Perkuat Pengendalian Inflasi Nasional Lewat Sinergi Gernas Pengendalian Inflasi Pangan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 11 Agu 2022 08:48 WIB ·

Perkuat Pengendalian Inflasi Nasional Lewat Sinergi Gernas Pengendalian Inflasi Pangan


 Perkuat Pengendalian Inflasi Nasional Lewat Sinergi Gernas Pengendalian Inflasi Pangan Perbesar

BACAMALANG.COM – Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID) menggelar Sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) di Malang (10/8/2022), sebagai komitmen dalam menjaga terkendalinya inflasi nasional.

Acara ini dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Gubernur Jawa Timur, Anggota Komisi XI DPR RI, Pemerintah daerah di Jawa Timur serta undangan stakeholders utama lainnya.

Sebagai bentuk awal implementasi Gernas PIP dalam pengendalian inflasi ini, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi dan TPID Provinsi di seluruh Jawa menyepakati beberapa kerjasama penting.

Bentuknya antara lain perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) di Jawa Timur, komitmen bersama pelaksanaan operasi pasar serentak, pencanangan gerakan Urban Farming 77.000 bibit cabai, serta penyampaian program Dedikasi untuk Negeri berupa sarana prasarana teknologi digital farming dan greenhouse sebagai pendukung pengembangan klaster di Jawa Timur.

Ke depan, implementasi GNPIP akan dilakukan juga di provinsi-provinsi lain hingga akhir tahun 2022. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, mengajak seluruh pihak yang hadir untuk menggelorakan semangat dan berjuang bersama dalam mengendalikan inflasi khususnya inflasi pangan.

“Saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan seperti ketidakpastian ekonomi global dan risiko stagflasi, sehingga sinergi dan langkah bersama yang dapat ditempuh ditujukan untuk mengendalikan inflasi pangan pada 2022,” ujarnya.

Dijelaskan Perry, inflasi pangan memiliki bobot yang cukup besar dari komposisi pengeluaran masyarakat, sehingga pengendalian inflasi akan memberikan dampak sosial yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu upaya sinergi antar daerah diperlukan untuk mencukupi kelangkaan pangan serta meningkatkan kapasitas produksi sebagai langkah antisipasi gejolak ketahanan pangan”, imbuhnya.

Perry menegaskan Gernas PIP menjadi langkah komitmen bersama mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi untuk mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional.

“Sehingga kegiatan ini mencakup Perluasan Kerjasama Antar Daerah, Komitmen penyelenggaraan Operasi Pasar daerah rentan gejolak inflasi di wilayah Jawa, serta Implementasi Gerakan urban farming dan digital farming,” paparnya.

Anggota komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo, mengapresiasi dan mendukungan upaya pengendalian inflasi pangan pada Gernas PIP ini.

“Hal ini tentunya memerlukan keterlibatan masyarakat, mulai dari menggelorakan semangat maupun kegotongroyongan untuk mengendalikan inflasi pangan,” ujarnya.

Menurut Andreas upaya ini bisa dimulai dari tingkat rumah tangga, Pemerintah Daerah dan Pusat.

“Namun yang paling penting adalah sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, karena akan menjadi modal utama dalam mengatasi permasalahan inflasi,” tegasnya.

Sementara Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TPID Provinsi Jawa Timur dan seluruh stakeholders mendukung  upaya stabilisasi harga dan sinergi untuk menjaga terkendalinya inflasi pangan.

“Hal ini membutuhkan strong partnership dan komitmen seluruh elemen terkait di dalam negeri, karena upaya pengendalian inflasi pangan diperlukan implementasi kebijakan riil yang bisa dirasakan langsung, khususnya oleh para petani dan peternak,” tandasnya. (ned/lis)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Peningkatan Penguatan Kegiatan Ekonomi Masyarakat, Digelar Sekolah Pedagang di Pasar Tumpang

16 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan, OJK Malang Kembali Hadir di Tong Tong Night Market 2026

14 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAI Daop 8 Tebar Diskon Tiket 17 Persen

13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

MAXUS Perkuat Layanan Kendaraan Listrik Premium di Malang melalui Dealer Resmi

13 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Malang Solidarity Sky Fest 2026, Layang-Layang Jadi Wadah Kreativitas dan Penggerak Ekonomi Kreatif

9 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Di Tengah Kondisi Perekonomian Tak Menentu, UMKM Kuliner Rindu Malang di Lawang Sukses Ciptakan Lapangan Kerja untuk Ibu-ibu

8 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !