Peringati Hari Anak Nasional 2026, Kota Malang Kian Percaya Diri Menuju Kota Layak Anak Kategori Utama - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 26 Jul 2026 06:28 WIB ·

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Kota Malang Kian Percaya Diri Menuju Kota Layak Anak Kategori Utama


 Peringatan HAN yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). (ist) Perbesar

Peringatan HAN yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). (ist)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang ramah anak. Momentum Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan, pemenuhan hak, sekaligus ruang partisipasi bagi anak-anak di Kota Malang.

Peringatan HAN yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026), dihadiri langsung Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, Sekretaris Daerah Kota Malang Dr. Erik Setyo Santoso, S.T., M.T., serta Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, Tubagus Arie Rukmantara, S.Hum., MPP.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memastikan pemerintah terus hadir dalam memenuhi hak-hak anak.

Menurutnya, keberhasilan Kota Malang meraih berbagai penghargaan di bidang perlindungan anak merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan.

> “Prestasi yang kita dapatkan ini bukan semata-mata karena Pemkot Malang, tetapi sinergitas itu yang utama. Kesadaran komunitas terkait perlindungan anak memiliki bobot penilaian tertinggi. Semua elemen masyarakat terlibat aktif, inovasinya ada, dan partisipasi inilah yang menjadi poin positif,” ujar Wahyu Hidayat.

Optimisme Kota Malang untuk naik kelas dari predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya menuju kategori Utama juga semakin menguat. Hal itu sejalan dengan dorongan dari UNICEF yang menilai Kota Malang telah memenuhi berbagai indikator untuk meraih predikat tersebut.

Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar penghargaan, tetapi lebih mengutamakan peningkatan kualitas layanan, fasilitas, dan program yang benar-benar memberikan manfaat bagi anak.

> “Target penilaian Utama itu tentu ada, tetapi yang terpenting adalah upaya-upaya nyata yang terus kita lakukan. Secara fasilitas dan program sepertinya sudah sangat layak, tinggal bagaimana kita terus menguatkan koordinasi dan implementasinya di lapangan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, Tubagus Arie Rukmantara. Ia menilai komitmen Pemerintah Kota Malang bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah anak patut diapresiasi.

Menurutnya, Kota Malang sejatinya telah layak naik dari kategori Nindya menuju kategori Utama. UNICEF berharap berbagai inovasi dan upaya pemenuhan hak serta perlindungan anak terus ditingkatkan sehingga Kota Malang dapat menjadi percontohan Kota Layak Anak yang berkelanjutan, baik di Jawa Timur maupun tingkat nasional.

Pewarta/Editor: Hadi Triswanto

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pelaku Curanmor di Lawang Dibekuk, Modus Pakai Kunci Asli dan Pernah Beraksi di Pasuruan

26 Juli 2026 - 08:25 WIB

Dari Aktivis Kampus hingga Guru Besar Fisika Medis dan Radiologi, Prof. Chomsin: Rasa Ingin Tahu Adalah Modal Terbesar

25 Juli 2026 - 21:43 WIB

Ketua IKA FSTeM UB: Filosofi Ilmu Kimia Jadi Bekal Adaptasi Karier

25 Juli 2026 - 20:14 WIB

Festival Hari Anak 2026 di ibis Styles Malang Hadirkan Ajang Edukatif, Asah Kreativitas dan Kemampuan Anak Sejak Dini

25 Juli 2026 - 17:16 WIB

Grebeg Sesucen 1001 Tumpeng: Menjaga Relevansi Tradisi

25 Juli 2026 - 11:13 WIB

Bolen Apel Fairuziba, Oleh-oleh Khas Malang Binaan Pertamina yang Ikut Berdayakan Petani Pisang dan Apel Lokal

24 Juli 2026 - 21:44 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !