BACAMALANG.COM – Puncak musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang pun terus mengintensifkan distribusi air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Hingga Selasa (1/9/2026) pukul 21.00 WIB, tercatat sebanyak 6 desa di 5 kecamatan telah mendapatkan bantuan air bersih. Total distribusi mencapai 966.300 liter, yang disalurkan sebanyak 195 rit.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan bantuan tersebut telah menjangkau 2.857 kepala keluarga (KK) atau 8.957 jiwa.
“Penyaluran air bersih ini merupakan upaya kami bersama unsur terkait untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah puncak musim kemarau. Kami pastikan distribusi dilakukan sesuai dengan hasil assessment dan kebutuhan di lapangan,” ujar Purwoto kepada Bacamalang, Rabu (2/9/2026).
Enam desa yang telah menerima distribusi air bersih tersebut yakni Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung; Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo; Desa Sumberagung dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan; serta Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare.
Sementara itu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, masih dalam proses assessment dan kaji cepat untuk memastikan kebutuhan air bersih warga di wilayah tersebut.
84 Ribu Liter Disalurkan dalam Sehari
Pada Senin (1/9/2026), BPBD Kabupaten Malang bersama armada gabungan kembali melakukan distribusi air bersih. Sebanyak 84.100 liter air disalurkan dalam 17 rit menggunakan lima armada.
Distribusi kali ini dipusatkan di Panggung Weru, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo.
Menurut Purwoto, penanganan kekeringan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Di antaranya Damkar, PMI, PJT 1 Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, Puskesmas Sitiarjo hingga pihak swasta.
“Kami bersama DAMKAR, PMI, PJT 1 Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, Puskesmas Sitiarjo dan pihak swasta terus bersinergi,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Malang, lanjut Purwoto, saat ini memprioritaskan optimalisasi posko, pendistribusian air sesuai kebutuhan masyarakat, pemantauan rutin wilayah rawan kekeringan, serta evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan.
Debit Mata Air Menurun
Purwoto menjelaskan, kondisi kekeringan dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya kondisi meteorologis yang memasuki puncak musim kemarau.
Selain itu, debit sejumlah sumber mata air juga mengalami penurunan. Di beberapa wilayah, kondisi tersebut diperparah dengan infrastruktur penyediaan air yang belum optimal.
“Data ini bersifat dinamis. Kami terus melakukan pemantauan, koordinasi dan validasi. Informasi perkembangan akan kami sampaikan pada update berikutnya,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan distribusi air bersih, dapat menghubungi BPBD Kabupaten Malang melalui WhatsApp 0822 440 94 886 atau media sosial @bpbd_malangkab.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































