APA ITU PANCASILA Bung Karno mengelilingi delapan penjuru dirinya ….. - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 18 Agu 2022 08:53 WIB ·

APA ITU PANCASILA Bung Karno mengelilingi delapan penjuru dirinya …..


 APA ITU PANCASILA Bung Karno mengelilingi delapan penjuru dirinya ….. Perbesar

Oleh : Dr Riyanto*

Serpihan kecil, surga jatuh di bumi.
Ijo royo – royo, samudera luas, padang gersang, aliran berkelok bening airnya, Tamansari.

Dari ujung timur, tengah, ujung barat, manusia berkhidmat. Hitam, putih, sawo matang.
Bhinneka Tunggal Eka, tan hana dharma mangrwa.

Papua gagah perkasa. Perang demi peperangan jadi tontonan
Batak cerita lantang. Jawa tampak tidak punya pegangan.
Ribuan nilai berpilin dalam kesatuan bangsa.

Dadap, Randu Gumbala. Pigai, Matulessy, Tuan Guru Bajang, Nyoman Kendit hidup bersama.
“Aku Suto !
Sambil menepuk dada. Dari Jawa Timur, bangsa Nusantara.
“Bukan !, itu dadamu.
Naya melihat, masing – masing bagian punya nama. Kening, pipi, mata, mulut, dan gigi.

Naya bercerita. Bangsa ini tidak pernah memahami.
Pertapaan di kelok hilir sungai, dirangkul hutan lebat, belum terjamah manusia, “Boven Digoel Papua …..
Juga Gua Banceuy, Sukamiskin, Bengkulu, Bangka, dan Brastagi.
Tujuh Al A’rob, puncak tertinggi kehidupan.

Pemahaman Pancasila manusia, dibuka.
0. Ruh, tiupan hidup dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
0. Rasa, sensitivitas alam semesta.
0. Hati, cermin pahala dan dosa.
0. Akal budaya …..
0. Nafsu, potensi baik dan angkara murka.
Pancasila, lima karakter potensi kekuatan manusia.

PPKI, BPUPKI mengejawantahkan dalam kalimat indah untuk dunia. Untuk menamai potensi milik manusia. Untuk mengingatkan, di dalam jasad ada gumpalan-gumpalan potensi kekuatan merengkuh kesemestaan.

Dari sana Pancasila diturunkan, ditemukan, dikobarkan sebagai berkat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dzat yang patut kita untuk ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Segala sumber:
Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia …..

Bukan semata kalian yang memerdekakan, tapi berkat rahmat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukan semata Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, tapi budi pekerti luhur bangsa Nusantara. Tuhan selalu mengikuti keinginan hamba – hamba-Nya.

Pancasila tidak ada, karena dalam genggaman Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Pancasila ada karena harus mengejawantah dalam “memayungi” kehidupan berbangsa bernegara.

Pancasila Merdika ……
Dua kata sansekerta, merdi dan dika. Cerdas/ pintar dan jujur/ budi luhur.
Manusia Pancasila, mereka yang cerdas didasarkan kejujuran menjalani kehidupan.

Agama memerintahkan, “jagalah dirimu, jagalah keluargamu, dari jilatan api neraka.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengajarkannya ?

??????
Dirgahayu Republik Indonesia
Ki Riyanto Hanggendali, Universitas Brawijaya …..

*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya
*) Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT Arema ke-39: Merayakan Kebanggaan, Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan

11 Agustus 2026 - 01:26 WIB

Suroan Plus 17-an, Digeser Sound Horeg

10 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Muktamar ke-35 dan Ilusi Etalase: Menatap Wajah Penggerak Anonim NU di Abad Kedua

9 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Mata Hati Semesta Tidak Bisa Dibutakan: Membangun Kembali Peradaban Integritas di Tengah Krisis Kepercayaan

3 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Refleksi Peringatan Hari Ikrar Gerakan Pramuka

30 Juli 2026 - 12:23 WIB

Bangsa dalam Lorong Krisis Sistemik: Sebuah Ulasan Kritis tentang Hukum, Ekonomi, Keadilan, dan Kerusakan Peradaban

28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !