BACAMALANG.COM – Semangat pelaku UMKM di Malang Selatan, khususnya Kepanjen dan sekitarnya, terus menunjukkan tren positif. Setelah sebelumnya penjual gorengan mencatat kenaikan omzet 12 persen, kini giliran Kedai Nasi Goreng Gila yang membukukan pertumbuhan signifikan.
Owner Kedai Nasi Goreng Gila, Agus Purnomo, menyebut omzet usahanya naik dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. “Alhamdulillah omzet naik 100 persen,” ujarnya kepada BacaMalang.com dengan penuh optimisme.
Kedai yang berlokasi di Jalan Sunan Kalijaga, Legok, Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini mengalami peningkatan penjualan merata, baik dari pembelian perorangan yang makan di tempat maupun pesanan. Produk yang diminati juga merata antara nasi goreng dan mie. Seiring naiknya penjualan, jumlah karyawan ikut bertambah sebagai bentuk ekspansi usaha.
Agus tetap mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau. “Harga masih tetap, tapi kalau dibungkus nambah Rp1.000,” jelasnya. Untuk operasional harian, kedai tersebut menggunakan 3–5 tabung LPG. Ia berharap ketersediaan bahan baku terus lancar. “Yang penting stok tersedia,” kata dia.
Semangat serupa ditunjukkan Fitri Astutik, penjual gorengan. Dengan strategi adaptasi, Fitri menyesuaikan produksi dan menaikkan harga dari Rp 700 menjadi Rp 1.000 per potong, sekaligus memperbesar ukuran gorengan agar konsumen tetap puas. Langkah itu terbukti efektif. “Harga kita naikkan, ukuran juga lebih besar. Alhamdulillah omzet justru naik sekitar 10 sampai 12 persen,” ungkapnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































