Sri Untari Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 21 Agu 2026 19:59 WIB ·

Sri Untari Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Malang


 Perkembangan ekonomi kreatif membutuhkan model kelembagaan yang lebih modern, adaptif, dan mampu mengakomodasi kolaborasi berbagai pihak. (ist) Perbesar

Perkembangan ekonomi kreatif membutuhkan model kelembagaan yang lebih modern, adaptif, dan mampu mengakomodasi kolaborasi berbagai pihak. (ist)

BACAMALANG.COM – Kota Malang semakin memantapkan langkah sebagai kota berbasis ekonomi kreatif dan koperasi. Momentum peringatan 100 tahun Stadion Gajayana (1926–2026) turut menjadi bagian dari penguatan gerakan tersebut melalui Festival Mbois 11 “Malang Menyala” yang berlangsung 21–23 Agustus 2026.

Festival yang diinisiasi Malang Creative Fusion (MCF) bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kota Malang itu menempatkan Kota Malang sebagai pionir konsep “Kota Koperasi Kreatif” pertama di Indonesia.

Sejumlah agenda digelar, di antaranya Malang Creative Connect, peluncuran Creative Cooperative Digital Platform, serta diskusi panel yang menghadirkan Menteri Koperasi RI sebagai keynote speaker.

Ketua Umum Koperasi SBW Malang sekaligus Ketua Dewan Penasihat DEKOPINWIL Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., mengatakan perkembangan ekonomi kreatif membutuhkan model kelembagaan yang lebih modern, adaptif, dan mampu mengakomodasi kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, koperasi tidak lagi cukup hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam. Koperasi perlu bertransformasi menjadi agregator bagi pelaku dan startup kreatif, salah satunya melalui penerapan Koperasi Multi Pihak (KMP) serta optimalisasi kekayaan intelektual (KI).

“Malang memiliki modal demografi yang sangat besar. Sebanyak 65,5 persen penduduk berada pada usia produktif dan didukung 20 perguruan tinggi IT. Namun, kita masih menghadapi tantangan skills mismatch, khususnya bagi lulusan vokasi,” ujar Sri Untari.

Ia menilai skema KMP dapat membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk menjadi bagian langsung dari kepemilikan dan pengelolaan usaha.

“Generasi muda tidak lagi hanya diposisikan sebagai pekerja biasa, tetapi menjadi anggota pekerja atau worker-members yang dapat menikmati pembagian SHU dari karya dan proyek yang mereka hasilkan, termasuk yang berskala global,” tegasnya.

Pengembangan ekosistem kreatif tersebut juga ditopang keberadaan Malang Creative Center (MCC). Fasilitas ini telah menjadi ruang bagi berbagai aktivitas kreatif dan turut memperkuat posisi Kota Malang di tingkat internasional.

Kota Malang bahkan telah masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Media Arts pada Oktober 2025.

Sri Untari menambahkan, pengembangan KMP juga memiliki landasan regulasi melalui Permenkop Nomor 8 Tahun 2021. Regulasi tersebut mengatur KMP dengan memberikan ruang tata kelola dan hak suara yang lebih proporsional bagi investor, pekerja kreatif, maupun pengguna.

Selain itu, PP Nomor 24 Tahun 2022 membuka peluang kekayaan intelektual untuk dimanfaatkan sebagai agunan fidusia. Skema tersebut dinilai dapat diperkuat dengan dukungan pembiayaan dari LPDB Koperasi.

Untuk mempercepat implementasinya, Sri Untari menawarkan empat langkah strategis. Pertama, membentuk IP Center Terpadu di MCC. Kedua, memperkuat Koperasi Siswa-Alumni di lembaga pendidikan vokasi.

Ketiga, menyediakan sandbox funding melalui LPDB untuk menguji dan mengembangkan model bisnis kreatif. Keempat, mendorong kebijakan afirmasi agar proyek-proyek publik pemerintah daerah dapat melibatkan KMP lokal.

“Kalau ekosistem ini dibangun bersama, koperasi bukan hanya menjadi tempat menghimpun modal, tetapi bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kreatif dan membuka akses pelaku kreatif Malang ke pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

FEB UKWK Malang dan RKZ Perluas Kolaborasi Magang serta Riset Mahasiswa

20 Agustus 2026 - 10:31 WIB

PT Marbu Indo Verpond Hadirkan Paving Block Spektakuler, Jadi Tulang Punggung Pembangunan Malang Raya

18 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Kontraktor Tak Dibayar Developer, User Wangsakarta PrimaLand Siap-siap Ngaplo

18 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mahasiswa KKN-T 07 UNIRA Malang Dampingi UMKM Lokal di Desa Langlang Hadapi Era Digital

18 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Peningkatan Penguatan Kegiatan Ekonomi Masyarakat, Digelar Sekolah Pedagang di Pasar Tumpang

16 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan, OJK Malang Kembali Hadir di Tong Tong Night Market 2026

14 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !