BACAMALANG.COM – Bidang 2 Aremania Utas yang membidangi Pengembangan SDM, Keorganisasian, Penelitian dan Pengembangan (Litbang), memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap salah satu anggota Aremania terkait unggahan di media sosial yang memuat narasi bernuansa provokatif mengenai sweeping kendaraan berpelat nomor L.
Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Gajayana Malang, Senin (10/8/2026). Pemanggilan dilakukan sebagai bagian dari upaya organisasi memberikan klarifikasi, edukasi, sekaligus pembinaan kepada anggota Aremania dalam menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Aremania Utas, Ervan Agus Rianto, S.H., mengatakan langkah tersebut bukan semata-mata untuk memberikan teguran, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan agar setiap anggota memahami konsekuensi dari konten yang disebarkan di ruang digital.
“Kami melakukan pemanggilan dan klarifikasi ini sebagai bagian dari edukasi dan pembinaan. Kami ingin setiap nawak Aremania memahami bahwa apa yang disampaikan di media sosial bisa membawa dampak yang luas, bukan hanya kepada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap nama baik Aremania,” ujar Ervan.
Menurutnya, penggunaan media sosial harus disertai dengan kedewasaan dan rasa tanggung jawab. Terlebih, setiap konten yang mengatasnamakan atau dikaitkan dengan Aremania dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
“Di era digital seperti sekarang, sebuah unggahan bisa menyebar dengan sangat cepat. Karena itu, kami mengajak seluruh Aremania untuk berpikir terlebih dahulu sebelum membuat atau menyebarkan sebuah konten. Jangan sampai sesuatu yang awalnya hanya sebuah unggahan justru menimbulkan keresahan atau persoalan di masyarakat,” katanya.
Ervan menegaskan, Aremania memiliki identitas dan nilai persaudaraan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan suporter Arema. Semangat dan loyalitas terhadap Arema, menurut dia, harus diwujudkan melalui tindakan yang positif dan konstruktif.
“Militansi dan loyalitas kepada Arema tidak harus diwujudkan dengan tindakan yang provokatif. Justru bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa Aremania mampu menjadi suporter yang dewasa, tertib, bertanggung jawab, dan tetap menjaga kondusivitas,” tegasnya.
Ia berharap proses klarifikasi tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh Aremania, khususnya dalam menggunakan media sosial.
“Kami tidak ingin persoalan ini berhenti pada pemanggilan atau klarifikasi saja. Yang lebih penting adalah bagaimana ke depan kita bisa membangun kultur Aremania yang semakin dewasa. Menjadi Aremania bukan hanya soal mendukung Arema, tetapi juga bagaimana kita menjaga nama baik Arema melalui sikap dan tindakan kita,” tutur Ervan.
Aremania Utas, lanjut Ervan, akan terus mendorong kegiatan edukasi dan pembinaan sebagai bagian dari upaya menjaga persaudaraan sekaligus menciptakan lingkungan suporter yang positif.
“Kami mengajak nawak-nawak Aremania untuk semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Mari kita jaga nama besar Arema dan Aremania bersama-sama,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Koordinator Presidium Aremania Utas Sam Ali Rifki, Kabid Pengembangan SDM Sam Heri Purnomo, Kabid Litbang Sam Ervan Agus, serta anggota Bidang Litbang Sam Azka Fakih.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































