BACAMALANG.COM – SMP Negeri 1 Bululawang, Kabupaten Malang, kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa). Selama dua hari, seluruh siswa kelas VII mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan yang dirancang untuk menanamkan nilai disiplin, kemandirian, tanggung jawab, gotong royong, hingga kepemimpinan.
Kepala SMP Negeri 1 Bululawang, Suntoro, S.Pd., M.Si., M.M.Pd., menjelaskan bahwa Perjusa bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan berkemah, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang memberikan pengalaman belajar nyata di luar ruang kelas.
“Perjusa bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi menjadi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan karakter, memperkuat jiwa kepemimpinan, meningkatkan sikap disiplin, serta menanamkan semangat gotong royong sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan pada Jumat siang, kemudian dilanjutkan berbagai permainan edukatif yang dibagi dalam lima pos. Setiap pos dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, keterampilan, hingga kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai tantangan.
Peserta mendapat pembelajaran teknik komunikasi menggunakan bendera semaphore, membaca dan menulis sandi morse, permainan koordinasi gerak, estafet bola untuk melatih kekompakan regu, serta menyusun puzzle yang menguji strategi dan kolaborasi.
Tidak hanya itu, para siswa juga belajar mendirikan tenda secara berkelompok. Aktivitas tersebut menjadi sarana melatih kemandirian, ketelitian, rasa tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas.
Memasuki sore hari, peserta melaksanakan salat berjamaah sebelum mengikuti kegiatan memasak dan makan malam bersama. Melalui aktivitas ini, setiap regu belajar membagi peran, mengolah makanan secara mandiri, sekaligus mempererat kebersamaan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan hari pertama selesai, peserta kembali ke rumah pada pukul 21.00 dan melanjutkan Perjusa keesokan harinya.
Pada malam hari, siswa juga mengikuti pembinaan keagamaan sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan pembentukan karakter. Suasana semakin semarak dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas masing-masing regu, kemudian ditutup dengan api unggun yang menjadi simbol persatuan, persaudaraan, dan semangat kepramukaan.
Hari kedua diawali dengan senam pagi, dilanjutkan permainan air yang berlangsung meriah. Berbagai aktivitas tersebut tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menumbuhkan sportivitas, kekompakan, dan rasa kebersamaan di antara seluruh peserta.
Menjelang penutupan, panitia memberikan penghargaan kepada regu terbaik berdasarkan aspek kedisiplinan, kreativitas, kekompakan, dan keterampilan selama mengikuti Perjusa. Kegiatan kemudian ditutup melalui upacara penutupan yang berlangsung khidmat.
Suntoro berharap seluruh pengalaman yang diperoleh selama Perjusa dapat menjadi bekal berharga bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Perjusa, kami ingin membentuk peserta didik yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan,” tuturnya.
Perjusa 2026 berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Semangat para peserta terlihat sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan.
Melalui pendidikan kepramukaan, SMP Negeri 1 Bululawang terus berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































