BACAMALANG.COM – Upaya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan terus dilakukan Polres Malang. Salah satunya melalui kegiatan edukasi kepada siswa MAN 2 Turen mengenai bahaya bullying hingga cyberbullying.
Edukasi tersebut disampaikan Ipda Zaeni dari Polsek Turen dalam kegiatan Polisi Masuk Sekolah, Kamis (1/10/2026). Para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media sosial.
Dalam penyampaiannya, polisi menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik. Ejekan, penghinaan, intimidasi, hingga tindakan verbal yang dapat merendahkan atau menyakiti orang lain juga perlu diwaspadai.
Sementara itu, perundungan di ruang digital atau cyberbullying dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas di media sosial, seperti mempermalukan seseorang, menyebarkan informasi yang merugikan, memberikan komentar menghina, maupun melakukan intimidasi secara daring.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak perundungan yang dapat dirasakan oleh korban maupun lingkungan di sekitarnya. Polisi mengingatkan agar kekerasan dan ejekan tidak dijadikan bagian dari pergaulan sehari-hari.
Kasi Humas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran mengenai bahaya perundungan sejak dini.
“Anak-anak perlu memahami bahwa bullying bukan bagian dari candaan. Dampaknya bisa dirasakan korban maupun lingkungan sekitarnya. Karena itu, kami mengajak para siswa untuk saling menghormati dan tidak melakukan kekerasan, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ujar Budiono, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, upaya mencegah bullying tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Peran sekolah, keluarga, siswa, serta lingkungan sekitar diperlukan untuk menciptakan suasana pendidikan yang aman dan nyaman.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Turen berharap para siswa MAN 2 Turen semakin memahami pentingnya menghormati sesama serta berani mengambil sikap untuk mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah maupun ruang digital.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































