Wujudkan Kolaborasi Pentahelix, Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 17 Apr 2026 16:10 WIB ·

Wujudkan Kolaborasi Pentahelix, Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami


 Pengunjung mengamati sejumlah produk BOUMI, brand personal care anak berbasis bahan alami yang dikembangkan dari hasil riset multidisiplin di Omah Atsiri, Batu Love Garden (Baloga), Jatim Park Kota Batu, Jumat (17/4/2026). (Nedi Putra AW) Perbesar

Pengunjung mengamati sejumlah produk BOUMI, brand personal care anak berbasis bahan alami yang dikembangkan dari hasil riset multidisiplin di Omah Atsiri, Batu Love Garden (Baloga), Jatim Park Kota Batu, Jumat (17/4/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan BOUMI, brand personal care anak berbasis bahan alami yang dikembangkan dari hasil riset multidisiplin selama lebih dari satu dekade. Peluncuran di Omah Atsiri, Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park, Kota Batu pada Jumat (17/4/2026) ini, menandai langkah UB dalam menghadirkan inovasi dari laboratorium ke masyarakat luas, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perawatan anak yang aman dan ramah lingkungan.

BOUMI hadir sebagai solusi atas kebutuhan produk perawatan anak usia 4-14 tahun yang selama ini dinilai masih memiliki celah di pasar. Produk-produk yang beredar umumnya belum sepenuhnya dirancang sesuai karakteristik kulit anak yang lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Berangkat dari kondisi tersebut, UB mengembangkan BOUMI dengan pendekatan dermatologi pediatrik, menggunakan formula pH seimbang, bebas bahan berbahaya, serta mendukung perkembangan skin barrier anak.

Rangkaian lengkap Boumi bagi anak usia 4 – 14 tahun ini hadir dengan tujuh produk, meliputi Unbelie Bubble Natural Shampoo dengan kandungan Camellia Sinensis dan botanical extract beraroma bubblegum; Bubble Pop Natural Body Wash dengan ekstrak chamomile dan calendula beraroma herbal citrus; Hi-To-Go Sun Protector SPF 30+ berbasis inovasi stigma silk dengan aroma lavender; – Spring Daze Cologne dari minyak atsiri jeruk yang tahan hingga tiga jam; Mossy Body Spray, pelindung dari gigitan nyamuk berbasis eucalyptus oil dan lavender; Bibble Babble Hand Wash dengan pro-vitamin B5 dan citrus oil; serta Peppy Pomade dengan argan oil untuk menata rambut anak.

Ketua Institut Atsiri, Prof. Warsito menuturkan, Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri terbesar di dunia, namun rantai nilainya masih diekspor dalam bentuk mentah.
“Boumi mencoba mengubah paradigma tersebut, karena senyawa aktif dari atsiri lokal yang kami gunakan bukan hanya pemberi aroma, tapi lebih kepada fungsi antimikroba, antiinflamasi dan moisturizing untuk kulit anak,” jelasnya saat jumpa pers di kegiatan launching, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, hadirnya Boumi sejauh ini sebagai wujud hilirisasi tidak sebatas riset akademik, tapi upaya mendapatkan prototype ke industri, sehingga berdampak secara ekonomi, melalui kolaborasi agar menjadi produk massal.

Dr. dr. Sinta Murlistyarini, Sp.DVE, Subsp. DKE, FINSDV, FAADV, Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menegaskan, Boumi sejak awal dirancang dengan pendekatan dermatologi pediatric pH balanced, bebas pewangi sintetis keras, serta menggunakan yang mendukung perkembangan barrier skin anak secara optimal.

Wakil Rektor Bidang V UB bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama, Prof. Unti Ludigdo saat paparan bersama para narasumber, dari kiri Dr. dr. Sinta Murlistyarini, Sp.DVE, Prof. Warsito, Dias Satria Ph.D., Dr. Rosalina Ariesta Laeliocattleya, Isa Mei Wahyuni dan perwakilan dari BMU UB. (Nedi Putra AW)

Sementara Direktur Utama Batu Love Garden, Isa Mei Wahyuni mengungkapkan, bahwa sebagai mitra strategis merarasa bangga menjadi bagian dalam perjalanan membangun generasi yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan.
“Boumi menjaga kesehatan anak Indonesia yang dikembangkan dari riset lokal oleh UB. Kami memilih kolaborasi ini karena sasaran market adalah keluarga. Sementara inovasi lokal menurut kami adalah masa depan Indonesia. Ini juga menjadi kemitraan jangka panjang, karena kami memastikan produk yang hadir bermanfaat dan berdampak nyata dan terjangkau lebih luas,” ujarnya.

Dari sisi ekosistem komersialisasi, pemasaran produk-produk Boumi ini juga didukung PT Brawijaya Multi Usaha, sebagai holding bisnis Universitas Brawijaya yang mengelola berbagai unit usaha di bidang jasa, pendidikan, dan layanan pendukung. Hal ini juga ditegaskan Kepala Subdirektorat Inovasi dan Transfer Teknologi Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) UB, Dias Satria Ph.D. Ia menyampaikan bahwa UB menyumbang riset dasar, formulasi, dan pengelolaan kekayaan intelektual melalui DIKST.
“Sementara Cedefindo dari Martha Tilaar Group memastikan produk kampus ini memenuhi standar produksi, sehingga layak bersaing di pasar nasional dan berpotensi diekspor,” terangnya.

Sedangkan Wakil Rektor Bidang V UB bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama, Prof. Unti Ludigdo mengatakan, pengembangan BOUMI juga melibatkan kolaborasi lintas sektor melalui model Penta Helix ABCGM (Academic, Business, Community, Government, Media).
“Kolaborasi ini memastikan bahwa inovasi tidak hanya berhenti pada riset, tetapi juga mampu diproduksi secara massal, memenuhi standar industri, dan menjangkau pasar nasional hingga global,” jelasnya.

Dalam implementasinya, lanjut Prof. Unti, UB bekerja sama dengan mitra industri untuk proses produksi, serta melibatkan komunitas dan pemerintah dalam distribusi dan penguatan ekosistem inovasi. Produk BOUMI sendiri telah disiapkan dalam berbagai varian, mulai dari sabun, sampo, lotion, hingga sunscreen yang dirancang untuk mendukung aktivitas harian anak dari pagi hingga malam.

“Peluncuran BOUMI merupakan bukti komitmen kampus dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami tidak ingin riset hanya dibaca, tetapi juga dirasakan manfaatnya,” tandasnya.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dosen FTP UB Sulap Limbah Rambut Jagung Jadi Sunscreen Inovatif

17 April 2026 - 16:18 WIB

Aksi Pencurian Murai Batu di Pamotan Dampit Terekam CCTV, Pelaku Sempat Terjatuh Saat Beraksi

17 April 2026 - 15:22 WIB

Ambulans Sosial Arek Kepanjen Rusak, Layanan Gratis untuk Warga Terhenti

17 April 2026 - 12:20 WIB

Derby Panas Arema vs Persebaya di Kanjuruhan Batal, Terkendala Keamanan dan Penolakan Publik

17 April 2026 - 08:32 WIB

Pengangkatan Kepala Dinas Dinilai Sah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang: Kritik Saja Kinerjanya

17 April 2026 - 08:25 WIB

Transformasi Digital Tugu Tirta Berbuah Prestasi, Dirut Priyo Sudibyo Raih PWI Jatim Award 2026

17 April 2026 - 08:03 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !