Pesan Jasa Prostitusi Online Berujung Pemerasan

Konferensi pers di Mapolsek Lowokwaru

BACAMALANG.COM – Era Teknologi yang serba digital ini bahkan internet sudah sangat akrab dengan kita, semuanya semakin dengan mudah kita jangkau dan di dapatkan, semuanya tersedia dalam genggaman seperti memesan makanan, melihat konten hiburan, berinteraksi dengan orang-orang yang baru dikenal, membaca novel, membaca berita online yang sedang seperti anda lakukan sekarang, bahkan hingga dapat memesan sebuah jasa pekerja seks komersial melalui prostitusi online.

Sering kita mendengar bahwa banyak sekali sebuah kejahatan dan penipuan yang terjadi melalui media sosial, seperti halnya yang dilakukan oleh pria berinisial (IY) berumur 24 tahun ini melakukan pemerasan serta pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang berinisial (NH).

“Jadi awal mulanya ini melalui twitter, diajakan kenalan setelah itu jadian, pesen tempat, setelah di tempat itu baru dia melakukan pengancaman termasuk pemerasan, jadi dia dengan tangannya diikat kemudian diancam menggunakan pisau lipat yang ditaruh di lehernya,” tutur Fathur Rahman saat memimpin rilis di Mapolsek Lowokwaru.

Awal permulaan sebelum kejadian itu terjadi pada jumat 23/04/21 sekitar pukul 13.00 WIB, tersangka (IY) ini berkenalan dengan korban (NY) melalui media sosial yakni Twitter. (IY) ini berencana ingin memesan seorang perempuan yang dapat untuk diajak berhubungan badan, setelah itu korban merespon hal tersebut dengan memberikan tarif untuk satu kali berhubungan yakni sekitar Rp 450.000. Akhirnya kedua orang ini menyepakatinya dan setelah itu korban menentukan tempat bertemu di Kamar 203 Guest House di JL. Borobudur Selatan 09 Kel Mojolangu, kec. Lowokwaru, Kota Malang sekitar pukul 18.00 WIB.

Tersangka berpikir bahwa korban ini telah melayani beberapa laki laki dan memiliki uang pribadi yang banyak, alhasil tersangka berniatan untuk melakukan pemerasan kepada korban.

Sebelum menuju tempat Guest House yang telah dijanjikan, tersangka beristirahat sejenak di tempat ia bekerja, ia mencari beberapa perlengkapan untuk menjalankan rencananya yakni seperti satu utas tali berwarna putih dan satu pisau lipat kecil bewarna hitam.

“Sebenarnya mulai awal sudah direncanakan, karena dia sudah bawa tali, pisau. Sudah direncanakan dari awal saat ia beristirahat di tempat kerjanya di kantor,” tegas Fathur Rahman.

Kemudian ia beranjak untuk menemui korban. Setelah sampai di kamar 203, tersangka dan korban sempat mengobrol dengan duduk di atas kasur di kedua sisi, setelah tersangka mematikan rokok yang ia tadi hisap, tersangka melakukan aksinya yakni mengeluarkan pisau dan menempelkannya di leher korban dan saat itu tersangka mengancam korban untuk menyerahkan barang pribadi dan uangnya.

Setelah itu tersangka mengambil uang Rp100.000 dari dompet korban dan sebuah smartphone bermerk Iphone 8. Selanjutnya tersangka menyuruh korban tengkurap dan (IY) mengikat tangan korban dengan tali berwarna putih yang telah ia siapkan sebelumnya, namun setelah itu tersangka memiliki nafsu dan akhirnya tersangka menyetubuhi korban.

“Dia minta barang-barangnya yang di bawa, kebetulan waktu itu memang ada uang Rp 100.000 diberikan, terus ada HP Iphone itu juga diberikan, karena yang lainnya engga ada habis itu setelah diberikan baru dia melakukan pemerkosaan kepada korban dalam keadaan tengkurap, setelah itu pelaku meninggalkan tempat itu” terang Fathur Rahman.

Korban yang merasa dirugikan ini kemudian Ia melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lowokwaru.

Tak lama dari laporan yang dilayangkan korban, tersangka (IY) ini berhasil di bekuk dan ditangkap saat ia hendak ingin menjual handphone hasil curiannya.

“Pelaku sehari hari pekerjaannya swasta, seperti di salah satu instansi, jadi alasan dia melakukan itu dia terlilit utang karena punya utang, tetapi sebenarnya mulai awal sepertinya sudah direncanakan karena sudah bawa tali, bawa pisau, sudah direncanakan dari awal.” tandas Fathur Rahman.

Tersangka (IY) mengakui bahwa ia nekat mengambil barang-barang milik korban karena korban terlilit dengan utang. Ia pun berpikir mencari sasaran para pekerja prostitusi online.

Pelaku yang sudah berkeluarga dan memiliki satu anak ini, menurut Fathur Rahman dikenai dengan dua pasal KHUP yakni Pasal pertama yang disangkakan ke (IY) yakni Pasal 368 mengenai pemerasan dan Pasal 285 tentang pemerkosaan.

“Pasalnya dia ada dua pasal yaitu 368 untuk pemerasannya ancaman hukuman 9 tahun, dan 285 tentang pemerkosaan ancaman hukumannya 12 tahun penjara” pungkasnya. (why)