“Wilujeng Suro” di Padepokan Hukum Lesanpura, Momentum Introspeksi Diri dan Pelestarian Budaya Jawa - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 17 Jun 2026 20:10 WIB ·

“Wilujeng Suro” di Padepokan Hukum Lesanpura, Momentum Introspeksi Diri dan Pelestarian Budaya Jawa


 W. Tuhu Prasetyanto, S.H., M.H., managing partner pada kantor hukum Asmojodipati, Andi Rachmanto, S.H managing partner pada kantor hukum Maha Patih Law Office, Teguh Setyobudi, S.HI., M.H., budayawan yang juga akademisi, serta para tokoh-tokoh budaya lainnya dan juga para mahasiswa magang, saat sesi foto bersama. (Yan) Perbesar

W. Tuhu Prasetyanto, S.H., M.H., managing partner pada kantor hukum Asmojodipati, Andi Rachmanto, S.H managing partner pada kantor hukum Maha Patih Law Office, Teguh Setyobudi, S.HI., M.H., budayawan yang juga akademisi, serta para tokoh-tokoh budaya lainnya dan juga para mahasiswa magang, saat sesi foto bersama. (Yan)

BACAMALANG.COM – Menyambut datangnya Tahun Baru Jawa 1 Suro, Padepokan Hukum Lesanpura menggelar kegiatan bertajuk “Wilujeng Suro” yang berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi diri, doa bersama, sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, praktisi hukum, budayawan, akademisi, mahasiswa magang, serta warga sekitar. Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memanjatkan harapan agar tahun yang baru membawa keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat.

Pimpinan Padepokan Hukum Lesanpura, Fajar Wongsodimejo, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa bulan Suro tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Jawa, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai kebajikan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Wilujeng Suro merupakan pengingat bagi kita semua untuk menata hati, memperbaiki diri, dan mempererat persaudaraan. Nilai-nilai luhur budaya Jawa harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa. Kita juga tidak perlu terjebak dalam perbedaan perhitungan penanggalan, karena perbedaan sejatinya merupakan berkah sekaligus dinamika yang memperkaya kehidupan bermasyarakat,” ujar Fajar yang juga merupakan dosen di salah satu universitas di Malang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut W. Tuhu Prasetyanto, S.H., M.H., selaku Managing Partner Kantor Hukum Asmojodipati, Andi Rachmanto, S.H., Managing Partner Maha Patih Law Office, Teguh Setyobudi, S.HI., M.H., budayawan sekaligus akademisi, serta sejumlah tokoh budaya lainnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Rachmanto mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan “Wilujeng Suro” yang dinilainya mampu menjadi ruang refleksi bersama sekaligus sarana menjaga harmoni dalam keberagaman budaya Indonesia.

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum evaluasi diri bagi kita semua agar tetap selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Nusantara. Jangan sampai kita melupakan ajaran para pendahulu dalam menjalani kehidupan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Padepokan Hukum Lesanpura yang tidak hanya menjadi wadah bagi insan hukum, tetapi juga tetap konsisten melestarikan budaya di tengah berbagai tantangan penegakan hukum saat ini,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan diskusi kebudayaan, doa keselamatan, dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, Padepokan Hukum Lesanpura berharap dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya bangsa.

Tradisi menyambut bulan Suro sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa yang sarat nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur. Berbagai daerah di Pulau Jawa hingga kini masih mempertahankan tradisi Wilujengan maupun Grebeg Suro sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan harmoni sosial.

Melalui penyelenggaraan “Wilujeng Suro”, Padepokan Hukum Lesanpura kembali menegaskan komitmennya untuk terus merawat nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebangsaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab, harmonis, dan berkeadilan.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ketua MA Tutup Kejurnas PTWP XX 2026, Beri Bonus Juara dan Tekankan Semangat Persaudaraan

17 Juni 2026 - 01:41 WIB

KONI Kota Batu Gelar Tes VO2Max untuk Persiapan Porprov X Jatim 2027 di Surabaya

16 Juni 2026 - 12:10 WIB

MPI Kota Malang Sukses Sabet Medali di Kejurprov Modern Pentathlon Jatim 2026 Piala Wali Kota Madiun

15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Digelar di 10 Venue, Kejurnas Tenis Beregu XX Piala Ketua MA RI 2026 Semarakkan Kota Malang

13 Juni 2026 - 20:37 WIB

The Midlife Theory Rilis Single Kedua “Utuh Walau Tak Lengkap”, Lanjutan Perjalanan Emosional Setelah “it’s over”

13 Juni 2026 - 15:28 WIB

Wali Kota Wahyu Hidayat: Kejurnas PTWP XX 2026 Perkuat Malang sebagai Kota Sport Tourism Nasional

12 Juni 2026 - 22:25 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !