BACAMALANG.COM — Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi turun langsung menemui warga Kampung Putih, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (6/9/2026) malam.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polresta Malang Kota tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Tak hanya membahas persoalan keamanan dan ketertiban, pertemuan itu juga membuka ruang bagi warga menyampaikan berbagai aspirasi hingga cerita tentang sejarah dan budaya Kampung Putih.
Dalam kegiatan sambang kamtibmas tersebut, Kombes Danang didampingi Wakapolresta Malang Kota AKBP Lex Sandy Siregar, sejumlah pejabat utama (PJU), Kapolsek Klojen, serta Pengamat Kepolisian Kota Malang Bambang Rukminto.
Kapolsek Klojen menyampaikan, kegiatan sambang menjadi sarana komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Melalui forum tersebut, warga dapat menyampaikan keluhan, masukan maupun berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Kombes Danang mengatakan, situasi Kota Malang yang relatif aman, tenteram dan damai merupakan kondisi yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan lingkungan perlu kita jaga dan rawat bersama agar masyarakat merasa nyaman dan anak-anak dapat beraktivitas dengan aman,” ujar Danang.
Ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama dalam penggunaan telepon seluler dan media sosial.
Menurut Danang, perkembangan ruang digital memiliki manfaat positif, namun di sisi lain juga menyimpan potensi ancaman apabila tidak diawasi dengan baik.
“Ruang digital dapat memberikan pengaruh positif, tetapi juga berpotensi membawa anak terpapar konten maupun paham yang berbahaya. Putra-putri dan cucu harus diperhatikan serta diawasi agar tidak menjadi korban maupun terjerumus menjadi pelaku,” jelasnya.
Warga Sampaikan Aspirasi Layanan SIM
Dialog bersama warga kemudian berkembang pada sejumlah persoalan pelayanan kepolisian. Ketua RT 05, Eswan, menyampaikan harapan agar layanan SIM Bhabinkamtibmas kembali digalakkan dan kuotanya dapat ditambah.
Sementara itu, Ketua RT 06, Senedi, mengusulkan adanya masa tenggang bagi masyarakat yang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya telah habis.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi masukan bagi jajaran Polresta Malang Kota untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Danang juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110 yang beroperasi selama 24 jam. Layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan, meminta bantuan maupun memperoleh informasi terkait pelayanan kepolisian.
Dari Sejarah Kampung Putih hingga Bahasa Walikan
Selain persoalan kamtibmas, pertemuan tersebut turut membahas sejarah Kampung Putih. Warga menceritakan bagaimana kawasan yang berada di bantaran Sungai Brantas itu berkembang dari permukiman padat menjadi kampung tematik yang lebih tertata, bersih dan memiliki daya tarik wisata.
Bagi Kombes Danang, keberadaan Kampung Putih tidak sekadar berkaitan dengan penataan lingkungan dan sektor wisata. Kawasan tersebut juga menjadi bagian dari identitas Kota Malang yang perlu dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama.
Menurutnya, aspek keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kawasan tetap nyaman, baik bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya maupun wisatawan yang datang berkunjung.
Dalam kesempatan itu, Danang juga menyampaikan ketertarikannya untuk mengkaji lebih jauh kekayaan budaya Kota Malang, termasuk bahasa walikan yang selama ini menjadi salah satu ciri khas komunikasi masyarakat Malang.
Ia membuka peluang agar kekayaan budaya tersebut nantinya dapat didokumentasikan dalam bentuk buku maupun kamus.
“Langkah tersebut penting untuk menjaga identitas budaya lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
Melalui sambang seperti ini, kepolisian tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus ikut mendorong pelestarian identitas dan kekayaan budaya lokal Kota Malang.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































