agung menjelaskan, rencananya museum ini akan difungsikan di luar jam kerja, khususnya pada Sabtu dan Minggu. Nantinya museum ini akan digunakan sebagai titik awal sebuah paket wisata terintegrasi dengan kunjungan ke lahan pertanian seluas 20 hektar di kawasan Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Saat ini penggarapan lahan tersebut sudah mencapai sampai sekitar 60 persen, di mana sebagian warga binaan dari Lapas ini akan dipekerjakan di bidang pertanian dan peternakan, mengolahnya dan ikut menikmati hasilnya.

Ia menyebutnya sebagai SAE atau Sarana Asimilasi & Edukasi, yang bertujuan mengurangi kepadatan warga binaan, mengingat saat ini tercatat 2855 orang dari kapasitas 1282. Lahan di Ngajum adalah sistem pemasyarakatan berbasis integrasi sosial , serta sebagai sarana praktek dari teori yang didapatkan dari program pelatihan warga binaan di Lapas Lowokwaru ini.

“Tujuan utamanya adalah warga binaan punya skill, khususnya di bidang pertanian dan peternakan sebagai bekal kembali ke masyarakat, selain mempertahankan serta meningkatkan ketahanan pangan,” tandasnya. (Ned/Red)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jelang 28 Tahun Berkarya, Element Hadirkan Single Baru “Asa yang Sirna”

3 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Pastra Cup U-10 Jadi Wadah Lahirnya Bibit Pemain Sepakbola Usia Muda di Kabupaten Malang

1 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Gayengnya Jagongan Wong Kampung di Lawang : Cangkruk, Unjuk Bakat, sembari Revolusi Diri

30 September 2026 - 13:00 WIB

Mooncake Festival Eng An Kiong Malang Semarakkan Seni, Budaya dan Kompetisi

27 September 2026 - 12:20 WIB

Narangga Hadirkan “Kau dan Aku”: Kisah tentang Cinta, Keluarga, dan Perjalanan Hidup

25 September 2026 - 16:16 WIB

KONI Kota Malang Bidik 222 Emas di Porprov 2027, Perluas Nomor dan Cabor Andalan

24 September 2026 - 22:26 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !