BACAMALANG.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-3 Almarhum KH. Rusdi Akrom Mubarok menjadi momentum bagi Keluarga Besar dan Alumni Langgar Waqof Darul Huda untuk kembali memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Kotalama Gang 5, RT 06, 07, 08, RW 02, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (25/8/2026), tersebut dihadiri ratusan santri, wali santri, serta warga sekitar.
Tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, peringatan Maulid dan Haul ini sekaligus menegaskan keberadaan Langgar Waqof Darul Huda sebagai ruang pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, serta wadah untuk mempererat ukhuwah islamiyah.
Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan. Para jamaah mengikuti rangkaian acara sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengenang keteladanan KH. Rusdi Akrom Mubarok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan langgar tersebut.
Pembawa acara, Ustadz Ulil, membuka kegiatan dengan mengajak seluruh jamaah memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, wali santri, serta seluruh santriwan dan santriwati yang hadir.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Al-Ustadz Muhammad Badri Ja’far, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat Nabi, penampilan Bid’atul Darsan oleh para santri, sambutan pengasuh, hingga doa penutup.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Badri Ja’far mengajak jamaah tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW secara seremonial, tetapi juga menjadikan sunnah dan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Menghidupkan sunnah Nabi, mendirikan sholat lima waktu, mendidik dan mengaji bersama putra-putri kita, serta saling tolong-menolong dan hidup rukun di dalam keluarga maupun tetangga,” pesannya.
Menurutnya, tantangan kehidupan masyarakat saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan globalisasi. Karena itu, nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan perlu terus diperkuat, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Perkembangan zaman tidak bisa lagi dibendung. Harus kita siasati dan filter, supaya terjaga rasa ukhuwah islamiyah antar sesama keluarga besar santri Langgar Waqof Darul Huda. Semoga nilai-nilai religi yang ditanamkan Rasulullah semakin kuat. Ayo kita teladani sikap Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua RT 08, Sa’roni. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dan Haul memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk menjaga kerukunan antarwarga Kotalama,” ujarnya.
Semangat para santri turut terlihat dalam penampilan Bid’atul Darsan. Mereka menunjukkan kemampuan hafalan sekaligus pemahaman terhadap ajaran agama di hadapan para jamaah.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen keberlanjutan pendidikan keagamaan di Langgar Waqof Darul Huda. Langgar tidak hanya diposisikan sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi, tempat belajar agama, serta sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-3 KH. Rusdi Akrom Mubarok kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Al-Ustadz Asnari. Doa dipanjatkan untuk almarhum, keluarga besar Langgar Waqof Darul Huda, para santri, serta seluruh masyarakat agar senantiasa memperoleh keberkahan dan keselamatan.
Melalui momentum tersebut, Langgar Waqof Darul Huda kembali menunjukkan bahwa lembaga keagamaan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai moral, membentuk karakter generasi muda, sekaligus menjadi perekat ukhuwah di tengah perubahan zaman.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































