BACAMALANG.COM – Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Malang untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini menjadi strategi konkret menghadapi tantangan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) sekaligus memenuhi regulasi batas maksimal belanja pegawai.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menjelaskan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi keberhasilan Pemkot Malang dalam mengelola pendapatan daerah melalui aplikasi Persada. Sistem tersebut dinilai efektif memantau dan memungut berbagai jenis pajak secara real-time, mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, perhotelan, hingga retribusi daerah.
Kerja sama ini juga dipicu kondisi fiskal Kota Tasikmalaya yang mengalami pemotongan TKD hingga 30 persen. Untuk menjaga keberlangsungan pembangunan, inovasi dalam menggali potensi pendapatan mandiri dinilai menjadi keharusan.
“Kolaborasi antar-daerah adalah jawaban atas tantangan yang ada. Apa yang baik di Malang akan kami jadikan referensi untuk diterapkan di Tasikmalaya,” ujar Viman.
Selain mengadopsi aplikasi Persada, Pemkot Tasikmalaya juga akan mempelajari tata kelola organisasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang. Beberapa fokus utama dalam kerja sama ini meliputi optimalisasi PAD harian, penyesuaian belanja pegawai, serta transformasi digital sistem perpajakan.
Pemkot Malang disebut mampu membukukan pendapatan hingga sekitar Rp3 miliar per hari, yang memberikan ruang fiskal lebih luas. Peningkatan PAD juga dinilai dapat menekan persentase belanja pegawai sesuai ketentuan maksimal 30 persen dari APBD.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pertukaran inovasi dan teknologi.
“Ini merupakan langkah yang baik bagi Kota Malang dan Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Dengan implementasi sistem digital tersebut, Pemkot Tasikmalaya optimistis mampu memperkuat struktur APBD dan mencapai kemandirian fiskal pada tahun mendatang.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































