BACAMALANG.COM – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di sektor riil, terus didorong melalui peningkatan literasi keuangan. Pemahaman yang baik terhadap produk perbankan dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mengambil keputusan finansial, terutama dalam mengelola pinjaman untuk usaha mikro dan kegiatan produktif lainnya.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, Solimun, yang memperkenalkan inovasi bertajuk CRICap (Credit Response Index Capability). Sistem ini merupakan platform pemetaan derajat respons kredit dan literasi keuangan masyarakat yang disajikan secara terstruktur dan interaktif.
Menurut Prof. Solimun, CRICap dirancang untuk mendukung kebijakan ekonomi berbasis data (evidence-based policy), sehingga pemerintah daerah dan lembaga keuangan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran.
“Kehadiran CRICap diharapkan mampu menjadi solusi atas ketimpangan akses keuangan yang selama ini terjadi di berbagai daerah. Dengan sistem ini, kebijakan dapat dibuat lebih presisi,” ujarnya dalam kegiatan Ngopi Sam di MIPA Center UB, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, CRICap memberikan efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya dan anggaran pemerintah daerah melalui visualisasi data yang mampu mengidentifikasi wilayah dengan tingkat literasi keuangan rendah. Dengan demikian, program edukasi dan pemberdayaan ekonomi dapat difokuskan pada kelompok yang paling membutuhkan.
“Sosialisasi bisa lebih tepat sasaran, sehingga program menjadi hemat biaya namun berdampak tinggi,” tegasnya.

Dari kiri-Sekretaris Umum Ikatan Alumni (IKA) MIPA UB Sultoni Kharis, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa/Ex-Officio Prof. Chomsin Sulistya Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D dan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Solimun, MS, kegiatan Ngopi Sam di MIPA Center UB, Jumat (17/4/2026). (Nedi Putra AW)
Lebih lanjut, analisis berbasis data riil dari CRICap diyakini mampu memperkuat inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan sektor riil. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengambil kebijakan, tetapi juga langsung oleh masyarakat.
“CRICap diproyeksikan mampu mengubah perilaku keuangan masyarakat menjadi lebih sehat dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Dari sisi perbankan, inovasi ini juga berperan dalam menciptakan ekosistem kredit yang lebih sehat. CRICap membantu menekan angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL), sekaligus mendorong penyaluran kredit yang lebih bijak dan luas, seiring meningkatnya literasi keuangan masyarakat.
Profesor ke-408 di Universitas Brawijaya ini menilai, CRICap memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan sektor perbankan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Tujuannya adalah perbankan dapat berjalan dan maju seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat bawah, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































