BACAMALANG.COM – Pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) hingga Habib Muhammad bin Anis Shahab menghadiri langsung peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Khosyi’in di kawasan perumahan Srimaya Malang, Minggu (19/4/2026).
Masjid ini digadang-gadang mengusung tema seperti Masjid Jogokariyan yang ada di Yogyakarta.
UAS berharap nantinya Masjid Al Khosyi’in ada kelas mengaji untuk anak-anak agar keluarga yang mengantar anaknya mengaji terdorong untuk melakukan sholat jamaah di masjid.
“Contohnya, sebagai pengurus masjid, di antara sholat maghrib dan isya hendaknya kita adakan kelas ngaji untuk anak-anak sehingga mereka dan keluarganya yang mengantar terdorong untuk melakukan sholat jamaah di masjid,” jelas UAS.
UAS juga berpesan untuk menekankan pentingnya memakmurkan tempat ibadah sebagai kunci keberkahan hidup.
“Dengan memakmurkan masjid, kamu akan memakmurkan dirimu sendiri,” ujar UAS.
Sementara itu Owner Srimaya, Vebry Wirantha menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Al Khosyi’in berdiri di atas lahan seluas 672 meter persegi dan diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Vebry mengatakan bahwa Masjid Al Khosyi’in ini bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan hasil kolaborasi dengan Nawak Hijrah di bawah asuhan Habib Muhammad Bin Anis Shahab.
Menariknya, masjid ini mengusung konsep pengelolaan seperti Masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang dikenal mandiri dan melayani jemaah secara total.
“Jadi konsep masjid ini akan mengadopsi seperti Masjid Jogokariyan di Yogyakarta,” terang Vebry.
Nama “Al Khosyi’in” sendiri memiliki makna mendalam, di mana nama tersebut diberikan langsung oleh ulama kharismatik asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz.
Pemberian nama ini dilakukan melalui perantara Habib Muhammad Bin Anis yang menjalin komunikasi dengan sang ulama.
Vebry menyebutkan bahwa masjid ini diharapkan mampu menampung ratusan jemaah dan menjadi wadah bagi berbagai kajian keagamaan.
Dari sisi arsitektur, Masjid Al Khosyi’in akan mengusung gaya minimalis modern yang dipadukan dengan etnis Jawa.
Selain itu, direncanakan akan ada ornamen khusus dari Timur Tengah yang detailnya saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Habib Muhammad Bin Anis.
“Masjid ini menjadi proyek percontohan (pilot project) pertama dari komunitas Nawa Hijrah,” kata Vebry.
“Mudah-mudahan nanti pembangunan masjid ditargetkan rampung pada tahun ini,” tambahnya.
Vebry mengatakan nantinya saat selesai pembangunan Masjid Al Khosyi’in akan diresmikan Habib Umar bin Hafidz.
“Harapan besar kami bahwa Habib Umar bin Hafidz dapat hadir langsung dalam peresmiannya nanti,” katanya.
“Masjid tidak hanya untuk sekadar tempat ibadah, tapi bisa untuk manfaat yang lebih luas buat masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga




















































