Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Media Komik untuk Mudahkan Penerimaan Siswa - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 15 Des 2023 14:05 WIB ·

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Media Komik untuk Mudahkan Penerimaan Siswa


 Hasil karya Komik berjudul Kehadiran Islam Mendamaikan Nusantara oleh Novita Ayu Anggayati, Siswi kelas 9D SMPN 2 Sumberpucung. (ist) Perbesar

Hasil karya Komik berjudul Kehadiran Islam Mendamaikan Nusantara oleh Novita Ayu Anggayati, Siswi kelas 9D SMPN 2 Sumberpucung. (ist)

Oleh: Sihabudin*

Melakukan inovasi dan kreasi menjadi kunci penting seorang pengajar untuk bisa menyampaikan materi pelajaran dengan enjoy, menyenangkan dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Hal ini termasuk juga untuk Pembelajaran mata pelajaran (mapel) Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP.

RAGAM ASPEK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Aspek-aspek pendidikan agama Islam meliputi aspek pendidikan tauhid, pendidikan Akhlak (perilaku), pendidikan aka!, norma atau hukum (Syariah) dan aspek pendidikan jasmani.

Terdapat landasan pedagogik
dalam PAI di sekolah, yaitu manusia sebagai makhluk pendidikan yang mampu dididik dan mendidik, pendidikan sepanjang hayat, pendidikan sebagai kebutuhan manusia dan manusia sebagai makhluk religius.

METODE PEMBELAJARAN PAI

Metode dalam pembelajaran PAI, secara garis besar antara lain: ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, eksperimen, demonstrasi, tutorial/bimbingan dan problem solving (pemecahan masalah)

Metode pembelajaran PAI, yang dapat diterapkan, di antaranya adalah metode ceramah, demonstrasi, inquiry, diskusi, resitasi, karyawisata, sosiodrama, seminar, eksperimen, diakronik, sinkronik, problem solving, empiris, hiwar, amtsal, targhib, tarhib, keteladanan, pembiasaan dan pembelajaran dengan sarana komik.

Maksud dan tujuan pengajaran PAI adalah memberikan bimbingan, asuhan terhadap anak agar kelak selesai pendidikannya dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam, serta menjadikannya sebagai jalan kehidupan, baik pribadi maupun kehidupan masyarakat.

Drs Sihabudin Zuhri MP.d, Guru SMPN 2 Sumberpucung Kabupaten Malang.(ist)

Metode pembelajaran PAI mempunyai tujuan pertama untuk menolong peserta didik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan berpikir yang logis dan sistematis.

Tujuan kedua membiasakan peserta didik berpikir sehat, rajin, sabar dan teliti dalam menuntut ilmu.

Pengajar bisa melakukan salah satu terobosan melalui media komik, yang diharapkan bisa mewujudkan tujuan meliputi :
– anak-anak termotivasi untuk berliterasi
– mudah menghafal tahun berdiri kerajaan dan nama-nama raja
– munculnya kreasi dan inovasi mandiri siswa.

KOMIK PEMBELAJARAN, MANFAAT DAN FUNGSI

Komik pembelajaran merupakan media yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam memahami suatu materi.

Penggunaan analogi dan penggambaran cerita dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu siswa untuk memahami suatu materi.

Komik mempunyai manfaat dalam dunia pendidikan. Yaitu mengurangi kebosanan pada saat proses pembelajaran karena selama ini guru lebih cenderung menggunakan metode ceramah.

Penggunaan komik di beberapa sekolah dapat meningkatkan hasil belajar ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai hasil tes.

Adapun fungsi komik sebagai sarana edukasi, yakni menciptakan minat para peserta didik diharapkan melalui bimbingan guru, komik dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan minat peserta didik terhadap pemberian bimbingan yang dilakukan.

Terdapat bermacam-macam komik, meliputi : Komik Strip yang banyak dijumpai di surat kabar dan majalah.

Komik Buku, merupakan Komik yang paling banyak ditemui, Komik Humor, yaitu menampilkan cerita lucu membuat pembaca untuk tertawa, Komik Ilmiah, Komik Biografi, Komik Edukasi/Pendidikan, Komik Promosi dan Komik Kartun/Karikatur.

Di dalam komik terdapat beberapa elemen-elemen utama (unsur) yang umumnya ditemukan seperti panel gambar, parit (ruang kosong antar panel), balon kata/balon teks, serta ilustrasi.

Komik mempunyai gambar yang befungsi memperjelas isi atau informasi dari suatu bacaan merupakan penggambaran dari sebuah teks.

Untuk membuat komik dibutuhkan penetapan tujuan, yakni apakah komik akan menyampaikan suatu pesan tertentu, atau hanya berupa hiburan.

Komik menjadi media yang tidak hanya dapat digunakan untuk menghasilkan hiburan semata.

Berdasarkan jenis ceritanya, komik dapat dibagi ke dalam 4 jenis yaitu: komik edukasi, komik promosi (iklan), komik wayang, dan komik silat.

Komik edukasi berfungsi sebagai hiburan dan edukatif dan komik promosi (iklan) biasanya digunakan untuk keperluan promosi sebuah produk.

Komik mempunyai ciri-ciri, meliputi cerita dalam gambar dan bahasa. Ciri-ciri komik yang pertama bisa dilihat dari penyampaian cerita yang dituangkan dalam bentuk gambar dan bahasa. Ciri yang kedua adalah bersifat proporsional, dan memuat percakapan.

Komik juga mempunyai sifat kepahlawanan, yakni penggambaran watak. Dan ciri terakhir adalah mengandung humor.

Komik mempunyai bahasa yang digunakan sebagian besar merupakan kata-kata yang diucapkan oleh karakter dan merupakan bahasa lisan.

Hal ini membuat bahasa yang digunakan sangat informal, dirangkai dari kalimat- kalimat sederhana dengan bahasa yang sederhana.

Adapun teknik yang digunakan dalam membuat komik yakni Teknik Tradisional atau traditional technique.

Kedua, teknik Digital yaitu teknik menggambar komik yang banyak digunakan oleh profesional dan ketiga, adalah Teknik Hibrid.

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat komik, adalah menentukan cerita. Dalam tahap ini, pilih tema komik, rancang kerangka besar gagasan cerita, dan tentukan setting atau latar cerita yang akan menjadi fokus dalam karya komik

Pada komik terdapat teks yang mempunyai fungsi yakni menjelaskan peristiwa dari sudut pandang tokoh. Melengkapi dan memperdalam penyampaian gambar. Membantu pembaca memahami isi dan alur cerita.

Di dalam komik ditampilkan gambar seni menggunakan gambar-gambar tidak bergerak membentuk alur cerita yang berhubungan.

HASIL RISET PEMBELAJARAN KOMIK TINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR

Mengutip hasil riset di kelas X SMA dr Soetomo Surabaya,pembelajaran menggunakan komik bisa meningkatkan minat dan hasil belajar, dimana terdapat 2 kesimpulan.

Pertama, dari hasil independent
sampel t test didapatkan informasi, ada beda hasil belajar antara kelas pengguna media komik dengan kelas
bukan pengguna media komik yang dibuktikan melalui rerata kelas mediakomik (77,36) dan rerata kelas bukan media komik (53,51).

Kedua, dari hasil dari uji analsis statistik deskriptif menunjukkan bahwa ada pengaruh pengaplikasian media komik digital bagi minat belajar peserta didik, yang dibuktikan melalui hasil uji analsis statistik deskriptif dai kuesioner yang diisi oleh siswa.

Siswa yang menanggapi sangat setuju dan setuju (83,9%) serta yang menanggapi tidak setuju dan sangat tidak setuju (16,1%).

Berdasarkan hasil dan simpulan
yang didapatkan dari penelitian
pengaruh penggunaan media komik digital yang telah teruji mempunyai implikasi terhadap meningkatnya hasil belajar beserta minat belajar peserta didik.

Adapun implikasi dari menggunakan media komik digital selama berlangsungnya pembelajaran, adalah sebagai berikut :

Media komik digital dapat dijadikan preferensi untuk menyampaikan informasi mengenai materi pembelajaran, sehingga guru dapat melaksanakan aktivitas belajar
mengajar dengan lebih bervariatif memakai media komik digital.

Media komik digital juga memiliki dampak dalam mengoptimalkan minat belajar peserta didik, sehingga peserta didik kerasan dan enjoy selama belajar mengajar berlangsung, sehingga hasil belajar siswa meningkat.

Keunggulan lain adalah siswa mempunyai kesempatan mempelajari sendiri materi yang akan diajarkan karena media komik digital bisa dibaca dimanapun.

