BACAMALANG.COM — Taman Doa Santa Maria Medali Wasiat di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, resmi diberkati Uskup Keuskupan Malang, Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., Jumat (4/9/2026).
Pemberkatan berlangsung di kawasan taman doa yang berada di Jalan Pelabuhan Tanjakan Emas Nomor 147, RT 27/RW 03, tersebut dan diikuti ratusan umat Katolik dalam rangkaian perayaan Ekaristi.
Kehadiran Taman Doa Santa Maria Medali Wasiat diharapkan menjadi ruang spiritual bagi umat untuk berdoa dan berziarah sekaligus memperkuat iman serta persaudaraan.
Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Pidyarto mengungkapkan rasa syukurnya atas terwujudnya taman doa yang dibangun melalui dukungan dan kebaikan para donatur.
“Semoga taman doa ini menjadi sumber berkat bagi mereka yang datang dengan penuh iman dan berlindung kepada Bunda Maria. Semoga mereka pulang membawa damai yang dapat dibagikan kepada sesama,” ujar Mgr. Pidyarto.
Ia berharap keberadaan taman doa tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat yang datang, baik dari Malang maupun berbagai daerah lainnya.
Dilengkapi Beragam Fasilitas
Pastor Paroki Santo Vincentius a Paulo (Langsep) Malang, RP. Petrus Maria Handoko, CM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan dan pengembangan taman doa.
Menurutnya, berbagai fasilitas yang tersedia merupakan hasil dukungan para donatur. Selain Gua Maria, kawasan tersebut dilengkapi sejumlah patung yang menggambarkan peristiwa penampakan Maria, sistem pengeras suara, sumur, serta sejumlah sarana pendukung lainnya.
“Air dari sumur ini sudah diperiksa di laboratorium dan dinyatakan layak diminum,” ungkapnya.
Taman doa juga memiliki sekretariat dan toko rohani. Ke depan, pengelola berencana menambah ruang studio yang dapat digunakan untuk menayangkan film mengenai penampakan Maria Medali Wasiat serta pesan-pesan yang berkaitan dengan devosi kepada Bunda Maria.
Pengunjung juga dapat memperoleh air yang telah diberkati. Untuk memudahkan peziarah membawa air tersebut, pengelola menyediakan jeriken dengan beberapa pilihan ukuran.
RP. Handoko menyampaikan terima kasih kepada para donatur, Satgas Taman Doa, masyarakat sekitar, serta seluruh pihak yang ikut ambil bagian dalam pembangunan kawasan tersebut.
“Terima kasih kepada semua donatur yang telah berbaik hati. Kami mendoakan agar kebaikan mereka mendapat berkat Tuhan dan berharap taman doa ini dapat terus dikembangkan,” katanya.
Berawal dari Kerinduan Umat
Ketua Satgas Taman Doa Santa Maria Medali Wasiat, Ireneus Ola, menjelaskan bahwa pembangunan taman doa berawal dari kerinduan umat di sekitar lokasi untuk memiliki tempat khusus bagi kegiatan doa dan devosi kepada Bunda Maria.
Kerinduan tersebut semakin kuat setelah umat secara rutin menggelar doa Rosario setiap bulan Mei dan Oktober selama dua tahun berturut-turut.
Dalam prosesnya, seorang donatur, Suwito Wijaya bersama keluarganya, turut memberikan dukungan untuk pembangunan taman doa. Pembangunan Gua Maria sendiri telah dimulai sekitar lima tahun lalu.
Ireneus mengatakan, pembangunan tersebut berkaitan dengan nazar keluarga donatur setelah melakukan perjalanan ziarah ke sejumlah tempat rohani di Eropa, termasuk Prancis.
“Pada akhirnya Tuhan mengirim orang-orang baik untuk membantu dan melayani. Kami melihat proses pembangunan ini sebagai bentuk penyelenggaraan Tuhan,” tuturnya.
Seiring waktu, pembangunan tidak berhenti pada Gua Maria. Berbagai fasilitas dan patung tambahan terus dikembangkan hingga kawasan tersebut berkembang menjadi taman doa yang lebih lengkap.
Ireneus berharap taman doa ini dapat menjadi tempat berdoa dan berziarah bagi umat dari berbagai daerah tanpa membedakan latar belakang.
“Harapan kami, siapa pun yang datang dapat menggunakan tempat ini untuk berdoa kepada Tuhan. Kami di Satgas ingin menjadi pelayan yang dapat membantu kebutuhan umat dan para peziarah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat sekitar dalam pembangunan serta pengurusan berbagai kebutuhan taman doa. Menurutnya, semangat gotong royong lintas agama turut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kawasan tersebut.
Kini, Taman Doa Santa Maria Medali Wasiat tidak hanya dimanfaatkan umat di sekitar Wagir. Sejumlah peziarah dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, hingga Semarang, mulai berkunjung ke tempat tersebut.
Keberadaan taman doa ini diharapkan menjadi ruang spiritual yang mempertemukan umat dalam doa, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan ketenangan dan kedamaian bagi setiap peziarah.
Pemberkatan tersebut turut dihadiri Camat Wagir Joanico Da Costa, S.Sos., M.M., sejumlah unsur Muspika Kecamatan Wagir, serta perangkat RT dan RW setempat.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































