Pendapatan Ojol Diklaim Presiden Naik 3 Kali Lipat, Driver Malang: Kenyataannya Tetap Sama - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 24 Agu 2026 19:13 WIB ·

Pendapatan Ojol Diklaim Presiden Naik 3 Kali Lipat, Driver Malang: Kenyataannya Tetap Sama


 Tangkapan layar tayangan Sidang Tahunan MPR Presiden Prabowo menyampaikan rekomendasi pemerintah yang diumumkan Juni lalu sedang diproses menjadi Perpres telah membuat pendapatan pengemudi ojol bertambah, yakni bagian yang diterima pengemudi naik dari 80% menjadi 92% dan potongan aplikator dibatasi maksimal 8%. (ist) Perbesar

Tangkapan layar tayangan Sidang Tahunan MPR Presiden Prabowo menyampaikan rekomendasi pemerintah yang diumumkan Juni lalu sedang diproses menjadi Perpres telah membuat pendapatan pengemudi ojol bertambah, yakni bagian yang diterima pengemudi naik dari 80% menjadi 92% dan potongan aplikator dibatasi maksimal 8%. (ist)

BACAMALANG.COM – Klaim pemerintah mengenai peningkatan pendapatan pengemudi ojek online (ojol) hingga dua bahkan tiga kali lipat mendapat tanggapan berbeda dari pengemudi di lapangan.

Dalam Sidang Tahunan MPR, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa rekomendasi pemangkasan potongan aplikator dinilai mampu meningkatkan pendapatan pengemudi ojol. Kebijakan tersebut membuat porsi pendapatan yang diterima pengemudi meningkat, sementara potongan aplikator dibatasi maksimal 8 persen.

Namun, kondisi tersebut belum dirasakan seluruh pengemudi. Oky, salah seorang pengemudi Gojek di Malang, mengaku pendapatannya masih relatif sama meski potongan aplikator telah turun.

Oky yang setiap hari bekerja sekitar 9–10 jam mengatakan, perubahan potongan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penghasilannya.

“Tidak ada kenaikan pendapatan. Cuma naik Rp4 doang dan Rp280 per trip pendek di bawah 4 km,” ujar Oky kepada BACAMALANG, Senin (24/8/2026).

Sebagai gambaran, data dari aplikasi GoPartner milik Oky pada Kamis (21/8/2026) menunjukkan pendapatan bersih dari tiga perjalanan yang diselesaikannya hanya mencapai Rp31.280.

Rinciannya, Trip 1 menghasilkan Rp8.280 untuk jarak 1,72 kilometer. Kemudian Trip 2 sebesar Rp14.996 dengan jarak 7,46 kilometer, sedangkan Trip 3 menghasilkan Rp8.004 untuk jarak 3,16 kilometer.

Dari masing-masing perjalanan tersebut, Oky juga memperoleh tambahan 150 poin performa.

Menurut Oky, turunnya potongan aplikator tidak otomatis membuat pendapatan pengemudi meningkat. Sebab, pada saat yang sama terdapat perubahan pada tarif perjalanan yang diterima pengemudi.

“Potongannya memang turun, tetapi tarifnya juga turun. Jadi belum terasa ada peningkatan pendapatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, besaran penghasilan pengemudi saat ini tidak hanya ditentukan oleh persentase potongan aplikator. Riwayat order, performa, serta lamanya pengemudi aktif atau online juga turut memengaruhi pendapatan.

Karena itu, Oky berharap pemerintah bersama perusahaan aplikator kembali mengevaluasi struktur biaya layanan dan skema tarif yang berlaku.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu memastikan adanya keseimbangan antara kepentingan aplikator dengan kesejahteraan pengemudi yang menjadi ujung tombak layanan transportasi online.

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa rekomendasi pemerintah yang diumumkan pada Juni lalu dan kini sedang diproses menjadi Peraturan Presiden (Perpres) telah berdampak pada peningkatan pendapatan pengemudi ojol.

Presiden menyebut bagian pendapatan yang diterima pengemudi meningkat dari sebelumnya sekitar 80 persen menjadi 92 persen. Sementara potongan untuk aplikator dibatasi maksimal 8 persen.

Prabowo juga mengatakan banyak pengemudi melaporkan adanya peningkatan pendapatan yang signifikan. Bahkan, menurutnya, terdapat pengemudi yang mengaku pendapatannya meningkat dua kali lipat hingga tiga kali lipat.

Namun bagi Oky, klaim tersebut belum menggambarkan kondisi yang ia rasakan sehari-hari sebagai pengemudi Gojek di Malang.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ngopi Sambil Belajar Kesehatan dan Bangun Peluang Penghasilan Tambahan di Coffee Party Malang

23 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Sri Untari Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Malang

21 Agustus 2026 - 19:59 WIB

FEB UKWK Malang dan RKZ Perluas Kolaborasi Magang serta Riset Mahasiswa

20 Agustus 2026 - 10:31 WIB

PT Marbu Indo Verpond Hadirkan Paving Block Spektakuler, Jadi Tulang Punggung Pembangunan Malang Raya

18 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Kontraktor Tak Dibayar Developer, User Wangsakarta PrimaLand Siap-siap Ngaplo

18 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mahasiswa KKN-T 07 UNIRA Malang Dampingi UMKM Lokal di Desa Langlang Hadapi Era Digital

18 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !