Noorca M Massardi: 50 Juta Orang Nonton Film Nasional dari 80 Juta Pemirsa Film Bioskop di Indonesia Tahun 2024 - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 31 Des 2024 22:21 WIB ·

Noorca M Massardi: 50 Juta Orang Nonton Film Nasional dari 80 Juta Pemirsa Film Bioskop di Indonesia Tahun 2024


 Para pendukung film Perbesar

Para pendukung film "Bangsal Isolasi" bersama para penonton di studio 1 Mopic Cinemas Malang, belum lama ini. Penonton film nasional di Indonesia tembus 50 juta pemirsa di tahun 2024 ini.(Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Jumlah penonton film bioskop di Indonesia diperkirakan akan mencapai 80 juta pemirsa di akhir tahun 2024 ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari separonya atau sekitar 50 juta adalah penonton film nasional.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, Noorca M Massardi saat berkunjung ke Rumah Budaya Ratna di Malang belum lama ini.

Noorca menyebutkan, para penonton nasional tersebut dibagi menjadi 2 genre.

“Mereka sebagian besar penonton film horor, dan sebagian kecil adalah penonton film drama, serta komedi di tengah-tengahnya,” ujar pria yang masih segar di usia yang ke-70 tahun ini.

Menurut mantan presenter program TV Cinema-Cinema ini, genre film horor masih akan diproduksi karena masih banyak penontonnya, yakni di atas 300 ribu penonton, malah bisa sampai 3 hingga 5 juta penonton, yang merupakan pasar yang sangat bagus untuk industri film nasional.

“Jadi kita jangan bicara soal moral, etika, konten pembodohan atau pencerahan, karena sekarang orang itu ingin yang namanya hiburan. Namun bukan sekedar hiburan tapi juga sensasi mengalami rasa takut. Rasa takut yang menjadi kebutuhan paska Covid khususnya,” ungkap Noorca.

Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, Noorca M Massardi (tengah), saat berkunjung ke Rumah Budaya Ratna di Malang beberap waktu lalu. (Nedi Putra AW)

Ia menyebutkan, setelah Covid, genre horor kembali meledak yang ditandai dengan suksesnya Film “KKN di Desa Penari” yang tembus 10 juta penonton.

Sementara film mix komedi-horor “Agak Laen” juga mampu meraup lebih dari 9 juta penonton setelah film tersebut tayang selama 98 hari.

“Jadi genre horor ini banyak efeknya, terutama dari sisi jumlah produksi, jumlah crew, maupun jumlah sutradara serta produser baru. Sampai November 2024 ini tercatat 90 lebih produser film dari 5 sampai 10 yang ada sebelumnya di Indonesia,” terang pria yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi majalah berita bergambar Jakarta Jakarta ini.

Menurut Noorca, genre ini disukai karena relate terhadap kedaerahan. Film–film horor banyak relevansinya dengan daerah-daerah, bukan hanya di Jawa, tapi juga Bali, Medan, Sulawesi dengan kearifan lokal dan kekayaan bahasa daerahnya masing-masing.

Oleh karena itu, imbuhnya, sebagai anggota LSF, dirinya setiap kali ke daerah selalu berupaya mengajak dan mengimbau orang-orang agar membuat film dengan kultur dan bahasa daerah sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika.

Noorca menyebut “Sekawan Limo”, film horor-komedi besutan Bayu Skak adalah salah satu contohnya.

“Pada satu sisi mungkin dianggap negatif, tapi di sisi lain juga sebagai ajang promosi kearifan lokal daerah,” tandas suami dari penulis novel Rayni N. Massardi ini.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 215 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Rayakan Anniversary Pertama, Ah Pek Kopitiam Malang Ajak Warga Malang Hidup Sehat Lewat Fun Run dan Program “Ah Pek Strava Check Point”

15 Mei 2026 - 10:30 WIB

Vario 125 Raib Saat Diparkir di Sukun, Pemilik Alami Kerugian Rp15 Juta

15 Mei 2026 - 09:12 WIB

Digerebek di Dampit, Dua Pengedar Sabu Malang Selatan Dibekuk Polisi

15 Mei 2026 - 06:49 WIB

Desak PERBASI Pusat Investigasi Dugaan Cacat Administrasi Kepengurusan di Kabupaten Malang

15 Mei 2026 - 06:40 WIB

Siaga Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Pertamina Patra Niaga Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim

14 Mei 2026 - 20:47 WIB

Polisi Tangkap Pengangkut Kayu Jati Ilegal di Sumbermanjing Wetan

14 Mei 2026 - 19:35 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !