Ini 7 Catatan Diskusi Ngobar di Pendopo Kembang Kopi - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 28 Jun 2020 16:46 WIB ·

Ini 7 Catatan Diskusi Ngobar di Pendopo Kembang Kopi


 Ini 7 Catatan Diskusi Ngobar di Pendopo Kembang Kopi Perbesar

BACAMALANG.COM – Owner Pendopo Kembang Kopi Malang Piet Widiadi mengatakan, resep eksis di tengah pandemi adalah menjalankan kearifan budaya lokal salah satunya kembali menjalankan budaya Karang Kitri.

“Resep eksis di tengah pandemi adalah menjalankan kearifan budaya lokal salah satunya kembali menjalankan budaya Karang Kitri,” tegas Piet Widiadi usai Ngobar (Ngopi Bareng) di Pendopo Kembang Kopi di Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2020).

Kegiatan diskusi yang dikemas santai yaitu ngopi bareng diadakan hari Minggu. Setelah penat dengan pekerjaan selama seminggu sebelumnya maka diskusi ini menjadi wadah untuk merefresh otak serta menambah ilmu baru mengenai salah satu usaha dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Kegiatan yang penuh dengan suasana santai dan hangat ini turut dihadiri oleh warga sekitar pendopo dan juga beberapa komunitas di Malang Raya.

Diantaranya peserta yang hadir ialah ibu lurah, ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar pendopo, Komunitas Pasar Rakyat Desa (KOMPOR), Padepokan Cinta Tanah Air dari Kepanjen, Rupa Duta Malang Raya, EJEF (East Java Ecoturisems Forum), Komunitas Omah Hijau serta mahasiswa UMAHA Sidoarjo.

Peserta diskusi saling mengutarakan pengalaman mereka terkait dengan Karang Kitri yang telah mereka laksanakan di tempat masing-masing.

Pietra Widiadi selaku pemantik diskusi tersebut membuka kegiatan dengan memaparkan apa yang dimaksud dengan Karang Kitri.

Piet mengatakan, Bangsa Indonesia mempunyai peradaban yang tinggi, adiluhung dan salah satunya adalah budaya Karang Kitri yang saat ini dibutuhkan untuk survive di tengah pandemi yang memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan manusia.

“Literasi Budaya Karang Kitri di tengah pandemi. menarik dijalankan karena diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat memanfaatkan lahan produktif di sekitar rumah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk meminimalisir pengeluaran,” terang pria alumnus FISIP Universitas Airlangga ini.

Sementara itu Fasilitator Pendopo Kembang Kopi Agus Sugiarto mengatakan, setidaknya ada 7 catatan rangkuman dari diskusi santai ini.

Pertama, Karang Kitri menjadi gerakan budaya yang mempunyai manfaat sebagai Ketahanan pangan rumah tangga dan keluarga.

Kedua, Karang Kitri bisa dijalankan untuk pembedayaan ekonomi keluarga dengan menurunkan pengeluaran rumah tangga.

Ketiga, perlunya dilakukan pembangunan ekonomi solidaritas dengan membentuk kelompok usaha bersama berbasis komunitas.

Keempat, pentingnya membangun ekonomi dengan peningkatan ekonomi keluarga berbasis pangan lokal dan kearifan lokal.

Kelima, perlunya dijalankan optimalisasi peran PKK sesuai dengan pangan lokal dan apotik keluarga.

Keenam, pentingnya dilakukan konservasi alam dan lingkungan untuk penghidupan berkelanjutan.

“Ketujuh adalah perlunya dilakukan edukasi secara sistematis dan massif melibatkan semua pihak, agar tertanam kesadaran masyarakat menjalankan Karang Kitri agar bisa bertahan di tengah pandemi,” tegas Agus. (Had/Red)

Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Panen Perdana 4 Kuintal Jagung Manis, Lapas Malang Dorong Warga Binaan Lebih Mandiri

3 Oktober 2026 - 07:26 WIB

ROG Perluas Edukasi AI, Malang Jadi Persinggahan Kedua ROG AI Masterclass

26 September 2026 - 01:15 WIB

Pembinaan PKK dan UMKM di Pakisaji Dorong Administrasi Tertib dan Usaha Makin Kreatif

22 September 2026 - 11:41 WIB

POCARI SWEAT Run 2026 Tutup Rangkaian dengan 56.559 Pelari, Bandung Jadi Puncak Perhelatan

20 September 2026 - 16:36 WIB

Kolaborasi Beragam Atria Hotel Malang, dari Komunitas hingga Wedding Event

19 September 2026 - 10:14 WIB

Tergiur Cepat Cuan? BEI Ingatkan Warga Malang Pegang Prinsip 2L Legal dan Logis Sebelum Investasi

17 September 2026 - 20:37 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !