Tantri Debut Solo Lewat "Ibu Pekerja", Suarakan Perjuangan dan Cinta Seorang Ibu - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 27 Jul 2026 11:30 WIB ·

Tantri Debut Solo Lewat “Ibu Pekerja”, Suarakan Perjuangan dan Cinta Seorang Ibu


 Tantri tampil lebih jujur, hangat, dan manusiawi. (ist) Perbesar

Tantri tampil lebih jujur, hangat, dan manusiawi. (ist)

BACAMALANG.COM – Selama ini dikenal sebagai vokalis dengan karakter vokal kuat dan penuh energi bersama bandnya, Tantri kini menghadirkan sisi berbeda dalam perjalanan bermusiknya. Melalui proyek solo perdana, ia merilis single berjudul “Ibu Pekerja”, sebuah karya yang lahir dari pengalaman personal dan potret nyata kehidupan banyak perempuan.

Lagu ini menjadi langkah baru Tantri untuk menyampaikan kisah yang lebih intim dan reflektif. Berbeda dengan sosoknya di atas panggung yang tegar dan penuh semangat, dalam proyek solo ini Tantri tampil lebih jujur, hangat, dan manusiawi.

“Ibu Pekerja” mengangkat realitas yang kerap dialami para ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan untuk tetap menjaga diri sendiri. Rasa bersalah saat meninggalkan anak demi bekerja, kelelahan yang disembunyikan di balik senyum, hingga pergulatan menerima bahwa tidak ada sosok ibu yang benar-benar sempurna, menjadi benang merah dalam lagu ini.

Tak hanya berbicara tentang emosi, lagu tersebut juga mengingatkan bahwa bekerja bagi banyak ibu bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang. Di balik setiap langkah mencari nafkah, ada keluarga yang harus dihidupi dan masa depan yang harus diperjuangkan.

Melalui “Ibu Pekerja”, Tantri tidak berusaha menggambarkan sosok ibu yang ideal. Sebaliknya, ia merayakan ketidaksempurnaan sebagai bagian dari perjalanan seorang perempuan yang tetap berkarya sekaligus menjalankan peran sebagai ibu.

Proyek solo ini juga menjadi ruang baru bagi Tantri untuk mengekspresikan diri tanpa bayang-bayang persona panggung yang selama ini melekat. Dengan balutan musik yang lebih personal dan lirik yang dekat dengan realitas kehidupan perempuan, “Ibu Pekerja” diharapkan mampu menjadi teman sekaligus penyemangat bagi para ibu yang sering merasa berjuang sendirian.

Logo Baru, Simbol Senyum yang Mewakili Kekuatan Seorang Perempuan

Seiring dimulainya perjalanan solo, Tantri juga memperkenalkan identitas visual baru berupa logo bertuliskan namanya dengan desain sederhana namun penuh filosofi. Keunikan logo tersebut terletak pada huruf “i” yang titiknya diganti dengan simbol senyum.

Bagi Tantri, senyum itu bukan sekadar elemen desain, melainkan lambang keteguhan hati dalam menjalani berbagai peran dan tekanan hidup. Simbol tersebut merepresentasikan kemampuan untuk tetap hangat, tetap lembut, dan tetap memilih cinta meski berada di tengah kelelahan serta berbagai tantangan kehidupan.

Senyum dalam logo itu juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam momen-momen besar. Terkadang, kebahagiaan lahir dari keberanian menerima ketidaksempurnaan, bertahan menghadapi kenyataan, dan terus melangkah dengan hati yang lapang.

Melalui karya dan identitas barunya ini, Tantri ingin menyampaikan bahwa kekuatan seorang perempuan tidak selalu ditunjukkan dengan tampil tanpa cela, melainkan melalui keberanian untuk terus bangkit, mencintai, dan menjalani setiap peran dengan sepenuh hati.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Gebyak Tradisi Pereng Kawi Digelar Perdana, 1.000 Warga Padati Pendopo Kembangkopi

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

“Tak Tersampaikan”, Curahan Hati Bara Nagata tentang Perpisahan yang Datang Tanpa Peringatan

25 Juli 2026 - 10:26 WIB

Gema Panji 2026 Siap Digelar, Disparbud Kabupaten Malang: Perkuat Budaya Lokal dan Bangkitkan Pariwisata

24 Juli 2026 - 18:16 WIB

Lomba Mewarnai dan Menggambar Gema Panji 2026 Tuai Apresiasi Komunitas Seniman Kepanjen

24 Juli 2026 - 07:41 WIB

Dari Dampit untuk Sepak Bola Indonesia, Lumajang United Juarai Turnamen Bola Muda 2026

22 Juli 2026 - 10:11 WIB

AFI Kabupaten Malang Siapkan Pembinaan Atlet Floorball Menuju Porprov X Jawa Timur

21 Juli 2026 - 21:16 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !