AMANAT SENYAP Joko Widodo mengawali perang yang sebenarnya - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 17 Agu 2022 12:42 WIB ·

AMANAT SENYAP Joko Widodo mengawali perang yang sebenarnya


 AMANAT SENYAP Joko Widodo mengawali perang yang sebenarnya Perbesar

Oleh : Dr Riyanto*

Terungkap mafia di tubuh Polri. Ferdy Sambo dan kelompoknya, masih menebar ancaman. Bahkan Kapolri tampak tidak berdaya.

Kanker sudah menyebar. Tidak hanya Polri. Pemerintahan, kejaksaan, BUMN, front gerombolan liar. Bahkan kemungkinan di dalam Istana.

“Sambil melirik Pangab Beni Moerdani dan Pangkopkamtib Sudomo, Pak Harto memuji Komandan Kodim tentang pembunuhan gali (gabungan anak liar) di Yogyakarta.
Ekspresi Pak Harto, dipahami sebagai perintah.
Beberapa waktu kemudian, petrus skala nasional, gali bergelimpangan.
Code of silence, amanat senyap.

Baju yang saya pakai ini dari Bangka Belitung.
Motif pucuk rebung. Yang melambangkan kerukunan. Warna hijau melambangkan kesejukan.
Jangan lagi ada politik identitas. Jangan ada lagi politisasi agama. Jangan ada lagi polarisasi sosial.
Code of silence, amanat senyap.

Presiden yang dikatakan plonga – plongo, bebek lumpuh, sedang “ngamuk”.
Kasus Ferdy Sambo, tidak komentar.
Jihad fisabilillah, menentang pemerintah, juga tidak komentar.

Akhir sambutan, lantang:
Dirgahayu Republik Indonesia.
Dirgahayu Pancasila.
Arwah Brigadir Yosua tersenyum. Tugas ketuhanan telah diselesaikan.
Seraya melayang, “aku akan bersama Bapa di Surga …..

??
Dirgahayu Republik Indonesia

*Nesu tanpa kanepson, ngguyu tanpa nggeguyu, ora amung anut ilining banyu.

*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya
*)Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tata Kelola Organisasi Profesi yang Guyub, Rukun, dan Berjiwa Seduluran

4 Oktober 2026 - 00:45 WIB

G30S/PKI dalam Cermin Hukum: Antara Kepastian, Keadilan, dan Impunitas yang Belum Selesai

30 September 2026 - 11:42 WIB

Irisan Perdata dan Pidana dalam Kasus Peralihan Hak atas Tanah dan Gugatan Cerai yang Didasarkan pada KDRT

26 September 2026 - 20:09 WIB

Berani Berproses: Dari Bale GMNI Menuju Panggung Dunia

22 September 2026 - 17:30 WIB

Sound Horeg: Bisnis Besar di Balik Tabir Budaya

22 September 2026 - 17:19 WIB

GMNI Bukan Underbow PKI, Sejarah Harus Dibaca dengan Data

20 September 2026 - 16:39 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !