Gairahkan Ekowisata Bahari Pantai Kondang Merak, Digelar Pemberdayaan SDM Nelayan

Berfoto bersama di sela-sela pelatihan SDM nelayan Pantai Kondang Merak. (ist)

BACAMALANG.COM – Kawasan Malang Selatan (Malsel) mempunyai potensi ekowisata salah satunya Pantai Kondang Merak, yang membutuhkan upaya maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Untuk menggairahkan Ekowisata Bahari Pantai Kondang Merak, beberapa pihak terkait melakukan sinergi menggelar Pelatihan Pemberdayaan SDM Nelayan.

“Kami melakukan sinergi menggelar Pelatihan Pemberdayaan SDM Nelayan.
Tujuan kegiatan ini adalah penguatan SDM nelayan dalam menjawab tantangan pengembangan ekowisata bahari dengan penguatan amenitas dan tata kelola manajemen kelompok / kelembagaan nelayan,” tegas Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM) Andik Syaifudin, Selasa (2/8/2022).

Kegiatan ini dilakukan di pasar mengingat pasar merupakan lokasi strategis terjadinya aktifitas jual beli produk dan jasa serta interaksi positif lainnya.

“Kenapa pasar dipilih karena bisa menjadi wadah untuk menghidupkan ekonomi keluarga nelayan, dengan menonjolkan produk-produk olahan nelayan seperti abon ikan, bakso ikan, oseng gurita, sate tuna, rendang ikan, ikan asap hingga ikan segar,” tuturnya.

Penguatan nelayan di Kabupaten Malang ini bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Pemkab Malang bersama mahasiswa Kuliah kerja Nyata-Tematik.

Kegiatan berlokasi di Pantai Kondang Merak, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, melibatkan 6 mahasiswa UB , 2 Lektor dan 2 staf ahli yang dipimpin Dr.Ir.Anik M.Hariati M.Sc.

Berbagai pihak meliputi UB, KUB Bina Karya Mina, LMDH Wono Raharjo, Sahabat Alam Indonesia, Pokmaswas Mina Mulya, dan Pemdes Sumberbening, berkolaborasi melakukan penguatan nelayan dalam keterlibatan pengembangan ekowisata bahari.

Pantai Kondang Merak terkenal dengan lanskap hutan pantai yang masih alami juga terkenal akan hasil tangkap nelayan dengan ikan ekonomis tinggi, dimana wisata kuliner menjadi daya tarik utama wisata yang sudah ada,

“Kami melakukan diskusi partisipasi dengan nelayan dan lembaga-lembaga desa serta pendamping yang terlibat sehingga menyepakati membangun pasar ikan sederhana dan membantu penguatan dengan pelatihan tata kelola manajemen kelompok nelayan,” kata Dr.Ir. Anik M.Hariati M.Sc.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 1 bulan dengan dilanjutkan program-program dan pelatihan yang bersinergi dengan berbagai pihak agar bisa berkelanjutan.

“Harapannya adalah dengan adanya kegiatan ini, akademisi bisa hadir sebagai bagian dari sinergi Hexahelix pembangunan. Yaitu Pemerintah, Akademisi, masyarakat, swasta, NGO/CSO/CO dan Media, khususnya dalam penguatan amenitas dan tata kelola manajemen kelompok nelayan untuk membantu pengembangan ekowisata bahari Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang,” pungkasnya.(had)