UMKM Kepanjen Terus Tumbuh, Penjual Nasgor Omzet Naik 100 Persen - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 22 Apr 2026 16:17 WIB ·

UMKM Kepanjen Terus Tumbuh, Penjual Nasgor Omzet Naik 100 Persen


 Sejumlah item menu di kedai, yang disukai masyarakat menjadikan UMKM tidak hanya eksis namun juga mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat, di tengah kondisi seperti sekarang ini. (Agus for Baca Malang) Perbesar

Sejumlah item menu di kedai, yang disukai masyarakat menjadikan UMKM tidak hanya eksis namun juga mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat, di tengah kondisi seperti sekarang ini. (Agus for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Semangat pelaku UMKM di Malang Selatan, khususnya Kepanjen dan sekitarnya, terus menunjukkan tren positif. Setelah sebelumnya penjual gorengan mencatat kenaikan omzet 12 persen, kini giliran Kedai Nasi Goreng Gila yang membukukan pertumbuhan signifikan.

Owner Kedai Nasi Goreng Gila, Agus Purnomo, menyebut omzet usahanya naik dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. “Alhamdulillah omzet naik 100 persen,” ujarnya kepada BacaMalang.com dengan penuh optimisme.

Kedai yang berlokasi di Jalan Sunan Kalijaga, Legok, Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini mengalami peningkatan penjualan merata, baik dari pembelian perorangan yang makan di tempat maupun pesanan. Produk yang diminati juga merata antara nasi goreng dan mie. Seiring naiknya penjualan, jumlah karyawan ikut bertambah sebagai bentuk ekspansi usaha.

Agus tetap mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau. “Harga masih tetap, tapi kalau dibungkus nambah Rp1.000,” jelasnya. Untuk operasional harian, kedai tersebut menggunakan 3–5 tabung LPG. Ia berharap ketersediaan bahan baku terus lancar. “Yang penting stok tersedia,” kata dia.

Semangat serupa ditunjukkan Fitri Astutik, penjual gorengan. Dengan strategi adaptasi, Fitri menyesuaikan produksi dan menaikkan harga dari Rp 700 menjadi Rp 1.000 per potong, sekaligus memperbesar ukuran gorengan agar konsumen tetap puas. Langkah itu terbukti efektif. “Harga kita naikkan, ukuran juga lebih besar. Alhamdulillah omzet justru naik sekitar 10 sampai 12 persen,” ungkapnya.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Investasi Kota Batu Tembus Rp2,4 Triliun, Suwito: Iklim Usaha Semakin Baik, Investor Pariwisata Mewarnainya

22 April 2026 - 09:08 WIB

Ruang Hangat untuk Berkarya, Kopi Embongan Jadi Rumah Musisi Disabilitas di Kota Batu

21 April 2026 - 20:54 WIB

Rayakan Hari Kartini, KAI Daop 8 Surabaya Tebar Bunga dan Hadirkan Nuansa Budaya di Stasiun Malang

21 April 2026 - 20:31 WIB

Transformasi Pajak Digital, Bapenda Kota Malang Perkuat Layanan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

21 April 2026 - 18:23 WIB

Pasokan LPG Mulai Lancar, UMKM Gorengan Pangkas Produksi 25 Persen, Omzet Justru Naik

18 April 2026 - 15:12 WIB

Terhimpit Kebijakan Cukai 2026, Buruh Rokok Kepanjen Berburu Kerja Sampingan Demi Hidupi Keluarga

17 April 2026 - 17:42 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !