Mbak Ning, Pembina Rumah Inklusi Kota Batu Support Penuh Kopi Embongan Jadi Ruang Ekspresi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 22 Apr 2026 07:41 WIB ·

Mbak Ning, Pembina Rumah Inklusi Kota Batu Support Penuh Kopi Embongan Jadi Ruang Ekspresi


 Pembina Rumah Inklusi Kota Batu yang juga musisi disabilitas, Mardi Setianingsih, S.H saat tengah bermusik dan bernyanyi bersama di Kopi Embongan. (Yan) Perbesar

Pembina Rumah Inklusi Kota Batu yang juga musisi disabilitas, Mardi Setianingsih, S.H saat tengah bermusik dan bernyanyi bersama di Kopi Embongan. (Yan)

BACAMALANG.COM – Kehadiran Kopi Embongan di Jalan Raya Punten, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendapat apresiasi luas, khususnya dari komunitas penyandang disabilitas. Tempat ini dinilai bukan sekadar lokasi kuliner, tetapi juga ruang inklusif untuk berekspresi dan berkarya.

Selain menyajikan beragam menu makanan dan minuman seperti aneka kopi, soto, hingga gorengan dengan harga terjangkau, Kopi Embongan juga menyediakan fasilitas alat musik band lengkap yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Pembina Rumah Inklusi Kota Batu, Mardi Setianingsih, S.H., atau akrab disapa Mbak Ning, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap keberadaan tempat tersebut.

“Sebagai musisi penyandang disabilitas, saya tentu sangat mendukung. Tempat ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat teman-teman disabilitas,” ujarnya kepada awak media, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, Kopi Embongan menjadi ruang yang mempertemukan para musisi disabilitas untuk saling berbagi, berdiskusi, hingga bermusik bersama. Hal ini dinilai penting dalam menjaga kekompakan serta mempererat tali silaturahmi.

“Di sini kami bisa berkumpul, bertukar pikiran, dan berkarya bersama. Ini membuat hubungan antar musisi disabilitas tetap solid dan terjaga,” tambahnya.

Mbak Ning juga berharap seluruh komunitas penyandang disabilitas di Kota Batu terus menjaga kebersamaan dan kekompakan agar dapat terus produktif dalam berkarya.

“Yang terpenting kita tetap guyub dan rukun. Dengan kebersamaan, kita bisa terus bermusik dan berkarya bersama,” pesannya.

Sementara itu, Marlena, salah satu pengunjung, mengaku terhibur dengan suasana live music yang dihadirkan Kopi Embongan.

“Saya memang suka musik, jadi sengaja datang ke sini untuk bernyanyi, nongkrong, sekaligus menikmati kopi. Bisa juga request lagu,” ujar warga Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Ia berharap keberadaan Kopi Embongan dapat terus didukung masyarakat karena selain menjadi hiburan, juga berpotensi meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Tempat seperti ini bisa menarik wisatawan dan membantu menggerakkan ekonomi pengelola maupun masyarakat sekitar,” tandasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wayang Kulit “Ruwatan Deso” Hidupkan Tradisi dan Guyub Warga Poncokusumo

9 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Thrifty Rilis Album Perdana dan Single “Yang Pertama”, Kisah Cinta Diam-Diam yang Penuh Makna

8 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Wali Kota Batu Apresiasi Turnamen Catur Bahagia SIWO PWI Malang Raya, Perkuat Sportivitas dan Sinergi Antarlembaga

6 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Sumberdem Peringati Hari Anak Nasional Lewat Permainan Tradisional Bertema “Pelangi Anak Nusantara”

4 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang, Menelusuri Jejak Komunitas yang Membentuk Wajah Kota

4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Kolaborasi PartiLibur Caravan, Bawa Kota Batu Naik Kelas Sebagai Destinasi Festival Musik

3 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !