BACAMALANG.COM – Tingginya harga kantong plastik mendorong panitia kurban Masjid Babul Hidayah di Jalan IR Rais Gang 14 RT 11 RW 4, Kecamatan Sukun, Kota Malang, melakukan inovasi tradisional dengan membungkus daging kurban menggunakan daun jati.
Meski terbilang sederhana, cara tersebut dinilai efektif. Selain lebih hemat dan ramah lingkungan, penggunaan daun jati juga diyakini mampu menjaga kualitas daging tetap segar serta membuat cita rasa daging lebih lezat.
Wakil Ketua Panitia Kurban Masjid Babul Hidayah, Muhammad Firdaus Zulkarnain menjelaskan, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun ini pihaknya menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing.
“Setelah dipotong, daging hewan kurban ini kami bungkus menggunakan daun jati. Selain ekonomis karena harga kantong plastik mahal, daun jati juga ramah lingkungan dan mampu mengurangi limbah plastik,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Menurut Firdaus, ketersediaan daun jati tidak menjadi kendala karena ada warga sekitar yang menanam pohon jati di pekarangannya.
“Tidak ada kesulitan mendapatkan daunnya, karena ada salah satu warga di sini yang menanam pohon jati di pekarangannya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, penggunaan daun jati ternyata juga memberi manfaat lain bagi kualitas daging kurban.
“Kualitas daging menjadi lebih empuk saat dimasak dan bisa mengurangi bau amis. Selain itu, ini juga sudah menjadi tradisi setiap pelaksanaan Iduladha,” terangnya.
Daging kurban tersebut nantinya akan didistribusikan kepada sekitar 300 warga sekitar dan masyarakat yang membutuhkan.
“Nantinya daging kurban kami bagikan kepada warga RT 1, RT 10, RT 11, dan RT 14. Sedangkan sisanya dibagikan kepada warga membutuhkan di luar lingkungan kami,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota tim kesehatan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya, drh. Dimas Haryo Kuncoro mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban di Masjid Babul Hidayah.
“Ada dua jenis pemeriksaan yang kami lakukan, yakni ante mortem atau pemeriksaan kondisi fisik hewan sebelum dipotong dan post mortem atau pemeriksaan organ dalam setelah hewan dipotong,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan adanya cacing pada hati kambing. Namun bagian yang terjangkit langsung dipotong dan dibuang agar tidak membahayakan kesehatan.
“Tidak ada kerusakan parah pada bagian hati. Bagian yang terjangkit cacing dan tidak layak konsumsi langsung kami potong dan buang. Secara keseluruhan, daging masih aman dan layak dikonsumsi,” pungkasnya.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