Termasuk ketika siswa kesulitan menjawab sebuah soal, siswa dapat dengan gampang melihat kembali materi yang ada di dalam media komik digital.

DAFTAR PUSTAKA

Amalia, S. (2022). Pengaruh
Penggunaan Media Komik
Terhadap Hasil Belajar kelas III MI Tarbiyatul Islamiyah Gresik.

Amil, A. J., & Rosid, A. (2018).
Pengaruh Prnggunaan Media
Augmented Reality Terhadap
Kemampuan Menulis Teks
Deskripsi Berorientasi Kurikulum
2013 Pada Siswa Kelas VII MTS
Negeri Bangkalan. STILISTIKA,

Azizah, F. N. (2018). Pengembangan Media Komik Berbasis Literasi Untuk Siswa SMP Kelas VII. In eprints UMM.

Batubara, H. H. (2020). Media
Pembelajaran Efektif (1st ed.).
Fatawa Publishing.

Florayu, B., Isnaini, M., & Testiana, G.(2017). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Komik
Terhadap Peningkatan Hasil
Belajar Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Palembang.

Inayati, I., Fatin, I., & Sujinah, S.
(2021). Penerapan Metode
Field Trip Melalui Google
Classroom dalam Pembelajaran
Penulisan Teks Laporan Hasil
Observasi di Masa Pandemi
Covid-19.

Irmiah, L., Sujinah, Ngatma’in,
Haryanti, T., & Supriyanto, E.
(2023). Kualitas Video
Pembelajaran Teks Eksplanasi
Peristiwa 10 November Elemen
Membaca dan Memirsa. Jurnal
Elsa.

Kemdikbud. (2022). Buku Saku
Kurikulum Merdeka; Tanya
Jawab. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Khasanah, N., Ngazizah, N., &
Anjarini, T. (2021). Pengembangan Media Komik Dengan Model Problem Based Learning Kelas IV SD. Jurnal
Pendidikan Dasar, 2(1), 25–35.

Liansari, V., & Untari, R. S. (2020).
Strategi Pembelajaran (V.
Rezania (ed.); 1st ed.). UMSIDA
Press.

Mahardika, A. I., Wiranda, N., &
Pramita, M. (2021). Pembuatan
Media Pembelajaran Menarik
Menggunakan Canva Untuk
Optimalisasi Pembelajaran
Daring. Jurnal Pendidikan Dan
Pengabdian Masyarakat.

Meilana, S. F., & Aprilianti, R. (2022). Pengaruh Media Pembelajaran
Komik Terhadap Keterampilan
Bercerita Bahasa Indonesia Siswa Kelas III Jaticempaka VI Bekasi.
AKRAB JUARA.

Nurdyansyah. (2019). Media
Pembelajaran Inovatif. In
News.Ge (1st ed.). UMSIDA
Press.

Siskawati, Y., & Ramadan, Z. H.
(2022). Pengembangan Media
Komik untuk Meningkatkan
Kemampuan Membaca Siswa
Sekolah Dasar. Scaffolding:
Jurnal Pendidikan Islam Dan
Multikulturalisme.

Sukariyadi, T. I. (2022).Manajemen Kurikulum. In Thesis Commons
(Issue Januari).

Suparman, I. W., Eliyanti, M.,
Hermawati, E., & Kuningan, U.
(2020). Pengaruh Penyajian
Materi dalam Bentuk Media
Komik.

*) Penulis adalah Drs Sihabudin Zuhri MP.d, Guru Kelas 9 SMPN 2 Sumberpucung Kabupaten Malang

*) Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari BacaMalang.com

Artikel ini telah dibaca 1,843 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Membaca Dengan Kritis Hibah Aset Daerah Oleh Pemkab Malang ke UNIBRAW

18 Mei 2026 - 20:43 WIB

“Pokoknya Ada” dan Ilusi Partisipasi Anggaran

24 April 2026 - 11:08 WIB

Melukis Malang dalam Busana

21 April 2026 - 18:27 WIB

Refleksi Hari Kartini: Perempuan dan Pendidikan, Warisan Kartini di Era Modern

21 April 2026 - 15:29 WIB

Etika Politik yang Makin Tidak Elok

17 April 2026 - 15:54 WIB

Permisif terhadap Perubahan yang Merusak

23 Maret 2026 - 12:00 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !