Oleh : Dr. Riyanto*
MERDEKA BELAJAR
“Berfikir, berbicara, dan kerja nyata
Renungkan ilmu, kalau hanya datang dari buku. Mengendapkan pikiran, dari ide milik orang. Mung bisa muni, ora bisa nglakoni.
Begitulah kira kira semangat pak menteri akhir akhir ini …..
“Alhamdulillah, saya punya usaha alat alat tulis kantor dan kuliner !”
Dengan bersemangat, salah satu mahasiswa bercerita tentang keberhasilannya.
“Membelikan ibu sebidang tanah.
Obsesi kala kecil, keluarga pindah kontrakan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Dunia kerja menjadi harapan kampus merdeka. Belajar di luar kurikulum, hard skills/ soft skills. Serasi dengan konsep minat dan bakat mahasiswa. Termotivasi, bahagia, gigih, dan tidak segera puas diri.
Bakat-bakat itu hendaknya dipertemukan dengan pencari bakat. Didudukkan pada tempat duduk masing-masing (dilungguhke marang palungguhane dewe – dewe).
Program yang tidak asing. Bisa jadi pak menteri melirik kata – kata ini. Direvisi, agar tampak baru sama sekali.
Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Di depan memberi contoh (realita kerja), di tengah membangun keinginan (kritis terhadap krisis), di belakang bertanggung jawab (profesional).
Intonasinya tepat, maknanya tepat, jumlahnya tepat.
Kata – kata indah, se indah pencetusnya, pelopor pendidikan pribumi Indonesia, Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara.
Dirgahayu Republik Indonesia.??
*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang
*Isi tulisan menjadi tanggung jawab sepenuhnya penulis.






















































