Dua KA Tujuan Malang Terlambat, KAI Daop 8 Minta Maaf - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 28 Agu 2026 08:00 WIB ·

Dua KA Tujuan Malang Terlambat, KAI Daop 8 Minta Maaf


 Para penumpang KA menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Malang. (ist) Perbesar

Para penumpang KA menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Perjalanan dua kereta api (KA) tujuan Malang mengalami keterlambatan cukup signifikan akibat gangguan operasional di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Kamis (27/8/2026).

Gangguan terjadi di petak jalan Srowot–Klaten dan berdampak pada perjalanan sejumlah kereta api, termasuk KA yang menuju Stasiun Malang. Dua perjalanan yang terdampak yakni KA 68 Malabar relasi Bandung–Malang dan PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak keterlambatan tersebut.

“KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi. Gangguan operasional di wilayah Daop 6 Yogyakarta berdampak pada perjalanan sejumlah KA sehingga diperlukan pengaturan perjalanan dan koordinasi secara bertahap untuk memastikan perjalanan tetap berlangsung dengan aman,” ujar Mahendro.

Ia menjelaskan, gangguan tersebut terjadi setelah sarana kereta api terdampak insiden tertemper truk di JPL 295 pada jalur hulu antara Srowot–Klaten.

KAI kemudian melakukan penanganan dan evakuasi sarana secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan pelanggan, petugas, serta kelancaran perjalanan kereta api.

Setelah proses evakuasi selesai, pengaturan perjalanan kembali dilakukan secara bertahap untuk memulihkan pola operasi sekaligus meminimalkan dampak keterlambatan terhadap perjalanan KA lainnya.

Berdasarkan pemantauan pada Kamis pagi, KA 68 Malabar tercatat berada di Stasiun Palur pukul 06.48 WIB dengan keterlambatan mencapai 297 menit.

KA relasi Bandung–Malang tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Malang pukul 11.49 WIB dengan keterlambatan sekitar 297 menit.

Sementara itu, PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang berada di Stasiun Walikukun pada pukul 09.48 WIB dengan keterlambatan 35 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Malang pukul 14.25 WIB.

“Kami sangat mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan kepercayaan pelanggan, khususnya pelanggan KA Malabar yang terdampak keterlambatan cukup panjang. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi rencana perjalanan pelanggan,” kata Mahendro.

Menurutnya, petugas terus melakukan pemantauan dan pengaturan perjalanan agar pola operasi dapat kembali normal secara bertahap. Namun, estimasi waktu kedatangan masih dapat berubah menyesuaikan kondisi operasional di lapangan.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI juga memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku. Layanan tersebut disesuaikan dengan durasi keterlambatan, antara lain berupa minuman, makanan ringan, dan/atau makanan berat.

“Service recovery kami berikan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian KAI kepada pelanggan yang terdampak. Kami berharap layanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama perjalanan mengalami keterlambatan,” terang Mahendro.

KAI mengimbau pelanggan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama proses pemulihan operasional. Informasi terbaru mengenai perjalanan KA dapat diperoleh melalui petugas di stasiun maupun kanal informasi resmi KAI.

“KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk dalam menghadapi kondisi operasional yang berdampak pada perjalanan. Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,” pungkas Mahendro.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Satu Sepatu-Seribu Harapan, Atria Hotel Malang Wujudkan Kepedulian Sosial Siswa SDN 2 Sumberpasir

26 Agustus 2026 - 18:40 WIB

RS Hermina Kepanjen Resmi Beroperasi, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Kabupaten Malang

26 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Pendapatan Ojol Diklaim Presiden Naik 3 Kali Lipat, Driver Malang: Kenyataannya Tetap Sama

24 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Ngopi Sambil Belajar Kesehatan dan Bangun Peluang Penghasilan Tambahan di Coffee Party Malang

23 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Sri Untari Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Malang

21 Agustus 2026 - 19:59 WIB

FEB UKWK Malang dan RKZ Perluas Kolaborasi Magang serta Riset Mahasiswa

20 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !