Eng Ing Eng, Warung Halal Menu Melayu China Hadir di Pasar Klojen Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 11 Feb 2024 13:43 WIB ·

Eng Ing Eng, Warung Halal Menu Melayu China Hadir di Pasar Klojen Malang


 Sejumlah warga berkunjung di warung makan Eng Ing Eng di Pasar Klojen Kota Malang, Minggu 
(11/2/2024). (Nedi Putra AW) Perbesar

Sejumlah warga berkunjung di warung makan Eng Ing Eng di Pasar Klojen Kota Malang, Minggu (11/2/2024). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Perkembangan zaman, khususnya di era seperti sekarang ini menuntut pasar rakyat atau yang biasa disebut pasar tradisional, untuk lebih kreatif dan inovatif. Sebagai pemantiknya, sejumlah pasar telah tersentuh program revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang melalui OPD Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, yang bertujuan salah satunya, untuk menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat yang mati suri.

Dampaknya memang terasa, karena make over tersebut membuat beberapa pasar sudah lebih bersolek dan tampak lebih bersih.

Selain lebih nyaman untuk berbelanja, efek lainnnya adalah bisa membuka kesempatan orang untuk membuka lapak baru, khususnya di bidang kuliner.

Meski demikian, kebanyakan para pedagang atau wirausahawan membuka usahanya di sisi luar pasar, tentunya dengan alasan lebih mudah dilihat dan dijangkau konsumen.

Peluang ini dimanfaatkan pengusaha Didik Sapari dengan membuka warung makan di dalam area pasar Klojen Kota Malang.

Warung yang beroperasi di salah satu bagian bedak pasar itu diberi nama Eng Ing Eng, yang resmi beroperasi mulai Sabtu (10/2/2024).

Mengusung menu halal melayu-china, Warung Eng Ing Eng juga diberi dekorasi bernuansa oriental. (Nedi Putra AW)

Kepada BacaMalang.com, Didik mengatakan bahwa konsep warungnya adalah menggairahkan orang untuk berbelanja di dalam pasar rakyat.

“Khusus di pasar Klojen ini, di mana sebenarnya sudah ada beberapa warung, salah satunya nasi pecel yang legendaris, dan biasanya orang jualan kuliner yang relate dengan pasar, seperti jajanan tradisional, namun saya coba menghadirkan sesuatu yang lain,” ungkapnya, Minggu (11/2/2024).

Didik menyajikan konsep makanan halal melayu-china atau yang biasa disebut dengan kuliner peranakan. Mulai Cwi Mie, Nasi Telur, Bakmoy, hingga Sup Wonton dan Dim Sum.

Selain itu ia sengaja memanfaatkan momen Imlek untuk pembukaan warungnya dengan mengusung suasana dekoratif China yang meriah, agar eye catching, dan sesuai dengan menu-menu yang ditawarkan.

“Agar kesan orientalnya kuat, saya pakai nama Eng Ing Eng, mengacu pada nama awal sebuah klenteng tertua yang sudah dikenal di Malang, walaupun sebenarnya itu adalah jargon salah satu iklan di televisi pada era 80-an. Selain itu saya sengaja mengambil logo ayam bertelur, karena selain menu-menu di sini kebanyakan berbahan dasar telur, proses ayam itu sendiri saat bertelur merupakan filososi kuat sebuah usaha dan kerja keras,” urai owner warung kopi Klodjen Djaja 1956 ini.

Didik mengaku, konsep warungnya juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi rakyat.

Sebagian bumbu dapur dan bahan-bahannya ia beli dari lapak-lapak di pasar tersebut. Ia juga mengaku mendapat dukungan dari sejumlah pedagang di sekitarnya.

“Karena meski baru dua hari beroperasi, setidaknya banyak orang yang mulai tertarik untuk masuk ke dalam pasar, khususnya dari kalangan muda, mengingat promo yang dilakukan selama ini adalah melalui sejumlah platform media sosial,” ujarnya.

Didik optimistis, warung yang dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB ini dapat menjadi satu alternatif wisata kuliner di dalam pasar rakyat.

“Harapannya bisa lebih menghidupkan pasar dengan menarik perhatian orang untuk masuk dan berbelanja di dalamnya,” tandasnya.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 5,224 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bisa Bikin Milkshake Sendiri, Edukasi Coklat Seru di Batu Love Garden

29 April 2026 - 16:49 WIB

Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri

28 April 2026 - 09:41 WIB

Boutique B21 Malang Luncurkan Sarapan Menu Nusantara All You Can Eat di Akhir Pekan

24 April 2026 - 06:37 WIB

Audiensi dengan Mikutopia, Disnaker Kota Batu: Serap 95 Persen Tenaga Lokal, Komitmen Dukung PAD

13 April 2026 - 20:02 WIB

Live Musik Mikutopia Disambut Antusias, Wisatawan Ikut Berkolaborasi

12 April 2026 - 17:47 WIB

Mikutopia Fasilitasi Musisi dan Disabilitas, Live Musik Jadi Ruang Ekspresi Baru

11 April 2026 - 17:37 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !