Disparbud Gandeng Penggerak Konservasi Perkuat Ekowisata dan Eduwisata Pesisir Malang Selatan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 7 Jun 2026 09:26 WIB ·

Disparbud Gandeng Penggerak Konservasi Perkuat Ekowisata dan Eduwisata Pesisir Malang Selatan


 Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Sitondang (kanan) dan Sutari, Ketua Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur (paling kiri) sedang mengamati tukik (bayi penyu), dalam kegiatan gerakan konservasi untuk memperkuat ekowisata dan eduwisata di kawasan pesisir Malang Selatan. (Andik for bacamalang) Perbesar

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Sitondang (kanan) dan Sutari, Ketua Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur (paling kiri) sedang mengamati tukik (bayi penyu), dalam kegiatan gerakan konservasi untuk memperkuat ekowisata dan eduwisata di kawasan pesisir Malang Selatan. (Andik for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menggandeng tiga penggerak konservasi untuk memperkuat ekowisata dan eduwisata di kawasan pesisir Malang Selatan.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Sitondang menilai garis pantai sepanjang 102 km di Malang Selatan memiliki potensi daya tarik pariwisata berskala internasional. Kawasan konservasi di wilayah itu menyimpan kekayaan biodiversitas hutan pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Potensi minat khusus dalam pemanfaatan potensi alam berkelanjutan seperti eduwisata dan ekowisata dapat memberi nilai manfaat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam,” ujar Firmando.

Malang Selatan menjadi lokasi pendaratan empat jenis penyu, yaitu penyu lekang, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu blimbing. Salah satu lokasi yang dapat dikunjungi adalah Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) di Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. Setiap tahun Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur melepasliarkan ribuan tukik di lokasi tersebut.

“Kami mengapresiasi dinas pariwisata agar bisa mendorong edukasi penyu dapat menjadi destinasi unggulan eduwisata di Kabupaten Malang,” kata Sutari, Ketua Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur.

Kawasan Sendang Biru juga memiliki potensi hutan mangrove seluas 81 hektare di CMC Tiga Warna yang dikelola Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru. Lokasi itu menjadi tempat belajar mahasiswa tentang ekosistem mangrove.

“Dinas pariwisata dapat membantu memfasilitasi terkait sertifikasi dan lisensi pemandu ekowisata agar kegiatan eduwisata dan ekowisata berstandar serta memberi kenyamanan dan keamanan pengunjung wisata,” ujar Arik Anggara dari Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru pengelola CMC Tiga Warna.

Di bagian barat, kawasan hutan lindung Malang Selatan yang didampingi Sahabat Alam Indonesia menyimpan 130 jenis burung, 150 jenis kupu-kupu, dan 89 tanaman hutan. Kekayaan hayati itu menjadi daya tarik ekowisata mancanegara seperti pengamatan burung dan wildlife tour. Wisatawan juga dapat menikmati ekowisata bahari seperti melihat lumba-lumba, paus, dan memancing lewat akses Pantai Sendang Biru dan Kondang Merak.

“Kawasan Malang Selatan merupakan laboratorium alam di Jawa Timur, potensi pelajar untuk belajar bisa dilakukan dengan melakukan study tour di kawasan konservasi sebagai tempat belajar di lapangan, kedatangan mereka mampu menggerakkan ekonomi masyarakat serta berperan langsung dalam upaya kelestarian alam,” kata Andik Syaifudin, Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM).

Disparbud menggandeng penggerak konservasi untuk berbagi peran menguatkan program ekowisata dan eduwisata agar masyarakat merasakan dampaknya dan ikut melindungi alam.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ngopi di Bangunan Kolonial Belanda, 7 Cafe Batu Tawarkan Sensasi Berbeda dengan Harga Ramah Kantong

31 Mei 2026 - 19:45 WIB

Libur Panjang, 3.500 Wisatawan Padati Mikutopia: Wahana Mega Disco Jadi Favorit Pemacu Adrenalin

31 Mei 2026 - 15:58 WIB

Viral di Medsos, Kenz’s Hill Cafe & Resto Batu Suguhkan Panorama 360 Derajat, Sunrise hingga Citylight Point

24 Mei 2026 - 05:34 WIB

Bisa Bikin Milkshake Sendiri, Edukasi Coklat Seru di Batu Love Garden

29 April 2026 - 16:49 WIB

Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri

28 April 2026 - 09:41 WIB

Boutique B21 Malang Luncurkan Sarapan Menu Nusantara All You Can Eat di Akhir Pekan

24 April 2026 - 06:37 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !