Bantu Pasarkan Produk Lokal di Masa Pandemi, EJSC Gelar Lomba Fotografi

Andhi Prasetyo saat melakukan wawancara di ruangan command center EJSC Malang (wahyu)

BACAMALANG.COM – Masa pandemi seperti ini tidak menghalangi untuk tetap berkreasi, banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat saling membantu dan menguatkan. Seperti salah satunya profesi fotografer.

Saat ini, banyak fotografer yang terimbas karena pandemi Covid-19 yang belum usai, tetapi banyak dari para fotografer tersebut yang ingin tetap mengekspresikan ide-ide kreativitasnya kembali. East Java Super Corridor (EJSC) menggelar lomba fotografi yang berdampak positif terhadap bakat fotografer, lomba fotografi yang mengambil foto produk lokal.

Kegiatan yang dinamakan photo exhibition yang bertempat di wilayah kerja EJSC Bakorwil III Malang ini dilaksanakan mulai tanggal 10 -18 Desember 2020. Bertajuk Sinergi Bantu IKM serta merayakan HUT – 75 Provinsi Jatim dengan menyajikan hasil karya talenta Millenial Job Center.

Acara hasil kolaborasi Millenial Job Center (MJC) dengan East Java Super Corridor (EJSC) Malang ini berfokus pada sinergi UKM. Di samping itu, gelaran ini juga didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Adviser EJSC, Andhi Prasetyo menjelaskan pihaknya mengumpulkan beberapa Industri Kecil Menengah (IKM) dan talenta-talenta fotografer. Ia melanjutkan, gelaran tersebut digabungkan dengan lomba HUT Provinsi Jatim yang dibuat oleh Bakorwil III Malang, dimana dalam lomba tersebut para peserta berlomba menampilkan foto produk terbaik. Andhi menambahkan acara ini baru pertama kalinya diadakan oleh EJSC.

“Jadi saya pikir dalam acara ini ada satu kemasan yang bagus ada semacam lomba foto, yang dimana lomba foto dan Disperindag karena ini orang bisa tahu ternyata di Malang ada talenta-talenta bagus melewati MJC dan EJSC itu,” tegas Andhi.

Andhi menuturkan EJSC adalah bentuk program pertama di bawah naungan pemerintahan. Fokus EJSC ini akan menjadi penghubung, yang bertujuan untuk mengumpulkan talenta kreatif, start up, industri kreatif dan influencer-influencer. Tidak hanya itu, Andhi melanjutkan, tempat ini ditujukan sebagai wadah kreativitas anak-anak generasi milenial, dan membimbing talenta-talenta yang serius dalam menjadi seorang fotografer.

Nantinya anggota EJSC akan dibimbing oleh seorang mentor berpengalaman agar memiliki bekal dan membantu mereka menemukan jati diri mereka sendiri dan kemudian juga akan dibantu menemukan klien yang sesuai dengan keahliannya.

“Kita juga membantu untuk membuat kepercayaan talenta ini bahwa program pemerintahan ini tidak seperti dahulu, kita sekarang membuat lebih terarah, jadi semua biaya mentor fotografi ini juga ditanggung oleh pemerintah, jadi dari pihak Disperindag akan membayarkan fee ke talenta, dan IKM mendapatkan output dari hasil talenta tersebut seperti katalog foto, video, video behind the scene yang bisa mereka share,” jelas Andhi.

Menurut Andhi, banyak hal yang harus dipelajari di dalam sebuah pengambilan foto, dan tuntutan saat ini sudah menuju era digitalisasi. Acara ini juga untuk membantu para pelaku IKM agar lebih optimal dalam memasarkan produknya dan diharapkan memiliki dampak yang sangat bagus bagi produsen produk lokal.

“Jadi ada beberapa IKM yang awalnya biasa saja, setelah kami foto itu hasilnya ternyata bagus banget, dan setelah itu foto-foto yang lama di Instagramnya diganti semua dengan memakai foto-foto dari talenta itu, dan dampaknya adalah omsetnya naik,” jawab pria asal Surabaya ini.

Andhi menuturkan sangat bangga dapat membantu sesama. Selain itu, Andhi menjelaskan EJSC ini juga mendapatkan beberapa apresiasi yang positif dari pihak pemerintahan karena EJSC berbeda dari program dinas yang masuk.

Kemudian, Andhi mengungkapkan saat ini talenta yang sedang berada di bawah naungan EJSC ada 8 talenta, 8 IKM dan satu mentor.

Ia menambahkan tempat ini juga selalu terbuka termasuk pendaftaran bagi anak-anak yang ingin menjadi talenta-talenta kreatif dan IKM-IKM di Kota Malang. Setelah itu, cv pendaftar akan di data dan ditampung , yang selanjutnya dikurasi sesuai dengan proyek yang diingankan oleh pemerintah.

“Jadi kami ini ingin selalu berbeda, setiap program dinas yang masuk kita selalu bedakan IKM-nya supaya merata, harapan kami yaitu semua mendapatkan fasilitas yang sama. Saya juga sampai saat ini tetap membuka pendaftaran, dalam artian membuka informasi kalau ada yang talenta dan IKM bikin apa itu ya saya data, jadi untuk fotografer di Malang, kita welcome mas kalau mereka mau join disini seperti memanfaatkan ruang atau mungkin mau join di program kami,” pungkas Andhi.(wah/zuk)