Jadikan UMKM Desa Srigonco Bantur Naik Kelas, Diadakan Pelatihan Branding UMKM - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 20 Jul 2022 14:13 WIB ·

Jadikan UMKM Desa Srigonco Bantur Naik Kelas, Diadakan Pelatihan Branding UMKM


 Jadikan UMKM Desa Srigonco Bantur Naik Kelas, Diadakan Pelatihan Branding UMKM Perbesar

BACAMALANG.COM – Untuk menjadikan UMKM Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang naik kelas, diadakan Pelatihan Branding UMKM di Balai Desa, belum lama ini.

“Alhamdulillah Pelatihan Branding UMKM Desa Srigonco Bantur berjalan sukses. Dan antusiasme peserta para pelaku UMKM Desa Srigonco mengagumkan,” tegas penanggung jawab kegiatan Branding UMKM Sasya Miranda Mayang Sari.

Ia menjelaskan tujuan kegiatan istimewa ini. “Apa tujuan kegiatan ?. Kami ingin menaikkan kelas UMKM dengan cara mengenalkan UMKM Desa Srigonco melalui media sosial dan _E-commerce,” tuturnya.

Peserta bersemangat mengikuti kegiatan meliputi Sosialisasi pentingnya kepemilikan NIB, P-IRT dan SIUP bagi pelaku UMKM Desa Srigonco, serta pelatihan pembuatan logo produk, media sosial dan _E-commerce.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan Dimarko Wetan mengatakan pihaknya berharap agar Produk UMKM Desa Srigonco dapat dikenal dan dipasarkan lebih luas.

“Apa harapannya? Harapannya produk UMKM Desa Srigonco dapat dikenal dan dipasarkan lebih luas,” tuturnya.

Untuk diketahui produk olahan makanan ringan di Desa Srigonco beragam macamnya seperti; keripik pisang, keripik tempe, dan carang mas.

Tempat produksi jajanan ini berada di tempat tinggal para produsennya dan masih berskala produksi kecil karena masih mengandalkan tenaga pribadi untuk pengolahan bahan.

Adanya penutupan lokasi wisata Pantai Balekambang saat pandemi sehingga tidak ada wisatawan, menjadikan kegiatan usaha makanan ringan atau jajanan tersebut sempat mengalami penurunan jumlah produksi serta membuat penghasilan produsennya ikut menurun.

Para pedagang di daerah Balekambang juga ikut menutup sementara lapak usahanya. Para produsen juga menemukan kendala dalam hal marketing dan branding untuk mengenalkan produknya diluar daerah sendiri.

Hal itu merupakan salah satu akibat dari kurangnya kemampuan pemiliki usaha dalam mengoperasikan sarana teknologi dan sosial media atau platform penjualan lainnya.

Selain itu, keberadaan pusat produksi yang kurang terekspos juga membuat usaha tersebut sulit diketahui oleh masyarakat di luar Desa Srigonco.

“Diharapkan hasil dari kegiatan ini memberikan manfaat optimal sehingga mendongkrak kesejahteraan warga,” pungkasnya.(had)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

19 Pelaku Curat dan Curanmor Diringkus, Warga Diimbau Waspada Meski di Lingkungan Sendiri

2 Juli 2026 - 05:34 WIB

Dosen Kimia FSTeM UB Dampingi Warga Pandanwangi Sulap Limbah Organik Jadi Produk Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi

1 Juli 2026 - 20:44 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota Beri Cek Kesehatan Gratis untuk Driver Ojol Wanita, Wujud Kepedulian kepada Mitra Kamtibmas

1 Juli 2026 - 18:39 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Perkuat Komitmen Pelayanan Humanis dan Sinergi Jaga Kamtibmas

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

Deteksi Dini TBC di Poncokusumo: 180 Warga Jalani Skrining, 10 Orang Terindikasi Sugestif

1 Juli 2026 - 13:32 WIB

Asah Kemampuan Penyidik, Satreskrim Polres Malang Tuntaskan Dikbangpes Bintara Reserse Mandiri 2026

1 Juli 2026 - 13:00 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !