Tiga Hari, Tiga Kecelakaan di Kabupaten Malang, Empat Nyawa Melayang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 7 Sep 2026 19:55 WIB ·

Tiga Hari, Tiga Kecelakaan di Kabupaten Malang, Empat Nyawa Melayang


 Evakuasi korban kecelakaan di Mangunrejo Kepanjen. (ist) Perbesar

Evakuasi korban kecelakaan di Mangunrejo Kepanjen. (ist)

BACAMALANG.COM — Rentetan kecelakaan lalu lintas terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang dalam tiga hari berturut-turut. Sejak Sabtu (5/9/2026) hingga Senin (7/9/2026), sedikitnya tiga kecelakaan tercatat dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Dari tiga kejadian tersebut, kecelakaan adu banteng di Kepanjen menjadi insiden dengan korban terbanyak, yakni dua pengendara sepeda motor meninggal dunia. Sementara kecelakaan tunggal di Singosari dan Gondanglegi masing-masing menewaskan satu orang.

Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska membenarkan adanya rangkaian kecelakaan tersebut.

“Satu orang meninggal kecelakaan di Singosari, dua orang meninggal kecelakaan adu banteng di Kepanjen. Dan satu orang meninggal diduga microsleep, kecelakaan tunggal di Gondanglegi,” ujar Chelvin, Senin (7/9/2026).

Diduga Microsleep, Pengendara Scoopy Meninggal

Kecelakaan maut terbaru terjadi di Jalan Raya Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 03.45 WIB.

Korban diketahui bernama Ahmad Dani (21), warga Desa Putatlor, Kecamatan Gondanglegi. Ia meninggal dunia di lokasi setelah sepeda motor Honda Scoopy bernopol N 4281 EAA yang dikendarainya mengalami kecelakaan tunggal.

Chelvin menjelaskan, korban saat itu melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi kejadian, korban diduga mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara.

“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga korban mengalami microsleep sehingga kendaraan oleng dan kemudian terjatuh,” jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.

Sepeda motor korban juga mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut.

Mobil Terperosok di Jalibar, Tak Ada Korban

Pada hari yang sama, kecelakaan lain terjadi di kawasan sebelum Jembatan Jalibar, Kepanjen, sekitar pukul 08.50 WIB.

Sebuah mobil dilaporkan mengalami kecelakaan hingga terperosok. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh orang yang berada dalam kendaraan dilaporkan selamat.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan kemudian dievakuasi menggunakan mobil towing.

Adu Banteng di Kepanjen Tewaskan Dua Pengendara

Sehari sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Mangunrejo, Kepanjen, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dua sepeda motor terlibat kecelakaan adu banteng yang mengakibatkan dua pengendaranya meninggal dunia.

Salah satu korban diketahui bernama Yusuf Nur Dwiyanto (18), warga Kelurahan Cempokomulyo, Kecamatan Kepanjen. Sementara identitas pengendara sepeda motor lainnya masih dalam proses penelusuran.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 20.14 WIB. Proses evakuasi sempat menghadapi kendala karena keterbatasan armada ambulans di lokasi.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi juga telah mengamankan kendaraan serta barang bukti terkait kecelakaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Warga Soroti Minimnya Penerangan Jalan

Kecelakaan di kawasan Jalan Raya Mangunrejo hingga arah SPBU Sengguruh kembali menjadi perhatian warga dan pengguna jalan.

Jalur yang melintasi kawasan persawahan tersebut dinilai rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. Warga mengeluhkan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut.

Kondisi minim penerangan dinilai membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Rentetan kecelakaan selama tiga hari ini pun menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hingga dini hari.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BPBD Kabupaten Malang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di SMPN 1 Kasembon, 715 Siswa Ikuti Edukasi dan Simulasi

7 September 2026 - 19:59 WIB

Sambangi Kampung Putih, Kombes Danang Serap Aspirasi Warga hingga Bahas Pelestarian Bahasa Walikan

7 September 2026 - 18:06 WIB

Satreskrim Polres Malang Selesaikan 40 Perkara dan Ungkap 48 Kasus Sepanjang Agustus 2026

7 September 2026 - 16:02 WIB

Dispendukcapil Kota Malang Raih WBBM, Wali Kota Wahyu Dorong OPD Tingkatkan Pelayanan Publik

7 September 2026 - 12:14 WIB

Kemarau Memuncak, BPBD Kabupaten Malang Distribusikan 1,24 Juta Liter Air Bersih

7 September 2026 - 10:53 WIB

Maling Gasak Motor dalam Hitungan Detik di Pakisaji, Aksinya Terekam CCTV

6 September 2026 - 15:47 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !