BACAMALANG – Langkah cepat Manajemen Mikutopia dalam merespons keresahan warga terkait maraknya aksi bunuh diri di Jembatan Cangar menuai apresiasi luas dari masyarakat Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Warga menilai, inisiatif pemasangan pagar pembatas di dua jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan publik, sekaligus solusi konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Salah satu warga, Tanti (40), menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian pihak Mikutopia. Ia menilai langkah tersebut sangat dibutuhkan, mengingat Jembatan Cangar merupakan jalur alternatif yang kerap dilalui wisatawan.
“Alhamdulillah, terima kasih kalau ada yang peduli. Saya sangat setuju jika dipasang pagar pembatas agar kejadian bunuh diri tidak terulang lagi,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya mobilitas wisatawan, terutama saat musim liburan, membuat aspek keamanan di kawasan tersebut menjadi sangat penting. Ia pun berharap inisiatif ini segera terealisasi.
Di balik apresiasi masyarakat, Manajemen Mikutopia memang telah lebih dulu menunjukkan respons cepat. Melalui kuasa hukumnya, Haitsam Nuril Brantas Anarki, S.H., M.H. dan Bagas Dwi Wicaksono, S.H., pihaknya menyatakan kesiapan untuk memasang pagar pengaman di dua titik jembatan.
Haitsam menjelaskan, rencana tersebut merupakan hasil diskusi bersama warga yang menginginkan adanya langkah pencegahan konkret.
“Kami mendengar langsung keresahan masyarakat. Setelah berdiskusi, solusi yang paling efektif adalah pemasangan pagar pembatas di dua jembatan tersebut,” ungkapnya, Rabu (29/4/2026).
Ia merinci, dua jembatan yang dimaksud memiliki panjang masing-masing 73 meter dan 44 meter. Jika dihitung dari kedua sisi, total panjang pagar yang akan dipasang mencapai lebih dari 200 meter.
Sementara itu, Bagas menegaskan bahwa pihaknya siap mengeksekusi pembangunan dengan cepat, tanpa mengabaikan estetika.
“Kami akan membuat pagar yang kokoh, aman, namun tetap memperhatikan keindahan agar tidak merusak tampilan jembatan,” jelasnya.
Meski demikian, realisasi pembangunan masih menunggu izin dari instansi berwenang. Pihak Mikutopia berharap proses perizinan dapat segera diselesaikan agar upaya pencegahan bisa segera diwujudkan.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi antara masyarakat, pihak swasta, dan pemerintah dalam menciptakan ruang publik yang lebih aman, khususnya di kawasan wisata Kota Batu.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































