BACAMALANG.COM-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30, tahun 2026 Jawa Timur di Pasar Bentoel Kota Malang dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), Janti, Kota Malang, Jumat (29/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Khofifah membagikan sembako dan zakat produktif kepada para pedagang di pasar Bentoel, yang dilanjutkan dengan meninjau berbagai kegiatan sosial dan layanan gratis untuk para lansia di UPT RSBN Malang.
Acara ini mengusung semangat “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, yang menghadirkan beragam layanan dan aktivitas menarik, mulai dari pembagian zakat produktif dan daging kurban, pemeriksaan kesehatan serta skrining mata, layanan fisioterapi, hingga salon lansia, yang tidak dipungut biaya alias 100% gratis.
Tidak hanya itu, para lansia juga dapat menikmati pentas seni, dukungan UMKM lansia melalui angkringan hasil panen Ladangku, serta berbagai bantuan seperti alat bantu mobilitas dan 20 rombong usaha.
Khofifah menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan penghormatan kepada para lanjut usia yang telah menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.
Hal ini diwujudkan Pemprov Jatim dengan menggelontorkan anggaran sebanyak Rp.108 miliar per tahun untuk program jaminan hidup lansia.
Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi menuturkan, bahwa menurut data, pada tahun 2026 ini terdapat 6,7 juta lansia di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau lapak UMKM lansia dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 Jawa Timur di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), Janti, Kota Malang, Jumat (29/6/2026). (Nedi Putra AW)
“Bagi para lansia tersebut, kami sudah menyiapkan Program Keluarga Harapan Plus atau PKH Plus, sebagai bantuan sosial yang disalurkan bekerja sama dengan bank daerah,” ujarnya saat mendampingi kunjungan gubernur.
Restu menjelaskan, bahwa untuk lansia PKH Plus yang tidak berdaya diberikan jaminan hidup sebanyak Rp.108 miliar dengan sasaran 54.000 penerima.
“Untuk saat ini, tercatat 950 penerima manfaat yang masuk dalam kategori lansia tidak berdaya di luar sasaran PKH Plus,” imbuhnya.
Sedangkan bagi kelompok lansia berdaya, yang masih aktif menjadi tulang punggung keluarga atau merawat cucunya, ada stimulus ekonomi agar mereka tetap mandiri.
“Melalui program lansia-lansia tangguh, seperti yang diberikan gubernur Jatim kepada pedagang di pasar dan pengusaha UMKM berupa zakat produktif yang berasal dari BUMD sebesar Rp500.000 per orang untuk 100 orang lansia,” urainya.
Bantuan berupa rombong usaha dan zakat produktif tersebut diberikan agar para lansia tangguh ini bisa terus menjalankan usahanya. Terkait pameran yang digelar, Restu berharap konsep pelayanan terpadu tersebut dapat direplikasi secara luas di tingkat bawah
“Pemberdayaan ini sengaja digalakkan agar selaras dengan tema besar HLUN 2026, yaitu ‘Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh'”, tandasnya.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































