BACAMALANG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia menyusul gempa M 7,7 di Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026). Peringatan dinyatakan berakhir pukul 10:15:51 WIB.
Gempa bumi tektonik terjadi pukul 06:37:42 WIB di Pantai Selatan Mindanao, Filipina. Hasil analisis BMKG menunjukkan magnitudo 7,7 pada kedalaman 47 km. Episenter berada di 5,80° LU; 125,14° BT, atau 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Wilayah Malang Raya dipastikan tidak terdampak gempa bumi maupun potensi tsunami. Berdasarkan pemodelan BMKG, status Siaga 0,5–3 meter hanya berlaku untuk 15 daerah di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Status Waspada < 0,5 meter juga tidak mencakup wilayah Jawa Timur. Guncangan gempa bumi tidak dirasakan di Kota Malang, Kabupaten Malang, maupun Kota Batu.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. mengatakan, pencabutan dilakukan setelah tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. “Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada jam 10:15:51 WIB,” kata Wijayanto.
Berdasarkan SOP, BMKG merilis empat kali peringatan dini. Peringatan Dini 1 pukul 06:40:44 WIB memuat parameter gempa bumi dan status ancaman. Peringatan Dini 2 pukul 06:51:26 WIB berisi pembaruan parameter. Peringatan Dini 3 memuat hasil observasi tide gauge, dengan tsunami tertinggi 0,75 meter terdeteksi di Talengen, Sangihe pada pukul 08:20 WIB. Peringatan Dini 4 pukul 10:15:51 WIB menyatakan peringatan berakhir.
Gempa bumi dirasakan hingga Indonesia. Intensitas VI MMI terjadi di Miangas dan Melonguane, menyebabkan plester dinding jatuh. Intensitas V MMI di Siau dan Tagulandang, IV MMI di Morotai, Halmahera Utara, dan Kota Manado, serta III MMI di 13 daerah lain termasuk Ternate, Palu, dan Bitung. Hingga pukul 10:00 WIB, BMKG mencatat 20 gempa bumi susulan M 3,9 hingga M 6,7. Dua di antaranya dirasakan warga.
BMKG terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Masyarakat diminta tidak panik dan memastikan informasi resmi hanya dari kanal BMKG: Instagram atau X @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan aplikasi infobmkg.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































