BACAMALANG.COM – Kehadiran Kopi Embongan di Jalan Raya Punten, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendapat apresiasi luas, khususnya dari komunitas penyandang disabilitas. Tempat ini dinilai bukan sekadar lokasi kuliner, tetapi juga ruang inklusif untuk berekspresi dan berkarya.
Selain menyajikan beragam menu makanan dan minuman seperti aneka kopi, soto, hingga gorengan dengan harga terjangkau, Kopi Embongan juga menyediakan fasilitas alat musik band lengkap yang bisa dimanfaatkan pengunjung.
Pembina Rumah Inklusi Kota Batu, Mardi Setianingsih, S.H., atau akrab disapa Mbak Ning, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap keberadaan tempat tersebut.
“Sebagai musisi penyandang disabilitas, saya tentu sangat mendukung. Tempat ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat teman-teman disabilitas,” ujarnya kepada awak media, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, Kopi Embongan menjadi ruang yang mempertemukan para musisi disabilitas untuk saling berbagi, berdiskusi, hingga bermusik bersama. Hal ini dinilai penting dalam menjaga kekompakan serta mempererat tali silaturahmi.
“Di sini kami bisa berkumpul, bertukar pikiran, dan berkarya bersama. Ini membuat hubungan antar musisi disabilitas tetap solid dan terjaga,” tambahnya.
Mbak Ning juga berharap seluruh komunitas penyandang disabilitas di Kota Batu terus menjaga kebersamaan dan kekompakan agar dapat terus produktif dalam berkarya.
“Yang terpenting kita tetap guyub dan rukun. Dengan kebersamaan, kita bisa terus bermusik dan berkarya bersama,” pesannya.
Sementara itu, Marlena, salah satu pengunjung, mengaku terhibur dengan suasana live music yang dihadirkan Kopi Embongan.
“Saya memang suka musik, jadi sengaja datang ke sini untuk bernyanyi, nongkrong, sekaligus menikmati kopi. Bisa juga request lagu,” ujar warga Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.
Ia berharap keberadaan Kopi Embongan dapat terus didukung masyarakat karena selain menjadi hiburan, juga berpotensi meningkatkan perekonomian warga sekitar.
“Tempat seperti ini bisa menarik wisatawan dan membantu menggerakkan ekonomi pengelola maupun masyarakat sekitar,” tandasnya.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































