BACAMALANG.COM – Meski pelaksanaan sholat Idul Adha tahun ini tidak berbarengan, namun eksistensi Idul qurban tetaplah sama, yakni menyiarkan agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamiin.
Pelaksanaan sholat Id di kampus tiga Universitas Muhammadiyah Malang di laksanakan di helipad dengan khotib dan imam Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof.Dr.H. Syamsul Anwar.
Wakil Rektor Dua UMM Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan perbedaan itu tidak harus dijadikan polemik.
“Bagaimana kita mentoleransi adanya perbedaan itu, di indonesia Muhammadiyah menetapkan hari Raya jatuh pada tanggal 9 Juli 2022, berdasarkan hisab,sedangkan jamaah haji di Makkah sedang wukuf di arofa (haji akbar),” jelasnya Sabtu (9/7/2022)
Masih kata Nazar, perbedaan itu hendaknya diambil hikmahnya.
“Dengan adanya perbedaan ini, melalui niat kita berkurban untuk kemaslahatan umat, dan perbedaan ini tidak dijadikan polemik dan debat berkepanjangan, jika pemerintah sudah menetapkan hari raya tanggal 10 yang mau melaksanakan ya silahkan, tapi Muhammdiyah menetapkan hari raya Iedul Adha tanggal 9 Juli 2022,” ujarnya usai mengikuti penyembelehan hewan qurban.
Sementara ketua panitia Idul qurban, Muhammad Arif Zuhri, menjelaskan, jumlah hewan qurban yang di sembelih didalam kampus, ada yang didistribusikan keluar kampus.
“Kali ini ada 6 ekor sapi 4 kita sembelih dan 2 ekor kita didistribusikan ke luar, salah satunya ke lapas wanita, sedang untuk kambing ada 33 ekor kambing, 6 kita sembelih dan sisanya 27 kita distribusikan keluar diantaranya ke Sumbermanjing wetan dan lapas Lowokwaru,” jelasnya
Arif menambahkan untuk pendistribusian daging qurban, disiapkan seribu kupon.
“Kami siapkan 1000 kupon untuk karyawan dan dosen, pelaku bisnis dan warga sekitar kampus,” imbuhnya
Masih menurut Arif selaku ketua panitia Idul Qurban, untuk memaknai hari raya qurban kali ini Green qurban UMM
“Green qurban UMM maksudnya adalah, upaya kita dalam membantu program Go Green, oleh karena itu kita menungganakan besek bukan plastik, hal ini dalam rangka meminimalisir pemakaian plastik”, paparnya
Sementara terkait maraknya PMK, di UMM sendiri hewan qurban yang di datangkan seluruhnya kondisi sehat.
“Panitia menyiapkan tiga pakar yang ahli kesehatan hewan, hal ini dalam rangka mengecek kesehatan hewan, pakar ahli kesehatan hewan ini akan melihat, dagingnya dan hati hewan yang disembelih, dirinya berharap semoga ada program percepatan vaksinasi bagi hewan, meski daging hewan tidak menular jika di makan manusia,” pungkasnya.(Him)




















































