BACAMALANG.COM – Kabupaten Malang memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan untuk memastikan satuan pendidikan mampu menjadi tempat yang aman bagi peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Workshop Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Malang di Aula Lantai 1 Masjid AR Fachrudin, Kampus 3 UMM, Sabtu (23/5/2026).
Dalam paparannya, Purwoto menegaskan bahwa sekolah harus mampu menjadi ruang yang tanggap dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.
“Sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga wajib menjadi ruang aman yang melindungi seluruh unsur di dalamnya,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada PDA Kabupaten Malang, IGABA, serta seluruh pimpinan dan pendidik ‘Aisyiyah se-Kabupaten Malang yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga simulasi bencana bersama rekan-rekan MDMC Tulungagung.
Menurutnya, sinergi pentahelix menjadi kunci utama dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, organisasi, hingga relawan dinilai penting untuk mewujudkan Kabupaten Malang yang tangguh bencana.
“Sinergi dan kolaborasi pentahelix seperti inilah yang menjadi kunci utama demi mewujudkan Kabupaten Malang yang tangguh bencana,” tegasnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































