BACAMALANG.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menggandeng tiga penggerak konservasi untuk memperkuat ekowisata dan eduwisata di kawasan pesisir Malang Selatan.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Sitondang menilai garis pantai sepanjang 102 km di Malang Selatan memiliki potensi daya tarik pariwisata berskala internasional. Kawasan konservasi di wilayah itu menyimpan kekayaan biodiversitas hutan pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Potensi minat khusus dalam pemanfaatan potensi alam berkelanjutan seperti eduwisata dan ekowisata dapat memberi nilai manfaat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam,” ujar Firmando.
Malang Selatan menjadi lokasi pendaratan empat jenis penyu, yaitu penyu lekang, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu blimbing. Salah satu lokasi yang dapat dikunjungi adalah Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) di Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. Setiap tahun Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur melepasliarkan ribuan tukik di lokasi tersebut.
“Kami mengapresiasi dinas pariwisata agar bisa mendorong edukasi penyu dapat menjadi destinasi unggulan eduwisata di Kabupaten Malang,” kata Sutari, Ketua Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur.
Kawasan Sendang Biru juga memiliki potensi hutan mangrove seluas 81 hektare di CMC Tiga Warna yang dikelola Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru. Lokasi itu menjadi tempat belajar mahasiswa tentang ekosistem mangrove.
“Dinas pariwisata dapat membantu memfasilitasi terkait sertifikasi dan lisensi pemandu ekowisata agar kegiatan eduwisata dan ekowisata berstandar serta memberi kenyamanan dan keamanan pengunjung wisata,” ujar Arik Anggara dari Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru pengelola CMC Tiga Warna.
Di bagian barat, kawasan hutan lindung Malang Selatan yang didampingi Sahabat Alam Indonesia menyimpan 130 jenis burung, 150 jenis kupu-kupu, dan 89 tanaman hutan. Kekayaan hayati itu menjadi daya tarik ekowisata mancanegara seperti pengamatan burung dan wildlife tour. Wisatawan juga dapat menikmati ekowisata bahari seperti melihat lumba-lumba, paus, dan memancing lewat akses Pantai Sendang Biru dan Kondang Merak.
“Kawasan Malang Selatan merupakan laboratorium alam di Jawa Timur, potensi pelajar untuk belajar bisa dilakukan dengan melakukan study tour di kawasan konservasi sebagai tempat belajar di lapangan, kedatangan mereka mampu menggerakkan ekonomi masyarakat serta berperan langsung dalam upaya kelestarian alam,” kata Andik Syaifudin, Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM).
Disparbud menggandeng penggerak konservasi untuk berbagi peran menguatkan program ekowisata dan eduwisata agar masyarakat merasakan dampaknya dan ikut melindungi alam.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































