Ngopi Sambil “Sinau Bareng”, Padhang e Ati Ajak Warga Lawang Bangkitkan Kesadaran - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 3 Sep 2026 06:43 WIB ·

Ngopi Sambil “Sinau Bareng”, Padhang e Ati Ajak Warga Lawang Bangkitkan Kesadaran


 Berfoto bersama penuh kehangatan di kegiatan digelar Komunitas Padhang e Ati Perbesar

Berfoto bersama penuh kehangatan di kegiatan digelar Komunitas Padhang e Ati "Sinau Bareng Padhang e Ati". (Yuri Maula for bacamalang).

BACAMALANG.COM – Secangkir kopi menjadi teman berbincang warga Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (1/9/2026) sore. Namun, pertemuan di Ghobed Cafe, Sumber Porong, Lawang, itu bukan sekadar agenda ngopi bersama.

Komunitas Padhang e Ati mengemasnya dalam kegiatan bertajuk “Sinau Bareng”, sebuah ruang bertemu untuk ngaji, berdiskusi, sekaligus membangun kesadaran bersama tentang kehidupan sosial dan masa depan masyarakat.

Tak ada panggung maupun sekat antara pembicara dan peserta. Seluruh peserta duduk lesehan membentuk lingkaran. Suasananya dibuat egaliter, sehingga siapa pun bisa ikut berbicara, bertanya, maupun menyampaikan pandangan.

Diskusi tersebut menghadirkan tiga tokoh dengan latar belakang berbeda. Mereka adalah Gus Levi dan Gus Faiz dari pengurus Pondok Pesantren Al Mustaqim, serta Dr. I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant., M.A., dosen Universitas Negeri Malang.

Perbedaan latar belakang itu justru menjadi kekuatan dalam forum. Agama, pendidikan, budaya, dan persoalan sosial dipertemukan dalam satu ruang percakapan yang santai namun tetap sarat makna.

Gus Levi dalam kesempatan tersebut mengajak peserta melihat pentingnya kesadaran dalam menjalani kehidupan.

“Jiwa itu adalah kesadaran yang membuat tubuh bergerak,” ujarnya.

Pesan tersebut kemudian dikembangkan dalam diskusi mengenai bagaimana masyarakat tidak hanya memiliki kesadaran dalam kehidupan beragama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta ikut mengambil peran dalam membangun peradaban.

“Kita ingin membangkitkan kesadaran. Bukan hanya kesadaran beragama, tapi juga kesadaran untuk membangun peradaban dan kepedulian sosial,” ujar perwakilan Komunitas Maiyah Lawang, Yuri Maula, kepada Bacamalang, Rabu (2/9/2026).

Peserta yang hadir pun berasal dari berbagai kalangan. Anak-anak muda komunitas, ibu-ibu, hingga masyarakat umum duduk bersama dalam suasana akrab. Tidak ada jarak antara satu dengan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sholawat bersama. Setelah suasana menjadi lebih cair, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sejumlah warga juga mendapat ruang untuk menampilkan karya seni.

Tak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, kegiatan tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku UMKM melalui bazar. Dengan begitu, aktivitas komunitas sekaligus menjadi kesempatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.

Bagi Padhang e Ati, “Sinau Bareng” merupakan bagian dari upaya membangun ruang-ruang perjumpaan yang mampu menumbuhkan potensi masyarakat, memperkuat solidaritas, sekaligus membangun kepedulian sosial di Lawang.

Harapannya, kesadaran yang tumbuh dari ruang-ruang sederhana seperti ini tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kesadarannya bangun, insyaallah peradabannya ikut kebangun,” pungkasnya.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mahasiswa UB Teliti Sisi Gelap Pelecehan Seksual Berbasis AI Generatif Di Media Sosial X

3 September 2026 - 09:21 WIB

Polda Jatim Sambangi Bocah 3 Tahun Korban Kekerasan di Kota Malang, Kondisinya Berangsur Pulih

3 September 2026 - 05:33 WIB

Fraksi PDI Perjuangan: Perubahan APBD Kabupaten Malang 2026 Harus Berorientasi Pada Rakyat

2 September 2026 - 13:08 WIB

Puncak Kemarau, BPBD Kabupaten.Malang Salurkan 966 Ribu Liter Air Bersih ke 6 Desa

2 September 2026 - 11:25 WIB

Maling Bobol Kos di Ngijo Karangploso, Motor CBR hingga Tabung LPG Raib

2 September 2026 - 10:17 WIB

Pemdes Candirenggo Bergerak Cepat, Korban Kebakaran Singosari Terima Bantuan BPBD

2 September 2026 - 06:01 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !