Mahasiswa UIBU Turun Tangan di Desa Wisata Gamplong, Bantu UMKM Naik Kelas Lewat Program Parkerif - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 20 Jun 2026 06:56 WIB ·

Mahasiswa UIBU Turun Tangan di Desa Wisata Gamplong, Bantu UMKM Naik Kelas Lewat Program Parkerif


 Di Desa Wisata Gamplong, para mahasiswa berdiskusi dengan pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat untuk memetakan potensi industri kerajinan rumahan yang menjadi identitas desa. Perbesar

Di Desa Wisata Gamplong, para mahasiswa berdiskusi dengan pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat untuk memetakan potensi industri kerajinan rumahan yang menjadi identitas desa.

BACAMALANG.COM – Suasana Desa Wisata Kerajinan UMKM Gamplong, Sleman, Yogyakarta, tampak lebih hidup selama empat hari, 17–20 Juni 2026. Puluhan mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) hadir dan berbaur dengan masyarakat melalui program Parkerif UIBU Berdampak, sebuah kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman yang mengajak mahasiswa belajar langsung dari dunia nyata.

Parkerif atau Pariwisata dan Kerja Kreatif merupakan program experiential learning yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan berbagai persoalan dan potensi di tengah masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga terlibat aktif dalam merumuskan solusi bersama warga.

Di Desa Wisata Gamplong, para mahasiswa berdiskusi dengan pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat untuk memetakan potensi industri kerajinan rumahan yang menjadi identitas desa. Dari proses tersebut, lahir berbagai gagasan pengembangan, mulai dari peningkatan kualitas kemasan produk, strategi pemasaran yang lebih efektif, hingga promosi destinasi wisata agar semakin dikenal luas.

Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Parkerif merupakan wujud komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus dunia industri.

“Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas. Mereka perlu hadir di lapangan untuk memahami potensi dan tantangan yang dihadapi masyarakat, kemudian mengembangkan gagasan serta solusi melalui kolaborasi. Parkerif menjadi ruang belajar yang menghubungkan teori dengan praktik,” ujar Dr. Nurcholis, Jumat (19/6/2026).

Ia menilai pengalaman lapangan seperti ini memberikan nilai lebih bagi mahasiswa. Selain memahami pengelolaan desa wisata dan pengembangan produk kreatif, mereka juga belajar menyusun strategi promosi, membangun jejaring dengan pelaku usaha, serta mengasah keterampilan yang akan dibutuhkan saat memasuki dunia kerja.

Lebih lanjut, Dr. Nurcholis menegaskan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan bidang strategis yang memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat perlu terus diperkuat.

“Desa wisata punya potensi besar untuk terus berkembang. Kehadiran mahasiswa diharapkan menjadi mitra kolaboratif dalam memperkuat inovasi, promosi, dan pengembangan usaha masyarakat. Pada saat yang sama, mahasiswa mendapatkan bekal penting untuk membangun jiwa kewirausahaan dalam menghadapi dunia profesional,” jelasnya.

Melalui program Parkerif UIBU Berdampak, mahasiswa didorong menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berbasis potensi lokal. Dengan kolaborasi yang terjalin antara kampus dan masyarakat, potensi desa wisata seperti Gamplong diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian daerah.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Opsen PKB Kota Malang Lampaui Target Triwulan II, BBNKB Masih Perlu Digenjot

19 Juni 2026 - 11:18 WIB

Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Bersinergi, Buka Jalan Kreator Indonesia Raup Peluang di Era AI

17 Juni 2026 - 20:17 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak di Kedungkandang, Bapenda Kota Malang Tegaskan PKB Tidak Naik

17 Juni 2026 - 12:46 WIB

Bulan Kesadaran Katarak, Ishk Tolaram Eye Centre Hadirkan Diskon Operasi hingga 40 Persen dan Cek Mata Gratis

14 Juni 2026 - 16:32 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Kabupaten Malang, Warga Bertahan demi Menjaga Pengeluaran Rumah Tangga

13 Juni 2026 - 20:17 WIB

UMM Bangun Pabrik Infus Muhammadiyah, Siap Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional Mulai 2027

11 Juni 2026 - 20:24 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !