BACAMALANG.COM – Gelaran Gema Panji 2026 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) bersama Panitia Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1266 dipastikan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Malang. Acara yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang ini juga akan dirangkai dengan peluncuran Logo Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1266.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Drs. Firmando H. Matondang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Gema Panji 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya Malangan sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Gema Panji 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Malangan serta membangun kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas budaya, pelajar, pelaku UMKM, dan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini mampu mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah,” ujar Firmando, Jumat (24/7/2026).
Pria yang akrab disapa Mando itu menjelaskan, tema “Budaya Malang Kucecwara” menggambarkan semangat masyarakat Kabupaten Malang yang menjunjung tinggi nilai budaya, berkarakter, serta mampu menjaga harmoni antara tradisi dan perkembangan zaman.
Ia juga mengapresiasi dukungan Bupati Malang yang dijadwalkan membuka secara resmi Gema Panji 2026 sekaligus meluncurkan Logo Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1266.
Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhi beragam kegiatan, mulai dari peluncuran logo Hari Jadi Kabupaten Malang, workshop dan pertunjukan seni budaya, lomba menyanyi, lomba mewarnai dan menggambar, hingga Pasar Rakyat yang menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM lokal.
Mando menegaskan, Disparbud Kabupaten Malang akan terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan DKKM maupun komunitas seni budaya sebagai upaya melestarikan warisan budaya daerah.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mewujudkan Kabupaten Malang sebagai daerah yang memiliki daya saing pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal,” pungkasnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































