BACAMALANG.COM — Krisis air bersih mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Malang seiring memasuki puncak musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 21.00 WIB, tercatat sebanyak 1.246.700 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat melalui 248 rit pengiriman.
Bantuan tersebut menjangkau 4.119 kepala keluarga (KK) atau sekitar 12.876 jiwa yang tersebar di delapan desa pada enam kecamatan.
Wilayah penerima bantuan meliputi Desa Sumberagung, Kedungbanteng, Sitiarjo dan Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan; Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung; Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo; Desa Kalirejo di Kecamatan Kalipare; serta Desa Sumberejo di Kecamatan Pagak.
Penanganan krisis air tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Malang Nomor 100.3.3.2/465/35.07.013/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Malang Tahun 2026 yang ditetapkan pada 3 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan kondisi tersebut dipicu menyusutnya debit sumber mata air warga akibat puncak musim kemarau.
“Kondisi meteorologis menunjukkan kita sudah masuk puncak musim kemarau, sehingga volume sumber mata air warga menyusut drastis. Kami bersama tim gabungan terus bersiap dan mengoptimalkan fungsi Posko Tanggap Darurat agar distribusi air bersih benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan,” ujar Purwoto, Senin (7/9/2026).
Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Malang menggandeng berbagai unsur, di antaranya DAMKAR, PMI, PJT 1 Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, hingga Marva Telekomunikasi.
Selain mendistribusikan air bersih, tim gabungan juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Identifikasi terhadap sejumlah titik infrastruktur air yang belum berfungsi optimal turut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
Purwoto menegaskan, data wilayah dan masyarakat terdampak masih bersifat dinamis. BPBD hingga kini masih melakukan pemantauan, koordinasi, serta validasi data kebutuhan air bersih di lapangan.
Perkembangan penanganan dan distribusi bantuan akan disampaikan melalui pembaruan informasi berikutnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































