BACAMALANG.COM — Industri pariwisata di Kota Batu terus bergerak mencari cara agar tetap tumbuh dan saling menguatkan. Berangkat dari semangat kolaborasi tersebut, Jatim Park Group memperkenalkan Tourism Service Center (TSC), pusat layanan wisata terbaru yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata di Kota Batu dan Malang Raya.
Langkah ini sekaligus menjadi respons atas dinamika kunjungan wisatawan beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu tahun 2024, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu mencapai sekitar 11 juta orang, dimana sekitar 50 persen di antaranya tercatat mengunjungi unit wisata milik Jatim Park Group.
Namun pada tahun 2025, kunjungan wisatawan mengalami penurunan sekitar 400 ribu pengunjung. Dampaknya tidak hanya dirasakan destinasi wisata, tetapi juga sektor pendukung seperti hotel, restoran, hingga pusat oleh-oleh.
Melalui Tourism Service Center yang berlokasi di Jatim Park 3, Jatim Park Group ingin menghadirkan pusat informasi wisata yang lebih terintegrasi sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku industri pariwisata.
Konsep tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Sharing Knowledge Session bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu di Senyum World Hotel, pekan lalu. Acara itu dihadiri Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi, jajaran General Manager hotel di Kota Batu, serta anggota PHRI Kota Batu lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor
pariwisata daerah.
Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, menjelaskan bahwa TSC dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku wisata di Kota Batu.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke Batu bisa mendapatkan akses informasi wisata yang lebih mudah, lengkap, dan terintegrasi dalam satu tempat,” ujarnya.

Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, saat paparan TSC yang dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku wisata di Kota Batu. (ist)
Tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, Tourism Service Center juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata modern, mulai layanan reservasi langsung, lounge area, staf berbahasa Inggris, international charger, hingga layanan penitipan barang.
Menurut Titik, TSC juga membuka peluang kolaborasi lebih luas melalui skema bundling bersama hotel, villa, restoran, maupun destinasi wisata lainnya.
“Melalui program ini, pelaku usaha pariwisata dapat menggabungkan akomodasi maupun layanan wisata dengan tiket kunjungan Jatim Park Group dalam satu paket wisata dengan harga khusus,” jelasnya.
Beberapa paket wisata eksklusif pun ditawarkan melalui TSC. Salah satunya paket bundling bersama 1979 Social Hotel mulai Rp70 ribu per orang per malam untuk rombongan dengan syarat tertentu.
Selain itu tersedia Paket Sakti 2 Hari 1 Malam mulai Rp240 ribu per orang yang sudah mencakup hotel dan tiket theme park Jatim Park Group. Wisatawan dapat memilih berbagai akomodasi seperti Senyum World Hotel, Klub Bunga Theme Park Hotel, Pohon Inn Hotel, 1979 Social Hotel, hingga Heliconia Hotel yang dipadukan dengan tiket kunjungan ke Jatim Park 1, Jatim Park 2, Dino Park, maupun Museum Angkut.
Sementara Paket Super Sakti 3 Hari 2 Malam dibanderol mulai Rp495 ribu per orang dengan fasilitas bebas memilih kunjungan ke tiga theme park Jatim Park Group sesuai ketentuan berlaku.
“Melalui Tourism Service Center, Jatim Park Group berharap kolaborasi antar pelaku wisata di Kota Batu tidak hanya memperkuat destinasi, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, nyaman, dan terintegrasi bagi wisatawan,” pungkas Titik.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Tourism Service Center dan Instagram resmi @tscbatu.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































