Gunawan-Sanusi Ikatan Pertemanan Direfleksikan Melalui Pemasangan Baliho yang Berdempetan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 24 Mei 2024 20:15 WIB ·

Gunawan-Sanusi Ikatan Pertemanan Direfleksikan Melalui Pemasangan Baliho yang Berdempetan


 Baliho HM Sanusi dan H Gunawan Wibisono HS terpampang berdempetan di salah satu sudut jalanan Kabupaten Malang. (ist) Perbesar

Baliho HM Sanusi dan H Gunawan Wibisono HS terpampang berdempetan di salah satu sudut jalanan Kabupaten Malang. (ist)

Oleh : Leoni Maulana

Dua kader terbaik PDI Perjuangan, H Gunawan Wibisono HS dan HM Sanusi sedang harap-harap cemas menunggu restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Malang 2024.

Meskipun Sanusi sedikit lebih diuntungkan dengan statusnya sebagai Bupati petahana, tetapi Gunawan tidak akan hanya sekedar duduk manis menanti keputusan partai. Baginya sebagai seorang politisi, persaingan antar kader sesama partai adalah hal biasa. Persaingan itu merupakan wujud dari demokrasi sesungguhnya.

Beda di gelanggang, beda di keseharian. Gunawan dan Sanusi boleh saja sekarang bersaing berebut rekomendasi untuk maju di Pilkada Kabupaten Malang, namun keduanya tetaplah sahabat yang sama-sama menyimpan kenangan masa lalu dan tak boleh begitu saja dilupakan.

Sejak remaja, keduanya sudah menjalin tali pertemanan. Sama-sama berasal dari Kecamatan Gondanglegi, keduanya juga memilih menapaki karir yang hampir sama. Sebelum terjun di dunia politik, Sanusi dikenal sebagai juragan tebu, sementara Gunawan lebih tersohor sebagai seorang pengusaha. Kedua kolega ini sama-sama berhasil. Jika kita pergi ke Gondanglegi dan bertanya dimana kediaman kedua orang tersebut, tidak mungkin tidak ada yang mengetahui.

Keberhasilan keduanya di bidang usaha masing-masing, tidak dipungkiri menjadi salah satu faktor mereka pada akhirnya masuk politik. Faktor lainnya, Sanusi dan Gunawan sudah cukup populer di masyarakat. Kala Sanusi memutuskan menjadi seorang politisi, partai mana yang tidak tergiur untuk merekrutnya sebagai kader, dengan modal kepopuleran dan kekayaan yang sudah melekat.

Berbicara dunia politik, Sanusi memang memulai lebih awal dibandingkan Gunawan. Pria kelahiran 20 Mei 1960 itu mengawali karir politiknya sebagai kader PKB sejak tahun 1999. Sedangkan Gunawan, baru memantapkan diri untuk berpolitik setelahnya.

Pada tahun 2004 hingga 2014, Sanusi tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang. Setelah itu, karir politik Sanusi mulai merangkak naik. Pada periode 2014 sampai 2018, Sanusi duduk di kursi Wakil Bupati Malang.

Keberuntungan memihak Sanusi pada 2018, ketika Bupati Malang saat itu, Rendra Kresna menjadi pesakitan karena terjerat kasus korupsi. Sanusi kemudian naik jabatan sebagai Plt Bupati menggantikan posisi Rendra.

Dengan statusnya sebagai petahana, Sanusi cukup percaya diri maju dalam kontestasi politik daerah Kabupaten Malang 2020. Kejutan diciptakan Sanusi. Ia yang selama ini kenal sebagai kader PKB tulen, membelot, maju sebagai calon Bupati Malang dan bergabung dengan PDI Perjuangan.

Bergabungnya Sanusi ke PDI Perjuangan, tentu saja diikuti kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. Sanusi yang berpasangan dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, sukses menumbangkan dua pasangan calon lainnya.

Beda Sanusi, beda Gunawan. Gunawan dapat merasakan duduk nyaman di kursi legislatif tingkat Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2014. Sebelum Sanusi bergabung di PDI Perjuangan, Gunawan sudah mendahului.

Kini, menjelang pesta demokrasi di Kabupaten Malang, kedua sosok yang dikenal agamis ini mendaftarkan diri sebagai kandidat bakal calon Bupati dari PDI Perjuangan. Gunawan terlebih dahulu mengambil formulir di DPC PDI Perjuangan pada Rabu (1/5/2024), melalui relawan Poros Perjuangan. Sedangkan Sanusi, melalui para relawannya, mengambil formulir pada Minggu (5/5/2024).

Meskipun beda hari saat pengambilan formulir pendaftaran, keduanya sama-sama mengembalikan pada Rabu (8/5/2024), hanya waktu saja yang membedakan. Kesamaan lain yang muncul pada saat pengembalian formulir itu, baik Sanusi ataupun Gunawan, membawa pasukan kesenian bantengan mberot.

Pasca melakukan pendaftaran, Gunawan sendiri mulai bergerak mengetuk hati masyarakat Kabupaten Malang. Sejumlah baliho besar bergambar dirinya terpampang di berbagai sudut jalanan di Kabupaten Malang. Pada gambar itu juga terlihat jargon yang menarik perhatian, ‘Siap Tandang, Abah Gun Untuk Kabupaten Malang’.

Belakangan, setelah baliho Gunawan berteparan, Sanusi juga tidak mau kalah. Sejumlah baliho bergambar Sanusi terpasang di sudut jalanan, bahkan beberapa diantaranya menempel di sebelah baliho Gunawan.

Ada yang menafsirkan bahwa ikatan pertemanan keduanya direfleksikan melalui pemasangan baliho yang berdempetan itu. Selayaknya pertemanan mereka yang tak terpisahkan. Namun, ada pandangan lain yang menegaskan bahwa Sanusi enggan diganggu dalam pencalonannya kali ini di Pilkada Kabupaten Malang.

Dari baliho Sanusi, ada narasi yang menarik, yang seakan mengindikasikan bahwa dirinya tidak cukup percaya diri untuk maju lagi lewat PDI Perjuangan. ‘Apapun Partainya Tetap Abah Sanusi Bupatinya’, bunyi narasi di baliho Sanusi.

Lalu, jika baliho Gunawan tegas didominasi warna merah khas PDI Perjuangan, baliho Sanusi justru tidak menampakkan itu. Padahal, keduanya sama-sama kader partai berlambang banteng moncong putih.

Menarik untuk di nanti, bagaimana nasib pertemanan Sanusi dan Gunawan ketika salah satu diantara mereka telah mendapat penugasan untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Malang mendatang. Apakah tetap berlanjut sebagai kolega yang saling dukung, atau berakhir sampai di sini saja?

*) Penulis : Rakyat Kabupaten Malang, Leoni Maulana
*) Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari BacaMalang.com

Artikel ini telah dibaca 451 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hari Lahir Pancasila: Merawat Gagasan Besar di Tengah Bangsa yang Terus Berubah

1 Juni 2026 - 20:09 WIB

1 Juni: Pancasila dan Tugas Sejarah Kaum Muda Mengawal Republik

1 Juni 2026 - 17:39 WIB

Dua Puluh Satu Mei Reformasi: Ketika Semangat Pemuda Kabupaten Malang Diuji oleh Zaman

22 Mei 2026 - 11:19 WIB

Membaca Dengan Kritis Hibah Aset Daerah Oleh Pemkab Malang ke UNIBRAW

18 Mei 2026 - 20:43 WIB

“Pokoknya Ada” dan Ilusi Partisipasi Anggaran

24 April 2026 - 11:08 WIB

Melukis Malang dalam Busana

21 April 2026 - 18:27 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !