BACAMALANG.COM – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Bukit Watangan, Kabupaten Probolinggo, meluas hingga masuk ke wilayah Kabupaten Malang. Tiupan angin kencang membuat kobaran api melompati parit pembatas dan merembet ke kawasan Bukit Kursi, yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kondisi tersebut memicu respons cepat petugas gabungan. Sekitar 30 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak terus meluas.
Peristiwa itu mulai ditangani sekitar pukul 16.20 WIB. Petugas dari TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo, serta masyarakat mitra TNBTS langsung melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari sprayer elektrik, hidran portabel hingga garuk besi.
Sebelumnya, petugas berupaya menahan kobaran agar tidak menjalar ke sisi barat Bukit Watangan. Namun, kondisi angin yang cukup kencang serta vegetasi ilalang yang mengering membuat api bergerak cepat.
Sekitar pukul 17.10 WIB, kobaran api berhasil melompati parit pembatas wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Api kemudian membakar kawasan Bukit Kursi di wilayah TNBTS.
Tim gabungan selanjutnya mengalihkan konsentrasi penanganan ke titik api yang baru. Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, proses pemadaman masih terus dilakukan.
Sejumlah unsur pimpinan dan petugas terkait turun langsung ke lokasi untuk mengoordinasikan penanganan. Danramil 0818/24 Poncokusumo, Kapten Cke Bambang Widodo, mengatakan seluruh unsur dikerahkan untuk mencegah api meluas, khususnya ke arah permukiman warga.
“Kami bersama TNI, Polri, TNBTS, BPBD dan masyarakat mitra bahu-membahu melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke permukiman warga. Fokus kami saat ini mengamankan titik-titik rawan dan memastikan tidak ada korban jiwa,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Dalam penanganan tersebut turut terlibat AKP Teguh Iman Sugiharto, S.H., Kapolsek Poncokusumo beserta anggota, Septy selaku Kepala Bidang I TNBTS, Wisnu selaku Kepala Seksi II TNBTS bersama anggota, serta masyarakat mitra TNBTS dari unsur PKL, PPGST, MMP dan MPA.
Personel Siaga Oncall Kodim 0818/Kabupaten Malang juga diterjunkan untuk mendukung proses pemadaman.
Hingga laporan ini dibuat, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dari unsur petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Sementara itu, dampak kebakaran tercatat pada vegetasi di kawasan tersebut. Sejumlah pohon pinus dan hamparan ilalang dilaporkan terbakar.
Asap tebal yang ditimbulkan kebakaran juga berdampak pada aktivitas wisata di sekitar lokasi. Asap dilaporkan masuk ke area Cafe 360 Hillside sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung dan aktivitas operasional.
Petugas gabungan masih melakukan pengawasan dan penanganan di sejumlah titik untuk mencegah munculnya kembali kobaran api. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna memastikan perkembangan situasi dapat segera ditindaklanjuti.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi vegetasi mengering dan angin bertiup kencang. Penguatan deteksi dini, koordinasi antarinstansi, serta respons cepat di lapangan menjadi kunci untuk mencegah api meluas.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































