BACAMALANG.COM – Menyambut datangnya Tahun Baru Jawa 1 Suro, Padepokan Hukum Lesanpura menggelar kegiatan bertajuk “Wilujeng Suro” yang berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi diri, doa bersama, sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, praktisi hukum, budayawan, akademisi, mahasiswa magang, serta warga sekitar. Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memanjatkan harapan agar tahun yang baru membawa keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat.
Pimpinan Padepokan Hukum Lesanpura, Fajar Wongsodimejo, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa bulan Suro tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Jawa, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai kebajikan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Wilujeng Suro merupakan pengingat bagi kita semua untuk menata hati, memperbaiki diri, dan mempererat persaudaraan. Nilai-nilai luhur budaya Jawa harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa. Kita juga tidak perlu terjebak dalam perbedaan perhitungan penanggalan, karena perbedaan sejatinya merupakan berkah sekaligus dinamika yang memperkaya kehidupan bermasyarakat,” ujar Fajar yang juga merupakan dosen di salah satu universitas di Malang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut W. Tuhu Prasetyanto, S.H., M.H., selaku Managing Partner Kantor Hukum Asmojodipati, Andi Rachmanto, S.H., Managing Partner Maha Patih Law Office, Teguh Setyobudi, S.HI., M.H., budayawan sekaligus akademisi, serta sejumlah tokoh budaya lainnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Rachmanto mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan “Wilujeng Suro” yang dinilainya mampu menjadi ruang refleksi bersama sekaligus sarana menjaga harmoni dalam keberagaman budaya Indonesia.
“Semoga kegiatan ini menjadi momentum evaluasi diri bagi kita semua agar tetap selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Nusantara. Jangan sampai kita melupakan ajaran para pendahulu dalam menjalani kehidupan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Padepokan Hukum Lesanpura yang tidak hanya menjadi wadah bagi insan hukum, tetapi juga tetap konsisten melestarikan budaya di tengah berbagai tantangan penegakan hukum saat ini,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan diskusi kebudayaan, doa keselamatan, dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, Padepokan Hukum Lesanpura berharap dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya bangsa.
Tradisi menyambut bulan Suro sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa yang sarat nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur. Berbagai daerah di Pulau Jawa hingga kini masih mempertahankan tradisi Wilujengan maupun Grebeg Suro sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan harmoni sosial.
Melalui penyelenggaraan “Wilujeng Suro”, Padepokan Hukum Lesanpura kembali menegaskan komitmennya untuk terus merawat nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebangsaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab, harmonis, dan berkeadilan.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































