Bisnis Helm "Repaint" ala motoGP, Jurnalis Ini Kebanjiran Order - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 16 Agu 2022 13:07 WIB ·

Bisnis Helm “Repaint” ala motoGP, Jurnalis Ini Kebanjiran Order


 Bisnis Helm “Repaint” ala motoGP, Jurnalis Ini Kebanjiran Order Perbesar

BACAMALANG.COM – Berawal dari kesukaannya mengoleksi helm full face, jurnalis di Kota Batu ini malah kebanjiran order. Adalah Eko Sabdianto, A.Md. Par yang semula dirinya tak menyangka, jika beberapa helm koleksinya itu ditawar dan kemudian dibeli oleh teman-temannya dari sesama komunitas motor pada saat touring bareng beberapa waktu lalu.

Padahal menurutnya, beberapa dari helm koleksinya itu merupakan produk repaint yang sengaja didesain dan dimodifikasi menyerupai dengan aslinya, walaupun ada diantaranya yang juga original.

Kepada awak media, Dian sapaan akrabnya menceritakan ihwal bisnis helm yang tengah digelutinya sejak 2017 hingga pada saat ini.

“Jadi memang awalnya saya tidak menyangka mengapa mereka bisa tertarik dengan helm koleksi saya. Sebab, saya sengaja merepaint helm full face biasa kepada seorang teman menjadi ala-ala motoGP,” tuturnya, Selasa (16/8/2022) siang.

Saat disinggung soal repaint helm, pria jebolan Akademi Pariwisata dan Perhotelan ini mengungkapkan, jika dirinya mempercayakan repaint helm tidak kepada sembarang orang.

“Terus terang, saya mempercayakan repaint helm kepada salah seorang teman yang yang sudah berpengalaman. Jadi, tidak asal merepaintkan helm kepada orang sembarangan,” ungkap dia.

Dian yang juga anggota CBR K-49 Community Malang ini menambahkan, jika saat ini terutama pada Minggu, banyak orang-orang yang meluangkan waktu liburannya dengan Sunmori (Sunday Morning Ride-red).

“Ya, mungkin karena Sunmori saat ini menjadi salah satu tren atau kegiatan yang sangat populer sekarang. Karena bukan hanya didominasi oleh kaum muda millenial saja, akan tetapi juga banyak orangtua pun yang turut serta,” ungkapnya.

Menurutnya, dewasa ini banyak sekali bikers yang berburu helm ala-ala atau repaint untuk dijadikan helm kedua bagi mereka.

“Jadi rata-rata memang mereka membeli helm yang menyerupai motoGP bukan untuk dipakai harian. Melainkan, mereka cenderung memakainya hanya pada saat Sunmori saja,” papar dia.

Pria yang gemar hobi fotografi ini mengungkapkan, jika memulai suatu usaha seperti dengan berbisnis helm tidak perlu untuk mempunyai toko.

“Karena seperti yang kita tau, bahwa sekarang ini zamannya sudah era digital, penjual bisa menawarkan dagangannya melalui media sosial, seperti facebook, instagram maupun grup-grup WhatsApp. Jadi yang terpenting, kita harus mempunyai barang dan ada kemauan berusaha untuk memfoto dengan tujuan mengenalkan produk yang akan kita pasarkan kepada konsumen,” tukasnya.

Kendati menggunakan mekanisme berjualan online, lanjut Dian yang juga anggota Helmet Lovers Indonesia ini, calon pembelipun tidak boleh percaya begitu saja dengan helm yang ditawarkan oleh si penjual.

“Karena hasil foto biasanya tidak sesuai dengan barangnya, dan untuk menghindari rasa kecewa atau penipuan, hendaknya bagi calon pembeli bisa memantau langsung atau sistem COD. Sehingga barang bisa sesuai dengan ekspektasi,” beber dia.

Saat ditanya berapa harga helm yang biasa dijual, dan apakah yang di repaint helm asli atau bukan, Dian mengungkapkan, jika itu tergantung dengan tingkat kerumitan desain repaint dan pasaran helm itu sendiri, serta keadaan barangnya.

“Kalau helmnya memang asli, contoh KYT TT Course Jaume Masia kita repaint SUOMY ala-ala motoGP yang dipakai Andrea Dovizioso, dan kalau harga sih memang bervariasi ya, sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 jutaan lah. Tapi, jika helm yang sedang viral atau banyak diburu orang bisa mencapai 5 jutaan ke atas. Seperti helm limited edition. Kebetukan, saya punya NHK GP Prime dan R6 edisi Mandalika Racing Team Indonesia plus dengan sertifikatnya. Dan biasanya, walaupun ajang motoGP Mandalika telah usai, tapi helm ini banyak diburu oleh para kolektor helm di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Tertarik mendapatkan penghasilan tambahan? Pilihannya bisa memulai bisnis berjualan helm dengan cara online, sebab bisnis penjualan perangkat safety yang wajib untuk berkendara ini tidak memerlukan modal yang besar dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan di rumah. (Yog)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Rayakan Anniversary Pertama, Ah Pek Kopitiam Malang Ajak Warga Malang Hidup Sehat Lewat Fun Run dan Program “Ah Pek Strava Check Point”

15 Mei 2026 - 10:30 WIB

Vario 125 Raib Saat Diparkir di Sukun, Pemilik Alami Kerugian Rp15 Juta

15 Mei 2026 - 09:12 WIB

Digerebek di Dampit, Dua Pengedar Sabu Malang Selatan Dibekuk Polisi

15 Mei 2026 - 06:49 WIB

Desak PERBASI Pusat Investigasi Dugaan Cacat Administrasi Kepengurusan di Kabupaten Malang

15 Mei 2026 - 06:40 WIB

Siaga Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Pertamina Patra Niaga Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim

14 Mei 2026 - 20:47 WIB

Polisi Tangkap Pengangkut Kayu Jati Ilegal di Sumbermanjing Wetan

14 Mei 2026 - 19:35 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !