BACAMALANG.COM – Ngopi santai tak hanya menjadi ajang melepas penat, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk menambah wawasan, memperluas relasi hingga membuka peluang penghasilan tambahan.
Semangat tersebut diusung dalam Coffee Party Malang bertajuk “Ngopi Bisa, Penghasilan Tambahan Juga Bisa” yang akan digelar di Auditorium Lantai 8, Gedung B FPIK Universitas Brawijaya (UB), Malang pada Minggu (23/8/2026).
Kegiatan ini mengajak peserta untuk menikmati kopi sembari mendapatkan edukasi mengenai kesehatan, membangun jejaring, serta mengenal peluang usaha yang dapat dijalankan secara part-time tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.
Menghadirkan Gold Diamond Janesse Gan, mantan banker dari Singapura, yang mengisi sesi business sharing dengan pengalaman dan peluang dalam membangun penghasilan tambahan.
Menurutnya, Kerja keras menjadi modal penting untuk meraih perubahan hidup. Namun, bekerja keras saja dinilai belum cukup tanpa memilih “kendaraan” yang tepat untuk membawa seseorang menuju tujuan jangka panjang.
“Saya bukan orang kaya, saya bukan orang yang paling pintar, saya hanyalah orang biasa yang berasal dari desa. Tapi saya tahu satu hal, saya ingin mengubah hidup saya dan membuat hidup saya lebih berarti,” ungkap Janesse di hadapan para peserta.
Ia menekankan pentingnya menentukan pilihan berdasarkan fakta, bukan semata-mata karena emosi atau besarnya semangat. Setidaknya ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, mulai dari siapa perusahaan yang dijalankan, produk yang ditawarkan, potensi repeat consumption, sistem pemasaran, dukungan, mentor, hingga peluang yang dapat dibangun dalam jangka panjang.
“Kerja keras itu penting. Tetapi memilih kendaraan yang tepat membuat kerja keras lebih bernilai,” tegasnya.
Janesse menilai keputusan membangun masa depan perlu dipikirkan secara matang karena yang dibangun bukan sekadar penghasilan hari ini, melainkan aset dan peluang untuk masa depan
“Jangan pilih kesempatan hanya karena semangat. Pilih karena Anda sudah menilainya dengan benar,” pesannya.

Narasumber dan peserta Coffee Party Malang bertajuk “Ngopi Bisa, Penghasilan Tambahan Juga Bisa” yang akan digelar di Auditorium Lantai 8, Gedung B FPIK Universitas Brawijaya (UB), Malang, Minggu (23/8/2026). (Nedi Putra AW)
Ia memperkenalkan SH Juwara Cafe, sebuah produk kopi instan fungsional dari Grup Shuang Hor di Taiwan yang dipasarkan di Indonesia, yang memadukan kopi Arabika asal Brasil, krimer berbasis minyak kelapa, dan Yung Kien Ganoderma/Lingzhi. Produk ini tersedia dalam dua varian utama yakni 3 in 1 : kopi dengan krimer dan ganoderma, tanpa gula dan 4 in 1 : formulasi serupa dengan tambahan gula tebu.
Ditegaskan Janesse, menjadi pembeda dengan kopi instan biasa adalah penggunaan Ganoderma (Lingzhi) sebagai bagian dari formulanya. Karena itu, produk ini lebih tepat diposisikan sebagai kopi fungsional, bukan sekadar kopi untuk menikmati rasa dan kafeinnya.
“Kopi selain sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, juga dapat menjadi peluang penghasilan tambahan, apalagi SH Juwara Cafe merupakan produk dari Grup Shuang Hor yang sudah terjamin mutunya.
Sebelumnya, peserta juga mendapatkan sesi kesehatan bertajuk “Kopi vs Kesehatan: Mitos atau Fakta?” yang menghadirkan dr. Nurul Laili Nahlia, Sp.DVE sebagai narasumber.
“Kopi selama ini kerap mendapat dua label yang berlawanan. Di satu sisi dianggap dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering, tetapi di sisi lain sejumlah penelitian justru menunjukkan adanya manfaat dari konsumsi kopi dalam jumlah wajar,” paparnya.
Menurut dr. Nurul Laili, biji kopi memiliki kandungan fitokimia, antara lain kafein, chlorogenic acids, dan coffee diterpenes, yang masing-masing memiliki efek berbeda terhadap tubuh.
Konsumsi kopi lebih sering dikaitkan dengan manfaat dibandingkan dampak buruk pada sejumlah kondisi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, sejumlah penyakit hati, dan Parkinson.

SH Juwara Cafe, sebuah produk kopi instan fungsional dari Grup Shuang Hor di Taiwan yang dipasarkan di Indonesia. (Nedi Putra AW).
“Jadi, berapa banyak kopi yang aman? Bukan sekadar menghitung jumlah cangkir, tetapi juga memperhatikan kadar kafein, ukuran sajian, tambahan gula atau krimer, serta kondisi masing-masing orang. Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, konsumsi kafein hingga sekitar 400 mg per hari masih berada dalam batas yang umumnya dianggap aman. Namun, ibu hamil, orang yang sensitif terhadap kafein, atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu perlu berkonsultasi mengenai batas konsumsi yang sesuai,” urainya.
Ia menyimpulkan, bahwa mitos bahwa kopi selalu buruk bagi kesehatan tidak sepenuhnya benar. Sebaliknya, anggapan bahwa semakin banyak kopi semakin sehat juga keliru.
“Kuncinya adalah jumlah yang wajar, cara konsumsi yang tepat, dan memahami kondisi tubuh masing-masing. Kopi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi bukan pengganti makanan bergizi, olahraga, tidur cukup, maupun pengobatan medis,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, ngopi diharapkan tak sekadar menjadi aktivitas menikmati secangkir kopi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas relasi, mendapatkan pengetahuan baru dan membuka peluang.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW



















































